Ligaolahraga.com -
Berita Liga Inggris: Ange Postecoglou mengatakan ia merupakan satu-satunya suara yang memberikan pembelaan pada Tottenham, di mana klub-klub lainnya mendapat dukungan dari para pundit. Manajer 59 tahun tersebut dalam tekanan besar setelah timnya menelan kekalahan ke-16 di Premier League musim ini dari Chelsea pada Kamis lalu.
Tottenham akan menjamu Eintracht Frankfurt di leg pertama perempat final Kamis pekan depan dan lolos tidaknya mereka di kompetisi itu akan menjadi faktor penentu masa depan Ange Postecoglou. sebelumnya mereka akan melawan Southampton di Premier League. Manajer asal Australia tersebut menekankan bahwa timnya membutuhkan dukungan dari dalam dan luar. Tapi hingga sejauh ini menurutnya satu-satunya suara yang mendukung The Lilywhites berasal dari dirinya, tidak seperti klub-klub besar lainnya yang memiliki lebih banyak pakar dan mantan pemain yang bersuara di media daripada Spurs.
"Saya tidak pernah menyalakan TV dan mendengar suara keras apa pun," katanya seperti dikutip BBC. "Satu-satunya suara yang Anda dengar adalah saya. Ketika kita berbicara tentang klub-klub besar, tampaknya ada lebih banyak suara.
"Tidak pernah ada pembelaan terhadap klub atau klub yang membela dirinya sendiri, yang membuatnya semakin sulit karena setiap klub mengalami saat-saat sulit dan itu tergantung pada bagaimana Anda bereaksi terhadapnya.
"Itu tantangan yang unik, tetapi saya menerima tantangan itu jadi saya harus mencoba menemukan cara untuk mengatasinya."
Ketika ditanya apa yang bisa dilakukan Spurs dengan lebih baik, sang manajer berkata: "Dengan bersikap lebih vokal. Anda mungkin terlalu banyak mendengar dari saya, sejujurnya.
"Tidak harus hanya dari orang-orang di klub. Saya mendengar banyak orang berbicara dan membela klub lain. Namun, sepertinya dengan Tottenham, di mana pun ada masalah, ada banyak pihak yang ingin ikut campur dan kemudian kami menerima nasib kami."
Artikel Tag: Postecoglou, Tottenham, Premier League
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/makin-terpuruk-postecoglou-klaim-satu-satunya-yang-bela-tottenham