Joao Fonseca Pandang Kekalahan Di Melbourne Sebagai Pembelajaran

3 hours ago 1

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Joao Fonseca tidak menyesal telah tersingkir dari Australian Open musim 2026 setelah kalah di babak pertama dari petenis peringkat 85 dunia, Eliot Spizzirri.

Petenis yang digadang-gadang sebagai bintang tenis putra masa depan, mengalami kesulitan fisik di lapangan selama melakoni babak pertama Australian Open melawan petenis AS, Spizzirri, yang merupakan pertandingan pertamanya di turnamen ATP musim ini.

Petenis unggulan ke-28 sempat meminta jeda untuk alasan medis di akhir set keempat dan kesulitan bergerak di lapangan.

Menjelang pertandingan melawan Spizzirri, petenis berkebangsaan Brazil menarik diri dari pertandingan pemanasan karena nyeri punggung bawah, yang pertama kali dirasakannya sesaat sebelum Brisbane International.

Namun, pemain berusia 19 tahun menyatakan bahwa rasa sakit tersebut tidak menghambatnya di Melbourne. Sebaliknya, ia mengakui ada masalah dengan kondisi fisiknya secara keseluruhan.

“Saya tidak bermain dengan sangat buruk, tetapi saya juga tidak bermain dengan baik. Saya merasa belum 100 persen fit. Saya tidak berbicara tentang rasa sakit atau cedera. Saya berbicara tentang persiapan fisik saya,” aku Fonseca.

“Saya membutuhkan lebih banyak waktu. Sejak awal turnamen di Brisbane, saya tidak bermain, lalu saya kembali, tetapi perlahan. Kemudian saya berhenti lagi. Jadi, saya hampir 15 hari tanpa mencapai 100 persen kemampuan, sangat intens.”

“Saya kembali ke lapangan secara perlahan di Melbourne, jadi saya merasa membutuhkan lebih banyak ritme. Saya butuh lebih banyak waktu untuk mempersiapkan fisik saya.”

“Saya sudah berusaha sebaik mungkin. Saya rasa memang buruk bahwa saya tidak bermain 100 persen siap, tetapi di saat yang sama, ini memberi saya kedewasaan untuk terus maju, untuk memahami tubuh saya, dan untuk memahami batasan saya. Saya masih muda dan saya masih mendapatkan pengalaman dari itu.”

Musim lalu, petenis berusia 19 tahun mengalahkan Andrey Rublev di babak pertama Australian Open untuk meraih kemenangan Grand Slam pertamanya. Setelah itu, ia memenangkan dua gelar turnamen ATP dan mencapai peringkat tertinggi, peringkat 24 selama musim penuh pertamanya sebagai petenis profesional.

“Saya sama sekali tidak menyesalinya,” tutur Fonseca tentang bermain di Australian Open musim ini. “Ada hal-hal dalam hidup yang perlu anda ambil sisi positifnya, jadi saya pikir hal-hal positifnya — yah, punggung saya 100 persen. Saya sehat kembali. Saya hanya membutuhkan waktu.”

“Senang rasanya bisa melihat bagaimana menghadapi pertandingan lima set dan dengan kondisi fisik yang tidak 100 persen bugar. Saya mulai lelah di awal dan seperti yang saya katakan, saya tidak dalam kondisi 100 persen. Saya membutuhkan ritme.”

“Tetapi bagus untuk memiliki pengalaman seperti itu, untuk melihat batasan diri, dan melihat bagaimana hasilnya. Saya tidak menyesali apa pun.”

Mengenai kemungkinan melakukan penyesuaian jadwal di masa depan untuk meminimalisir risiko cedera, ia secara terbuka mengakui bahwa ia masih belajar. Ia baru masuk ke peringkat 50 besar pada Juli lalu dan saat ini berada di peringkat 32 dunia.

“Ini musim kedua saya di turnamen ATP dan saya hanya mencoba mencari tahu apa yang terbaik untuk saya. Tetapi saat ini saya hanya memikirkan turnamen saya berikutnya. Saya tidak memikirkan apa yang akan saya mainkan dua musim dari sekarang.”

Fonseca kini akan kembali ke Brazil dan mempersiapkan diri untuk rangkaian turnamen clay-court di Amerika Selatan bulan depan. Ia dijadwalkan bermain di Buenos Aires dan Rio de Janeiro.

Artikel Tag: Tenis, australian open, Joao Fonseca

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/joao-fonseca-pandang-kekalahan-di-melbourne-sebagai-pembelajaran

Read Entire Article
Helath | Pilkada |