Liputan6.com, Jakarta Menikah bukan hanya soal mempersatukan dua orang, tetapi juga kondisi kesehatan masing-masing. Banyak pasangan yang fokus pada persiapan acara atau kehidupan setelah menikah. Namun, banyak pasangan seringkali melewatkan satu langkah penting, yaitu pemeriksaan kesehatan.
Dengan melakukan rangkaian tes kesehatan pasangan dapat memahami risiko, mencegah masalah, dan memulai kehidupan bersama yang lebih aman dan sehat.
Melansir dari Health Care berikut 10 tes kesehatan yang sebaiknya dilakukan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan:
1. Tes Golongan Darah dan Rhesus (Rh)
Mengetahui golongan darah pasangan bukan hanya berguna saat keadaan darurat. Yang terpenting adalah mengetahui kecocokan faktor Rh.
Kombinasi Rh tertentu, terutama jika perempuan Rh-negatif dan laki-laki Rh-positif, dapat menimbulkan risiko saat kehamilan. Tes ini dapat membantu pasangan mengetahui langkah medis yang mungkin diperlukan.
2. Skrining Thalassemia
Thalassemia merupakan kelainan darah genetik yang dapat diturunkan dari orangtua ke anak. Kondisi ini terjadi karena tidak terbentuk atau berkurangnya salah satu rantai globin baik itu -α ataupun -β yang merupakan komponen penyusun utama molekul hemoglobin normal.
Penyakit thalassemia ini merupakan penyakit genetik atau bawaan yang diturunkan berdasarkan hukum Mendel, maka jika dua pembawa sifat/thalassemia minor menikah, maka mereka berpeluang mempunyai 25% anak yang sehat, 50% anak sebagai pembawa sifat dan 25% anaknya sebagai thalassmeia mayor.
Maka dari itu penting bagi pasangan yang bakal menikah untuk mengetahui apakah pembawa sifat thalasemia atau tidak. Pemeriksaan ini dapat membantu pasangan mempersiapkan pilihan mereka sejak awal.
3. Tes HIV
Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan tahap awal dari dari penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). HIV akan menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga daya tahan tubuh akan melemah dan rentan diserang berbagai penyakit. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang cepat, HIV akan berkembang menjadi AIDS.
Tes HIV penting untuk memastikan kedua pihak mengetahui status kesehatan masing-masing. Jika salah satu atau keduanya memiliki kondisi tertentu, pemeriksaan ini dapat membantu menentukan langkah pencegahan dan penanganan yang tepat, sehingga hubungan tetap dibangun di atas keterbukaan.
4. Tes Hepatitis B dan C
Hepatitis B adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (HBV), ditandai dengan suatu peradangan yang terjadi pada organ tubuh seperti hati. Sementara, hepatitis C adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Virus Hepatitis C (HCV), menyerang sel-sel hati dan menyebabkan peradangan yang dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati.
Hepatitis B dan C dapat menular melalui cairan tubuh seperti dari ibu ke anak. Melakukan pemeriksaan sejak dini membantu memastikan pasangan memahami kondisi masing-masing dan bisa mengambil langkah penanganan untuk mencegah penularan.
5. Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS)
Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang memiliki dampak besar terhadap kesehatan seksual dan reproduksi. Beberapa IMS dapat tidak menunjukkan gejala, namun tetap berdampak pada kesehatan reproduksi. Pemeriksaan untuk syphilis, gonorrhea, chlamydia, hingga herpes membantu pasangan menghindari komplikasi dan menjaga kesehatan jangka panjang.
6. Tes Kesuburan
Meskipun tidak wajib, beberapa pasangan memilih melakukan tes kesuburan untuk mengetahui kondisi reproduksi lebih awal. Pemeriksaan dapat meliputi analisis sperma pada pria serta tes hormon atau ovulasi pada wanita. Dengan informasi ini, pasangan dapat membuat rencana terkait masa depan keluarga.
7. Tes Penyakit Genetik atau Herediter
Tes genetik dilakukan untuk mengetahui apakah salah satu atau kedua pasangan membawa kondisi tertentu yang dapat diturunkan, seperti cystic fibrosis. Pemeriksaan ini dapat memberi gambaran lebih jelas mengenai kemungkinan risiko pada anak di masa mendatang.
8. Skrining Kesehatan Mental
Kesehatan mental berperan besar dalam hubungan. Kondisi seperti depresi, kecemasan, atau bipolar dapat mempengaruhi dinamika pernikahan. Skrining ini dapat membantu pasangan lebih memahami keadaan emosional satu sama lain dan menyiapkan dukungan yang diperlukan.
9. Tes Diabetes dan Hipertensi
Kondisi kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi sering kali tidak bergejala, tetapi dapat berdampak pada gaya hidup dan kesuburan. Melakukan pemeriksaan ini dapat membantu pasangan mengatur pola hidup sehat sejak awal.
10. Tes Tuberkulosis (TBC)
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan karena adanya kuman Mycobacterium Tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan. Di beberapa negara, TBC masih cukup umum. Pemeriksaan seperti Mantoux atau rontgen dada membantu mendeteksi kondisi ini lebih cepat, sehingga pengobatan dapat dilakukan sebelum terjadi penularan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5199384/original/038513800_1745580146-ChatGPT_Image_Apr_25__2025__06_21_41_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425877/original/038372600_1764240243-IMG_20251127_144123_832.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5427769/original/077297800_1764416182-nita.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426784/original/044200700_1764317615-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425607/original/084312400_1764232310-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5427689/original/025678000_1764408509-Cefi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5424902/original/008009300_1764166341-20251126_155417.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4843926/original/068798200_1716798063-Ilustrasi_teman__konflik__bertengkar__iri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5427156/original/019811600_1764329507-bukit_bintang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5427591/original/057223300_1764398409-ray.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5426573/original/010179100_1764310098-zudan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5152180/original/027849100_1741239835-hl1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3807962/original/042684300_1640675125-269771691_676967773299152_1759655523571053049_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426148/original/036905100_1764262169-WhatsApp_Image_2025-11-27_at_23.31.52_64e9b1ed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5426045/original/083785000_1764250366-Foto_2b_-_Bulan_Kesadaran_Hipertensi_Paru_2025.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5115707/original/069563900_1738318372-image__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2918038/original/015070100_1569068083-Untitled.jpg)












:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5342972/original/013803200_1757405019-listya.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5276437/original/068077400_1751952590-beautiful-woman-taking-care-herself.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5306724/original/022117700_1754448645-kelley_mack.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5190717/original/022953000_1744880160-Minum_kopi.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5082175/original/058101700_1736233631-1736231098797_celana-abu-abu-cocok-dengan-baju-warna-apa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161561/original/013565600_1741847087-1741841084965_apa-penyebab-usus-buntu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5306234/original/056128800_1754380060-sad-asian-kid-touching-tummy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3942749/original/085011900_1645583985-young-beautiful-woman-bathroom-with-towel-her-head-washes-her-face-with-tap-water.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024590/original/087816500_1732616772-cara-menghilangkan-perut-kembung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4966766/original/003941100_1728659811-fotor-ai-2024101122239.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5299696/original/022467500_1753848306-woman-with-melanoma-her-skin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3286207/original/019005400_1604455604-sembunyikan-kebotakan-suami-dilaporkan-istri-ke-poilisi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5072311/original/012642500_1735547668-f9afe661-0a1f-4faa-9aac-eb2d502c9934.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304594/original/039238700_1754278899-WhatsApp_Image_2025-08-04_at_10.38.18.jpeg)