Ligaolahraga.com -
Berita Badminton : Pasangan Ganda putri Pearly Tan / M Thinaah hampir memberikan kado Merdeka yang sempurna setelah melaju ke final Kejuaraan Dunia pada hari Sabtu.
Pasangan Jepang peringkat 3 dunia Nami Matsuyama-Chiharu Shida tampak siap menghancurkan impian mereka, namun pasangan Malaysia peringkat 2 dunia yang tak tergoyahkan itu bangkit kembali untuk meraih kemenangan dramatis 14-21, 21-13, 21-12 dalam semifinal yang menegangkan selama 68 menit di Adidas Arena di Paris.
Thinaah terjatuh berlutut sambil menangis setelah tembakan terakhir Matsuyama mengenai jaring, sebelum Pearly bergegas memeluk dan menghibur rekannya.
Ini adalah pertama kalinya pasangan ganda putri Malaysia berhasil mencapai final kompetisi besar – menjadi lebih manis karena Matsuyama-Shida sebelumnya gagal meraih perunggu Olimpiade di Paris tahun lalu.
"Masih sulit dipercaya kita bisa sampai di sini hari ini, padahal satu atau dua minggu terakhir ini benar-benar penuh tantangan," ujar Thinaah sambil menitikkan air mata.
"Banyak orang melihat hasilnya, tapi hanya kami berdua dan pelatih kami yang tahu apa yang kami alami. Syukurlah, semua orang di sekitar kami tidak pernah menyerah, dan saya sangat bersyukur untuk itu."
"Yang terpenting adalah saling mendukung, bersabar, tetap tenang, dan ingat untuk menikmati setiap poin agar tidak ada penyesalan di lapangan. Kami sangat senang, tetapi kami ingin tetap membumi karena masih ada satu pertandingan lagi. Untuk saat ini, kami hanya ingin beristirahat, berdiskusi dengan satu sama lain dan para pelatih, dan bersiap untuk besok."
Itu hanya kemenangan ketiga Pearly-Thinaah atas Matsuyama-Shida dalam 16 pertemuan tetapi sejauh ini merupakan kemenangan terpenting dalam karier mereka. Pearly mengakui pikiran pertamanya saat terakhir adalah memastikan pasangannya baik-baik saja.
"Sebenarnya, saya hanya mengkhawatirkannya. Aku ingin memastikan dia baik-baik saja. Kami hanya terus mendukung dan percaya satu sama lain, dan itulah yang terpenting."
"Di game ketiga, kedua tim memang gugup, tapi komunikasi kami sangat baik. Saya rasa kami berhasil tetap tenang dan itu membantu kami tetap tenang."
Pasangan Malaysia selanjutnya akan menghadapi pasangan ganda putra nomor 1 dunia asal Tiongkok Liu Sheng Shu-Tan Ning atau pasangan ganda putra Jepang Rin Iwanaga-Kie Nakanishi di final hari Minggu.
“Pendekatannya akan sama,” kata Thinaah.
"Kami tidak ingin terlalu memikirkan siapa lawannya. Fokus kami akan tertuju pada diri kami sendiri — membahas apa yang tidak berjalan lancar, mencari solusi bersama, dan tetap tenang serta konsisten."
Artikel Tag: Pearly Tan, M Thinaah, BWF Kejuaraan Dunia 2025
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/pearlythinaah-menangis-harus-lolos-ke-final-kejuaraan-dunia-2025