Cerita Jennifer Lawrence Alami Kecemasan Usai Melahirkan Anak Kedua, Kerap Ketakutan Ekstrem

2 weeks ago 16

Liputan6.com, Jakarta- Bintang film The Hunger Games, Jennifer Lawrence, mengungkapkan pengalaman tak menyenangkan usai melahirkan anak kedua. Aktris peraih Oscar itu secara jujur mengatakan bahwa dirinya sempat mengalami kecemasan (anxietypascapersalinan. 

"Saya mengalami masa pascapersalinan yang lebih berat setelah kelahiran anak kedua," kata Lawrence

Lawrence ingat ia pernah mengira putranya sudah meninggal setiap kali anak keduanya itu tidur.

“Saya selalu berpikir setiap kali ia tidur, ia sudah meninggal,” kata wanita 35 tahun mengutip People, Minggu (16/11/2025).

Kerap juga Lawrance berpikir hal-hal yang tidak-tidak. Seperti saat bayi menangis, ia mengira bahwa putranya itu menangis karena tidak menyukai hidup atau keluarganya. Padahal, menangis secara umum memang merupakan bahasa bayi yang belum bisa berbicara. Menangis merupakan cara bayi untuk mengatakan lelah, haus, lapar, rasa tidak nyaman.

“Saya pikir ia menangis karena ia tidak menyukai hidupnya, atau saya, atau keluarganya. Saya pikir saya melakukan semuanya dengan salah, dan saya akan menghancurkan anak-anak saya,” cerita istri dari Cooke Maroney itu.

Jennifer Lawrance Konsumsi Obat Postpartum Depression

Menyadari kondisinya tidak baik-baik saja, Jennifer Lawrance pun berkonsultasi dengan dokter agar pulih dari rasa cemas pasca melahirkan.

Secara terbuka Lawrance mengungkapkan bahwa dirinya mengkonsumsi Zurzuvae. Ini adalah obat oral yang disetujui Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada 2023 untuk membantu mengatasi depresi pascapersalinan.

Penggunaan obat tersebut, kata Lawrance, membantunya meredakan gejala yang ia rasakan selama ini.

Pernyataannya ini banyak mendapat sorotan dan dijadikan pelajaran bagi para ibu baru, yang kerap menghadapi tantangan baik secara fisik maupun emosional.

Pakar psikoterapis, Mayra Mendez, menjelaskan pengalaman yang dialami Lawrence merupakan hal umum yang sering terjadi pada ibu baru. Kecemasan pascapersalinan muncul ketika rasa khawatir yang normal berubah menjadi lebih intens hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menurut pakar dari American Academy of Pediatrics (AAP), depresi pascapersalinan umumnya ditandai dengan perasaan sedih yang berkepanjangan, kecemasan berlebihan, serta hilangnya minat terhadap aktivitas sehari-hari.

Jennifer Lawrance Sempat Ditenangkan oleh ChatGPT

Jennifer Lawrance bercerita kerap meminta saran kepada ChatGPT saat ia sedih. Siapa sangka, ia merasa terhibur karena respons mesin kecerdasan buatan itu dapat menenangkan dirinya.

“Kamu melakukan hal yang luar biasa untuk bayimu. Kamu ibu yang sangat penyayang,” kenang Lawrance mengingat pesan ChatGPT yang menguatkan dirinya. 

Meski kecerdasan buatan seperti ChatGPT tidak bisa menggantikan dukungan profesional, tetapi teknologi ini bisa memberikan validasi emosional yang membantu ibu baru keluar dari lingkaran keraguan diri.

Jika Anda mengalami hal serupa dengan Lawrence, segera berkonsultasi dengan tenaga atau layanan profesional untuk mendapatkan bantuan yang tepat.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |