6 Kebiasaan yang Bikin Energi Terkuras, Termasuk Suka Menunda dan Multitasking

2 weeks ago 32

Liputan6.com, Jakarta- Tubuh yang lelah bukan berarti karena aktivitas fisik yang berat. Bisa juga karena kebiasaan kecil yang tanpa sadar menguras energi dan bikin lelah secara mental setiap hari.

Pakar neuropsikolog, Sanam Hafeez mengungkapkan, kelelahan mental berbeda dari stres biasa yang bisa hilang setelah istirahat. Rasa letih akibat kebiasaan justru bisa bertahan lama, bahkan saat hari terasa santai.

Jika kamu merasakan lelah meski tidak sedang beraktivitas, mungkin masalahnya bukan pada jadwalmu, tetapi bagaimana cara kamu menjalani hari.

“Langkah pertama yang kamu harus lakukan agar hidup bisa jadi lebih sehat dengan mengenal pola kebiasaan ini,” kata Hafeez mengutip Real Simple pada Senin, 10 November 2025.  

1. Terlalu Sering Multitasking

Banyak orang mengira mengerjakan beberapa tugas sekaligus bisa membuat pekerjaan lebih cepat selesai. Padahal, justru sebaliknya kebiasaan ini bisa membuat otak lelah dan menurunkan fokus.

" Ketika kita terus berpindah dari satu tugas ke tugas lain, otak harus berulang kali menyesuaikan fokusnya. Proses itu sangat menguras energi," kata Hafeez

Melakukan pekerjaan lebih dari satu dengan waktu yang bersamaan dapat menurunkan konsentrasi, meningkatkan stres, dan membuat kita jadi lebih mudah melakukan kesalahan.

Sebagai gantinya, kamu bisa coba dengan metode singletasking, yaitu fokus pada satu tugas dengan satu waktu. Luangkan jeda di antara pekerjaan agar otak dapat kesempatan untuk mengisi ulang energinya.

“Dengan memperlambat ritme dan berlatih lebih mindful, seseorang akan merasa lebih tenang sekaligus lebih produktif,” tambahnya.

Kebiasaan Lain yang Dapat Menguras Energi

2. Suka Menunda-nunda

Menunda pekerjaan bukan hanya sekedar menurunkan produktivitas, tetapi juga dapat menguras energi mental. Misalnya, ketika tugas dibiarkan menumpuk, otak akan terus mengingatnya, sehingga memicu stress dan kecemasan.

" Semakin lama menunda, tugas akan terasa lebih berat dan menakutkan," kata Hafeez.

Untuk mengatasinya, coba buat tugas besar menjadi beberapa bagian kecil agar lebih mudah dikerjakan. Setelah itu, fokuslah pada langkah pertama daripada harus menuntut untuk hasil yang sempurna. Jangan lupa gunakan pengingat dan jadwalkan waktu tugas khusus agar tetap fokus dan terhindar dari gangguan.

3. Selalu Ingin Menyenangkan Semua Orang

Keinginan untuk selalu menyenangkan semua orang memang terlihat positif, namun pada kenyataannya, hal ini dapat menjadi jebakan yang perlahan menguras energi mental.

" Menjadi people pleasing bisa menurunkan rasa percaya diri, karena kamu mulai menilai diri sendiri berdasarkan pandangan orang lain," kata Hafeez.

Kebiasaan menjadi people pleasing dapat memicu munculnya rasa marah dan kesal yang dipendam, karena kebutuhan sendiri menjadi sering diabaikan.

Oleh karena itu, mulailah dengan menetapkan batasan kecil. Bantulah orang lain karena kamu memang ingin, bukan karena takut mengecewakan atau penolakan orang lain.

Selanjutnya

Psikolog klinis, Madison White menjelaskan, kekacauan visual seperti meja yang berantakan atau ruangan yang tidak rapih ternyata memiliki dampak besar pada pikiran.

Selain itu, ketika lingkungan dipenuhi dengan kekacauan, pikiran pun menjadi terasa sesak. White menyarankan, untuk mengatasi kekacauan kecil ini jika dibiarkan menumpuk bisa memicu stres, kecemasan, bahkan menimbulkan rasa malu. Oleh karena itu, cobalah langkah sederhana seperti merapihkan satu sudut ruangan selama 30 menit.

Selain itu, gabungkan kegiatan ini dengan sesuatu yang menyenangkan. Misalnya, menonton serial favorit atau menikmati camilan ringan, supaya terasa lebih mudah dilakukan.

5. Terlalu Banyak Merenung

Mengulang kejadian masa lalu di kepala atau membayangkan skenario buruk bisa jadi itu pertanda kamu sedang mengalami overthinking (merenung secara berlebihan)

“Banyak orang mengira merenung membantu menyelesaikan masalah, padahal justru menambah kecemasan,” kata White.

Untuk itu, cobalah dengan teknik cognitive diffusion, yaitu memberi label pikiran seperti "ini cuma kekhawatiran" atau bayangkan pikiran itu dengan nada yang lucu agar menciptakan jarak emosional.

6. Terlalu Banyak Keputusan Kecil

White menekankan, setiap hari mungkin kita akan menghadapkan berbagai pilihan. Oleh sebab itu, mulai dari pemilihan pakaian yang akan digunakan, makanan yang akan dikonsumsi, hingga acara yang akan ditonton.  

“Membuat terlalu banyak keputusan sepele dapat menguras energi mental, karena seseorang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk memutuskan dan menimbukan kebingungan,” kata White. 

Salah satu cara untuk mengatasinya yaitu dengan mulai membagikan tugas tanggung jawab rumah tangga dengan anggota keluarga atau berbagi tanggung jawab di kantor bersama rekan kerja agar beban terasa lebih ringan. 

Selain itu, cobalah menetapkan batas waktu dalam mengambil keputusan. Misalnya, beri waktu 5 menit dalam menentukan menu makan malam. 

“Kamu tidak harus selalu membuat keputusan yang terbaik. Tujuan utamanya adalah mengurangi waktu yang dihabiskan untuk memikirkannya," kata White.

Bagaimana Membuat Perubahan yang Bertahan Lama

White menegaskan, untuk mencatat aktivitas harian selama seminggu, kemudian perhatikan bagaimana perasaanmu setelah melakukannya. Dengan cara ini kamu bisa mengenali kebiasaan apa saja yang membuatmu dapat bersemangat dan mana yang justru menguras tenaga. Perubahan ini tidak mungkin terjadi jika kamu tidak tahu kebiasaan mana saja yang sebenarnya bisa membuat diri menjadi lelah.

Latihan sederhana ini dapat membantu kamu mengenali kebiasaan yang memberi semangat, sekaligus membedakannya dari kebiasaan yang justru menguras energi.

“Cobalah hentikan satu kebiasaan yang paling melelahkan selama dua minggu,” ujar White.

 “Banyak orang mulai merasakan perubahan besar  setelah mencoba cara ini hanya dalam waktu singkat dan hal itu membuat mereka termotivasi untuk terus melanjutkannya.” tambahnya.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |