Liputan6.com, Jakarta - Banjir terjadi di beberapa titik di Jakarta dan sekitarnya pada Senin, 12 Januari 2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta melaporkan ada 28 RT dan 44 ruas jalan terendam banjir pada Senin siang ini.
Bagi orang dewasa, banjir membuat aktivitas jadi tersendat tapi bagi anak-anak ada yang memanfaatkan air banjir sebagai wahana bermain. Terkait hal ini, dokter ahli epidemiologi yang juga ahli kesehatan lingkungan Dicky Budiman PhD mengingatkan bahwa air banjir tidaklah aman.
Air banjir itu tidak murni air hujan melainkan campuran dari berbagai cairan mulai dari limbah rumah tangga, selokan, bahkan tinja manusia hingga kotoran hewan.Di air banjir itu juga ada bakteri, virus parasit, jamur. Juga ada loga berat, pestisida, oli dan bahan kimia.
"Jadi, jangan dianggap air banjir itu aman. Secara epidemiologi, sebetulnya air banjir dikategorikan sebagai media penularan penyakit berbasis risiko," kata Dicky menjawab pertanyaan Health Liputan6.com lewat pesan suara pada Senin, 12 Januari 2026.
Risiko Kesehatan Mengintai Anak yang Bermain Air Banjir
Anak yang bermain genangan banjir rentan mengalami beberapa masalah kesehatan. Mulai dari diare hingga gangguan saraf mengintai.
"Bermain di air banjir pada anak itu aktivitas berisiko tinggi untuk penyakit infeksi, cedera dan gangguan kesehatan jangka panjang dan pendek," kata Dicky.
Apa saja risikonya? Berikut sembilan diantaranya:
1. Infeksi Saluran Cerna atau Diare Akut
Anak belum memiliki sistem imun yang matang. Lalu, tangannya pun masih kerap masuk ke area mulut yang dimana tangan rentan jadi media penyakit. Sehingga risiko anak mengalami infeksi saluran cerna atau diare akut usai bermain genangan banjir pun tinggi seperti disampaikan Dicky.
2. Penyakit Kulit
"Bisa juga mengalami penyakit kulit atau jaringan lunaka karena paparan air kotor, yang bisa bikin dermatitis, kemudian impetigo atau infeksi bakteri di kulit," kata Dicky.
Lalu, bermain di genangan banjir juga bisa membuat luka yang tadinya kecil jadi luka infeksi serius.
3. Infeksi Parasit
"Air banjir itu bisa saja mengandung cacing atau larva dan telur dari cacing," tutur Dicky.
4. Leptospirosis
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi seperti tikus.
"Urine tikus mencemari air banjir, ini biasanya jadi leptospirosis. Dan, pada anak diagnosisnya terlambat karena gejalanya tidak khas," tutur Dicky.
5. Hipotermia
"Terlalu lama bermain di air banjir ini berisiko membuat anak mengalami hipotermia," lanjut pria yang raih PhD di bidang Global Health Security.
Hipotermia adalah kondisi darurat medis saat suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius karena tubuh kehilangan panas lebih cepat dari yang bisa dihasilkannya.
6. Penyakit Pernapasan
Infeksi saluran pernapasan bisa terjadi seperti pnuemonia akibat bermain air banjir.
7. Risiko Terpapar Bahan Kimia Berbahaya
Ada risiko paparan bahan kimia berbahaya bagi anaknya. Hal ini karena air banjir bisa membawa logam berat seperti timbal, merkuri, ada pestisida, ada lembah, industri.
"Sehingga dampak jangka panjang pada anak berupa bisa gangguan hormon atau masalah kesehatan lain seperti gangguan saraf, " kata Dicky.
8. Risiko Cedera
Risiko cedera dan trauma pada anak bisa terjadi saat bermain di air banjir. Misalnya kaki tanpa pakai sendal atau boot menginjak benda tajam yang tersembunyi.
9. Risiko Terseret Arus atau Tenggalam
"Ada juga risiko terseret arus atau tenggelam di genangan yang tidak terlihat," kata Dicky.
Melihat ada banyak risiko di balik anak bermain air hujan, Dicky pun menyarankan anak-anak tidak bermain di air banjir.
"Jadi anak tidak boleh dibiarkan bermain di air banjir atau genangan," kata Dicky.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474996/original/058742900_1768546902-ruang_aman_anak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474722/original/086369200_1768532937-dian_sasmita.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475599/original/065204400_1768631413-35412.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758362/original/008193500_1709262685-Screenshot_2024-03-01_100831.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474682/original/068325200_1768530015-azhar_bully.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474587/original/031856500_1768490525-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_21.41.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4806688/original/097018500_1713515496-Screenshot_2024-04-19_152518.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474580/original/050541100_1768489629-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_10.00.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474565/original/004438100_1768486071-budi_buli.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473461/original/080716200_1768445652-hgn_2026.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473767/original/057718200_1768456004-susu_formula.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473564/original/099853500_1768449389-017638200_1740231083-flat-lay-edamame-beans-bowl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369702/original/048157300_1759478049-boiled-eggs-bowl-decorated-with-parsley-leaves-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5472900/original/028130000_1768379340-budi_bayer.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4564299/original/089946400_1693908147-ONEPIECE_Unit_08158RC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4989902/original/056698400_1730703092-3282768f-65a3-45c6-8d68-08e86fa380b1__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446169/original/047607200_1765874269-SaveClip.App_590422895_834179679217348_2995432497785024484_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5471917/original/040038700_1768299370-ginjal_agus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471151/original/027911500_1768278693-tinggi_protein.jpg)










:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5360701/original/072243700_1758720836-20250924_120820.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241362/original/019283600_1748948311-heart-attack-concept-asian-woman-is-unable-work-today-so-tired-she-is-sick-serious-acute-high-heart-rate-attack-bed-young-woman-pajamas-having-heart-attack-her-bedroom.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5259334/original/038943500_1750422150-20250620BL_Latihan_Timnas_Indonesia_Putri_19.JPG)


