Madison Keys Dapatkan Suntikan Kepercayaan Diri Di Clay-Court

1 day ago 5

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Madison Keys mengakui bahwa sebelumnya ia melihat musim clay-court sebagai hitung mundur menuju musim grass-court, tetapi kini ia menerima turnamen clay-court dengan baik.

Petenis peringkat 5 dunia mengawali musim clay-court tahun ini di Charleston Open sebagai petenis unggulan kedua. Di laga pembukanya ia mengalahkan rekan senegaranya, Caroline Dolehide. Pertandingan itu bukan tugas yang mudah baginya setelah ia sempat menyia-nyiakan empat peluang match point ketika unggul dengan 5-3, ditambah dua peluang lain di game selanjutnya, dan satu peluang di babak tiebreak sebelum memenangkan pertandingan dengan mengkonversi peluang match point kedelapan.

Sejauh ini dalam kariernya, petenis AS telah memenangkan sepuluh gelar. Gelar paling prestisius dalam kariernya sampai saat ini ia menangkan pada musim ini ketika ia memenangkan gelar Grand Slam untuk kali pertama dalam kariernya di Australian Open dan berusia 30 tahun.

Namun, ia baru memenangkan dua gelar di turnamen clay-court dengan salah satunya ia menangkan di Charleston Open musim 2019. Musim lalu, ia memenangkan gelar turnamen clay-court di Strasbourg. Selain itu, ia telah 12 kali tampil di French Open dengan pencapaian terbaiknya di Grand Slam tersebut ketika ia lolos ke semifinal musim 2018.

Di sepanjang kariernya, petenis AS dipertimbangkan sebagai petenis yang lebih berbahaya di hard-court, begitupun di grass-court. Tetapi dalam beberapa bulan terakhir, ia juga mengembangkan rasa sukanya terhadap clay-court.

“Musim lalu, saya memutuskan bahwa saya spesialis clay-court dan saya akan terus tampil dengan pola pikir itu pada musim ini dan kita akan lihat bagaimana hal itu akan berjalan,” ungkap Keys.

“Saya pikir setelah bermusim-musim, saya seperti menerima bahwa saya cukup handal di clay-court dan saya merasa saya bergerak dengan cukup baik di atasnya. Saya pikir saya akhirnya berhenti melawannya dan mengatakan saya menyukai clay-court.”

Petenis peringkat 5 dunia dilatih oleh suaminya sendiri, Bjorn Fratanagelo yang menikmati kesuksesan di clay-court selama menjadi petenis profesional. Ia pernah memenangkan gelar French Open kategori junior pada musim 2011 dengan mengalahkan Dominic Thiem di final. Ia juga memenangkan enam gelar Challenger yang digelar di clay-court.

“Kami memiliki permainan yang cukup berbeda, yang menjadi semacam tindakan penyeimbangan, terkadang ia akan memberi tahu saya banyak hal, kemudian kami harus berdiskusi tentang bagaimana kami tidak bermain dengan cara yang sama,” tutur Keys tentang bekerja dengan Fratangelo.

“Saya pikir itu keseimbangan yang baik dan saya pikir ia melakukan pekerjaan dengan baik untuk membantu saya mengetahui bagaimana saya menerapkan permainan saya dan tidak terlalu banyak mengubahnya hanya karena permukaannya berubah.”

Artikel Tag: Tenis, Madison Keys

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/madison-keys-dapatkan-suntikan-kepercayaan-diri-di-clay-court

Read Entire Article
Helath | Pilkada |