Ligaolahraga.com -
Liga Olahraga : Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah memutuskan untuk menetapkan sistem promosi maupun degradasi yang baru demi meningkatkan performa dan juga pencapaian para pemain di Pelatnas Cipayung.
Berbeda dengan sistem promosi dan degradasi yang biasanya diadakan setiap 6 bulan hingga 1 tahun, kali ini para pelatih dan juga pengurus PBSI dapat mengevaluasi penampilan para pemain kapan saja, dan itu berarti jika salah satu pemain tak bisa memenuhi target yang telah ditetapkan bisa langsung dikeluarkan dari tim nasional.
"Setiap atlet akan dipantau performanya melalui pencapaian prestasi di turnamen BWF dan multi-event, progres kemajuan dari segi teknik, fisik, dan juga data-data pendukung. Hal ini yang akan menjadi bahan pertimbangan tim pelatih untuk mengambil keputusan," jelas Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI Eng Hian, melalui siaran pers Humas dan Media PP PBSI, Sabtu (29/3) petang.
Kebijakan ini tentu untuk kemajuan bulu tangkis Indonesia yang beberapa tahun terakhir mengalami penurunan yang signifikan dengan yang terbaru hanya mampu mendulang dua gelar dari banyak turnamen yang digelar BWF hingga bulan ini.
"Saya berharap kebijakan ini dapat meningkatkan daya saing atlet Indonesia di kancah internasional serta memastikan pelatnas diisi oleh pemain yang benar-benar layak," papar pria yang biasa disapa Didi ini.
Berbeda dengan pemain Pelatnas, permainan impresif justru ditunjukkan oleh pasangan profesional asal PB Djarum, Rehan Naufal Kusharjanto / Gloria Emanuelle Widjaja yang permainannya tengah menanjak dengan raihan dua runner-up World Tour Super 300 pada musim ini.
Para pemain Pelatnas Cipayung saat ini tengah fokus untuk persiapan turnamen kontinental Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2025 pada 8 hingga 15 April mendatang di Qingdao China dan menyediakan hadiah total USD 500.000 atau berkisar 8 miliar rupiah.
Artikel Tag: PBSI, Indonesia, eng hian
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/pbsi-terapkan-sistem-baru-degradasi-dan-promosi-pemain-tampil-buruk-langsung-out