Wamenkes Benny Tegaskan Peran Vaksin TB Inhalasi untuk Indonesia Bebas TBC 2030

2 weeks ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K) menyatakan bahwa pemberantasan Tuberkulosis (TBC) menjadi prioritas nasional. Salah satu langkah strategis yang kini dilakukan adalah pelaksanaan uji klinis Fase I vaksin TB berbasis inhalasi di Indonesia.

Vaksin ini dikembangkan melalui kolaborasi PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) dan CanSino Biologics Inc., menargetkan populasi yang sebelumnya telah menerima vaksin BCG. "Pemberantasan TBC adalah prioritas yang mendapatkan perhatian langsung dari Presiden Prabowo. Uji klinis vaksin inhalasi ini menjadi langkah strategis menuju Indonesia bebas TBC pada 2030," ujar Wamenkes Benny saat peresmian uji klinis di RS Islam Jakarta Cempaka Putih.

Vaksin TB inovatif ini menggunakan adenovirus rekombinan tipe 5 manusia dan diberikan melalui inhalasi, metode yang menargetkan imunitas mukosal saluran pernapasan, pintu masuk utama infeksi TB.

Metode ini dipandang memiliki potensi perlindungan lebih baik dibandingkan vaksin BCG yang saat ini hanya efektif melindungi bayi dan anak dari bentuk TB berat, namun tidak cukup efektif untuk orang dewasa maupun TB paru.

Uji Klinis Vaksin TB Melibatkan Masyarakat Berbagai Usia

Pelaksanaan uji klinis ini akan melibatkan 36 partisipan sehat berumur 18 s.d 49 tahun, yang divaksin melalui nebulizer di RS Islam Jakarta Cempaka Putih dan RSUP Persahabatan. Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K), memimpin jalannya penelitian ini.

Dukungan penuh pemerintah diberikan melalui BPOM, yang memastikan seluruh tahapan uji klinis memenuhi standar ilmiah dan keamanan. Kepala BPOM, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., mengatakan,"Persetujuan uji klinis Fase I diberikan setelah evaluasi ilmiah komprehensif, mencakup hasil preklinis in vitro dan in vivo yang menunjukkan keamanan dan kualitas vaksin. Kami siap mendukung kelanjutan ke Fase II dan Fase III jika hasilnya positif."

Wamenkes Benny juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat eliminasi TBC. "Dukungan BPOM menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan proses berjalan cepat dan efisien, namun tetap mengutamakan kaidah ilmiah. Harapannya, pada tahun 2029 vaksin ini sudah bisa digunakan secara luas," tambahnya.

Pentingnya Inovasi Vaksin TB

Sementara itu, CEO CanSino Biologics Inc., Dr. Xuefeng Yu, menyoroti pentingnya inovasi vaksin TB di negara dengan beban TBC tinggi seperti Indonesia.

"Pendekatan vaksin inhalasi menunjukkan potensi perlindungan yang lebih kuat dibandingkan injeksi. Melalui kolaborasi dengan Etana, kami ingin mempercepat inovasi dan menghadirkan vaksin bagi mereka yang paling membutuhkan," kata Dr. Yu.

Indonesia termasuk delapan negara yang menyumbang sekitar 68 persen dari total kasus TB global. Tanpa inovasi baru, target eliminasi TBC pada 2030 akan sulit tercapai. Kehadiran vaksin inhalasi ini diharapkan menjadi terobosan penting, memperkuat kemandirian industri kesehatan lokal, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Pelaksanaan uji klinis ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan industri untuk menghadirkan inovasi vaksin TBC yang efektif, aman, dan dapat menjangkau lebih banyak orang, terutama di wilayah dengan risiko tinggi TB.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |