Orang yang Donor Ginjal Cenderung Lebih Sehat dengan Umur Panjang, Dokter Ungkap Alasannya

3 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Orang yang mendonorkan ginjalnya cenderung lebih sehat ketimbang orang lain yang tidak donor. Hal ini disampaikan dokter konsultan urologi onkologi, Profesor Agus Rizal A.H. Hamid, dari Eka Hospital MT Haryono.

“Malah data di luar negeri menunjukkan bahwa orang yang mendonorkan ginjalnya (akhirnya hidup dengan satu ginjal) lebih baik dari orang biasa. Karena apa? Karena dia sadar ginjalnya cuman satu, akhirnya dia mencoba hidup lebih sehat,” kata Agus dalam temu media di Eka Hospital MT Haryono, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Agus menambahkan, orang yang donor ginjal juga cenderung memiliki umur panjang.

“Dan data penelitian di luar negeri, orang yang donor ginjal itu lama hidupnya lebih panjang dari yang tidak donor,” ucap Agus.

Hanya saja, tidak semua orang memiliki dua ginjal. Ada orang yang hidup selama 50 tahun tapi baru sadar bahwa selama ini ia hidup hanya dengan satu ginjal.

“Pertanyaan saya, emang yakin teman-teman punya ginjal dua? Yakin enggak punya dua ginjal? Saya pernah punya pasien umur 50 tahun baru datang ke saya, ginjalnya satu, baru tahu karena enggak diperiksa. Tidak hilang, emang enggak tumbuh aja, kayak jari kan ada yang cuma jari empat yang lebih juga ada. Yang punya ginjal lebih juga ada,” terangnya.

Ginjal yang Terkena Tumor Bisa Diangkat Sebagian

Dalam kesempatan itu, Agus juga menerangkan bahwa ginjal yang terkena tumor bisa diangkat sebagian. Pengangkatan ginjal sebagian akibat tumor adalah upaya untuk mempertahankan ginjal yang masih sehat sehingga satu ginjal tak perlu diangkat seluruhnya.

Agus mengatakan, pengangkatan ginjal seluruhnya sepatutnya menjadi pilihan terakhir. Tindakan ini biasanya dilakukan ketika ukuran tumor ginjal sudah melebihi setengah ginjal.

“Kalau ukuran tumor sudah melebihi setengah ginjalnya, kita akan sulit untuk mempertahankan ginjalnya. Kurang dari itu (50 persen) sangat tergantung dengan lokasi tumornya,” kata Agus kepada Health Liputan6.com dalam kesempatan itu.

Dengan teknologi robotik, sambungnya, pengangkatan tumor ginjal menjadi lebih mudah dan presisi. Bahkan jika tumornya ada di bagian dalam ginjal, bukan di luar, pengangkatannya tetap memungkinkan jika menggunakan robot. Salah satu teknologi robot terkini yang sudah digunakan Agus adalah robot bedah Da Vinci XI.

“Kita potong (ginjal) dengan robot, kita keluarkan tumornya, itu berhasil,” tambah Agus.

Tetap Dioperasikan Dokter

Selain tumor ginjal, robot ini juga bisa digunakan untuk menangani masalah kompleks lainnya, seperti kanker prostat.

Meski sering disebut sebagai robot, Da Vinci XI tetap dioperasikan oleh seorang dokter spesialis. Alat ini membantu dokter untuk melakukan tindakan operasi pada tempat-tempat yang sulit dijangkau tanpa harus membuat banyak sayatan.

Sistem Da Vinci memiliki tiga komponen utama. Pertama adalah sistem audiovisual, pusat kontrol kamera yang membantu dokter melihat area operasi dengan sangat jelas.

Kedua adalah patient cart, yaitu unit dengan empat lengan robot yang berada langsung di atas pasien untuk melakukan tindakan.

Ketiga adalah surgical console, tempat dokter bedah duduk dan mengendalikan pergerakan tangan robot tersebut secara ergonomis. Melalui konsol ini juga, dokter dapat melihat kondisi dalam tubuh pasien secara tiga dimensi (3D) sehingga dapat menggerakkan alat dengan sangat efektif tanpa mengalami tremor.

Kelebihan Operasi dengan Da Vinci XI

Perbedaan paling utama terletak pada kestabilan dan manuver tangan saat operasi. Pada laparoskopi konvensional, alat bedah dipegang langsung oleh dokter sementara pada operasi robotik, alat bedah berada pada lengan robot.

Lengan robot Da Vinci XI yang stabil dan ujung alatnya bisa berputar serta meliuk seperti tangan manusia memungkinkan sayatan yang lebih akurat tanpa ada kesalahan akibat tremor maupun tangan yang lelah.

Kelebihan lainnya, karena Da Vinci XI dilengkapi dengan 4 tangan robot, seorang dokter spesialis dapat mengerjakan tindakan yang seharusnya dikerjakan oleh dua orang.

Karena prosedurnya sangat presisi dan minim sayatan, pasien dapat pulih jauh lebih cepat dari operasi biasa.

“Berdasarkan pengalaman kami, rendahnya angka komplikasi pascaoperasi membuat banyak pasien-pasien kami bisa keluar dari rumah sakit lebih cepat.”

Read Entire Article
Helath | Pilkada |