Ligaolahraga.com -
Berita F1: Mercedes akhirnya buka suara soal penyebab turunnya performa mereka di paruh musim Formula 1 2025. Tim pabrikan asal Jerman itu mengakui bahwa upgrade suspensi belakang yang diperkenalkan di GP Imola justru menjadi titik awal ketidakstabilan mobil, bukan solusi seperti yang diharapkan.
George Russell sempat tampil impresif di awal musim, termasuk podium kedua di Bahrain. Namun, sejak perubahan suspensi dilakukan, performa Mercedes justru menurun, kecuali di GP Kanada yang menjadi pengecualian berkat karakter lintasannya yang tidak terlalu menantang. Sayangnya, hasil tersebut membuat tim terlena dan terus mempertahankan konfigurasi baru yang ternyata memperburuk kontrol mobil.
"Kami mencoba mengatasi satu masalah dengan upgrade mekanikal di Imola," ujar bos tim Toto Wolff. "Tapi justru menyebabkan ketidakstabilan yang menghilangkan rasa percaya diri para pebalap, dan butuh beberapa balapan untuk menyadarinya."
Suspensi baru tersebut awalnya dirancang untuk meningkatkan stabilitas aerodinamis saat pengereman dan mencegah penguncian roda belakang. Namun kenyataannya, justru membuat mobil lebih sulit dikendalikan karena feedback ke pebalap menjadi berkurang.
Keputusan untuk kembali ke konfigurasi lama akhirnya diambil jelang GP Hungaria. Hasilnya, performa membaik dan Russell berhasil meraih poin. Walau sederhana, langkah ini dianggap penting untuk memulihkan kestabilan dasar mobil.
Kesalahan ini tak hanya disebabkan oleh simulasi yang gagal mencerminkan kenyataan di lintasan, tapi juga karena faktor manusia. Para insinyur, menurut Wolff, terlalu percaya pada filosofi desain yang mereka anggap benar.
Mengomentari hal ini, insinyur senior Andrew Shovlin menyebut bahwa tim sempat bereksperimen dengan berbagai set-up sepanjang beberapa seri untuk mencari solusi, namun hasilnya tetap belum konsisten.
Kini, Mercedes memilih untuk menghentikan seluruh pengembangan lebih lanjut pada mobil musim ini dan sepenuhnya fokus pada proyek 2026. "Tak ada lagi upgrade," tegas Wolff. "Kami akan memaksimalkan platform yang lebih stabil dan mengoptimalkan set-up untuk sisa musim."
Langkah ini menjadi refleksi besar bagi tim sekelas Mercedes, yang meski memiliki sumber daya besar, tetap rentan terhadap keputusan teknis yang keliru.
Artikel Tag: Mercedes, George Russell, Toto Wolff
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/belajar-dari-kegagalan-mercedes-tinggalkan-upgrade-imola-demi-stabilitas