Liputan6.com, Jakarta - Puasa intermiten atau intermittent fasting (IF) dipercaya dapat membantu proses penyembuhan tubuh dengan memberi jeda bagi sistem pencernaan dan sel untuk beristirahat dan memperbaiki diri.
Puasa intermiten berfokus pada kapan seseorang makan dan berpuasa, bukan jenis makanan yang dikonsumsi.
Dua metode yang paling populer adalah pola 16:8, yaitu berpuasa 16 jam dan makan dalam jendela 8 jam. Lalu, metode 5:2, di mana lima hari makan seperti biasa dan dua hari membatasi asupan kalori sekitar 500–600 per hari.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat membantu menurunkan faktor risiko penyakit, memperbaiki fungsi metabolik, serta mendukung proses pemulihan tubuh.
Melansir dari Everyday Health pada Minggu, 11 Januari 2026, berikut delapan manfaat puasa intermiten yang dipercaya bantu proses penyembuhan penyakit:
1. Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Puasa intermiten, khususnya pola 16:8, disebut dapat menurunkan tekanan darah sistolik selama dijalani.
Tekanan darah yang lebih rendah berperan penting dalam membantu proses pemulihan pada penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, serta menurunkan risiko komplikasi lanjutan seperti stroke dan gangguan ginjal. Meski demikian, manfaat ini umumnya bertahan selama puasa dilakukan.
2. Mengurangi Peradangan dalam Tubuh
Peradangan kronis diketahui berperan dalam berbagai penyakit, mulai dari gangguan metabolik hingga penyakit jantung. Sebuah penelitian pada hewan dan studi terbatas pada manusia menunjukkan bahwa puasa dapat menurunkan penanda peradangan. Penurunan inflamasi ini dipercaya membantu tubuh menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk proses penyembuhan.
3. Menurunkan Kadar Kolesterol
Beberapa bentuk puasa intermiten dikaitkan dengan penurunan kolesterol LDL dan trigliserida. Kadar lemak darah yang lebih terkontrol dapat membantu memperbaiki fungsi pembuluh darah dan mendukung pemulihan pada penyakit kardiovaskular, meskipun hasil penelitian masih menunjukkan perbedaan temuan.
4. Mendukung Pemulihan Pasca Stroke
Sebuah penelitian berbasis hewan menunjukkan bahwa puasa dapat memberikan efek perlindungan pada otak dan membantu proses pemulihan setelah stroke. Manfaat ini dikaitkan dengan berkurangnya peradangan, yang berperan dalam melindungi jaringan otak dari kerusakan lanjutan, meski bukti pada manusia masih terbatas.
5. Potensi Perlindungan terhadap Kanker
Beberapa tinjauan ilmiah menyebutkan bahwa puasa dapat memperlambat kemampuan sel kanker untuk beradaptasi dan menyebar. Selain itu, puasa juga dinilai berpotensi meningkatkan respons tubuh terhadap terapi kanker. Karena itu, puasa intermiten dipercaya dapat mendukung proses pengobatan, meski masih memerlukan penelitian klinis lanjutan.
6. Meningkatkan Proses Autofagi
Puasa intermiten dapat meningkatkan autofagi, yaitu proses alami tubuh untuk membersihkan sel-sel yang rusak. Proses ini berperan dalam perbaikan dan pembaruan sel, sehingga dipercaya membantu tubuh mempercepat mekanisme penyembuhan dan menjaga fungsi jaringan tetap optimal.
7. Mengurangi Resistensi Insulin
Puasa dapat menurunkan kadar insulin dalam tubuh dan membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Kondisi ini penting dalam pengelolaan diabetes tipe 2, karena kontrol gula darah yang lebih baik dapat membantu mencegah perburukan penyakit dan mendukung pemulihan kesehatan metabolik.
8. Menurunkan Risiko Masalah Jantung
Penurunan insulin, trigliserida, dan gula darah selama puasa dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Faktor-faktor tersebut berperan dalam mencegah komplikasi kardiovaskular, sehingga puasa intermiten dipercaya dapat membantu mendukung proses pemulihan dan menjaga kesehatan jantung.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4760875/original/002982700_1709526018-IMG_1453.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124885/original/086799300_1738907998-sick-woman-with-cough-throat-infection-bed-covering-his-face-while-coughing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4779722/original/080291100_1711003602-alarm-glass-water-near-fruits.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2903367/original/044657600_1567739509-foto3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5467425/original/044555900_1767882053-20260108_132852.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467349/original/079815100_1767873932-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_10.37.50.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998022/original/048425400_1650250763-tread-flower-gb46e90f99_640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405618/original/035755500_1762490751-IMG-20251107-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5467595/original/073114300_1767924014-internet.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659931/original/091620700_1700718204-F_YRTdTaIAAPvSp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592288/original/043510200_1695963965-F6v8etCbkAEXI1z.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465354/original/015062500_1767766047-pressfoto.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468640/original/049006500_1767964837-pus2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5166850/original/034756100_1742287804-full-shot-woman-dealing-with-imposter-syndrome_23-2149692356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4751731/original/068414100_1708738616-portrait-little-girl-with-teddy-bear-blurred-background-interior-room.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324961/original/042784800_1755916939-SnapInsta.to_535180391_18525335989037198_3756748230369549792_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4507585/original/039794900_1689780737-WhatsApp_Image_2023-07-19_at_22.28.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467946/original/093807900_1767937055-Screenshot_2026-01-09_123657.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4805145/original/039599300_1713426303-20240418-Fogging-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404285/original/063429200_1762401444-SnapInsta.to_572149394_18540746122037198_6497175927739973948_n.jpg)















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5360701/original/072243700_1758720836-20250924_120820.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241362/original/019283600_1748948311-heart-attack-concept-asian-woman-is-unable-work-today-so-tired-she-is-sick-serious-acute-high-heart-rate-attack-bed-young-woman-pajamas-having-heart-attack-her-bedroom.jpg)


