10 Ciri Teman Palsu, Dekat Saat Untung tapi Hilang Saat Kamu Butuh

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta- Teman palsu atau fake friend bisa jadi ada di sekitar. Sosok ini kerap hadir dalam kehidupan tapi ketika butuh ia menghilang sampai mengurasi emosi.

Menurut psikolog klinis Aimee Daramus teman palsu adalah sosok yang berpura-pura peduli tetapi sebenarnya tidak menginginkan yang terbaik untuk kamu.

“Sosok tersebut cenderung bertindak layaknya teman hanya ketika hal itu menguntungkan bagi mereka,” ujar Daramus.

Daramus juga menuturkan, sahabat sejati yang siap sedia memberikan dukungan emosional, sedangkan teman palsu justru sulit untuk diandalkan. Selain itu, saat kamu membutuhkan pertolongan, mendadak sosok tersebut menghilang.

Berikut ini ciri-ciri teman palsu yang mungkin ada di sekitar seperti mengutip Verrywell Mind pada Jumat, 28 November 2025:

1. Inkonsistensi

Sosok teman palsu akan muncul saat ia membutuhkan sesuatu dari kamu, tetapi menghilang atau membuat banyak alasan saat ia dibutuhkan. 

2. Hubungan Sepihak

Percakapan antara kamu dan dia selalu berpusat pada diri seperti kehidupan dan opininya. Selain itu, ia jarang tertarik mengenai kabarmu.

3. Tidak Bisa Diandalkan

Teman palsu akan sering ingkar janji. Misalnya, membatalkan rencana di menit-menit terakhir atau membiarkan kamu menuggu tanpa kabar.

4. Tidak Setia Kawan

Mereka tidak setia kawan. Rahasia yang kamu bagikan dan percayakan bisa bocor ke orang lain atau ia membicarakan keburukan kamu di belakang.

5. Mempermalukan di Depan Umum

Mereka mungkin akan meremehkan , mengolok-olok, atau mempermalukan kamu di depan umum.

6. Perilaku Menyakitkan Berkedok Kejujuran

Bagi Mereka melontarkan komentar pedas dengan dalih ‘hanya ingin membantu’ adalah hal yang wajar. Misalnya, Baju itu jelek di badan kamu. Aku cuma jujur lho, biar kamu ngga malu’.

7. Cemburu

Alih-alih merayakan kesuksesan kamu, ia merasa kamu adalah ancaman. Selain itu, ia akan meremehkan pencapaian tersebut, atau malah menjadikan hal itu sebagai ajang kompetisi.

8. Pertemanan Bersyarat

Pertemanan didasari pada apa yang bisa mereka dapatkan, seperti status  sosial, uang, atau fasilitas. Kemudian, jika tujuannya sudah tercapai, minat mereka kepada kamu akan memudar.

9. Manipulasi

Menggunakan rasa bersalah atau penasaran emosional untuk mendapatkan keinginannya.

10. Melanggar Batasan

Ia kerap mengabaikan batas privasi kamu, ruang pribadi, atau emosional yang sudah ditetapkan.

“Teman palsu mengambil jauh lebih banyak daripada memberi, sambil terus berjanji mereka adalah teman sejati,” kata Daramus.

Apa Saja Alasan Seseorang Jadi Teman Palsu?

1. Egois

Teman palsu cenderung hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan orang lain.

2. Rasa Tidak Aman

Orang dengan harga diri rendah mungkin menggunakan pertemanan untuk mencari validasi dan perhatian agar merasa dirinya lebih baik

3. Narsisme

Individu dengan kecenderungan narsistik seringkali kurang memiliki empati dan melihat orang lain hanya sebagai alat untuk mencapai tujuannya.

4. Trauma Masa Lalu

Pengalaman masa kecil yang sulit bisa membuat seseorang terjebak dalam pola pikir bertahan hidup, sehingga sulit untuk membangun hubungan yang tulus.

Jenis-Jenis Teman Palsu

1. Oportunis

Ia selalu ada saat butuhnya saja. Kemudian, saat kamu membutuhkannya ia akan menghilang.

2. Penjilat

Teman palsu cenderung akan memuji kamu secara berlebihan dengan tujuan memanipulasi.

3. Kompetitor

Saat kamu lebih unggul darinya, dia akan berusaha untuk tampil lebih darimu.

4. Penyebar Gosip

Selain suka menjelekan, teman palsu hobi menyebarkan rumor demi drama agar menguras emosi kamu.

5. Gaslighter

Hal yang paling parah dari teman palsu adalah mereka suka memutarbalikan fakta hingga kamu merasa ragu dengan dirimu.

Dampak Bagi Kesehatan Mental

Jika kamu menemukan ada teman yang memiliki ciri-ciri di atas, Daramus menyarankan strategi berikut ini:

1. Percaya Intuisi

Jika ada sesuatu yang terasa salah, jangan abaikan apa yang kamu rasakan.

2. Komunikasikan 

Cobalah sampaikan apa yang menjadi kebutuhan kamu. Beri ia kesempatan tetapi harus tetap waspada.

3. Konfrontasi

Jika perilaku ia mengganggumu, maka bicarakan secara langsung dan bersiaplah jika mereka menyangkal atau bersikap defensif.

4. Tetapkan Batasan Tegas

Berhentilah memberi bantuan dalam bentuk apapun atau fasilitas sampai ada perubahan perilaku.

5. Mundur dari Pertemanan

Jika ia terus menerus tidak menghargai diri kamu, jangan ragu untuk menjauhi demi kebahagiaan diri sendiri.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |