Liputan6.com, Jakarta - Patikan kebo sering dianggap tanaman liar biasa, padahal menyimpan khasiat alami yang jarang disadari. Banyak orang belum mengetahui manfaat patikan kebo yang sering diabaikan, meski tanaman ini tumbuh mudah di sekitar lingkungan rumah.
Dalam pengobatan tradisional, manfaat patikan kebo yang sering diabaikan telah lama dimanfaatkan untuk membantu menjaga kesehatan secara alami. Kandungan alaminya dipercaya memiliki beragam kegunaan yang sederhana namun berpotensi bermanfaat.
Seiring meningkatnya minat pada pengobatan herbal dan gaya hidup alami, manfaat patikan kebo yang sering diabaikan mulai kembali dilirik oleh banyak orang sebagai alternatif sederhana untuk menjaga kesehatan.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang manfaat patikan kebo yang sering diabaikan, Senin (5/12/2026).
Manfaat Patikan Kebo yang Sering Diabaikan
Masih mengutip buku Grow Your Own Medical Plant, Panduan Praktis Menanam 51 Tanaman Obat Populer di Pekarangan (2024) oleh Cahyo Saparinto, Rini Susiana, beberapa khasiat patikan kebo yaitu membantu mengatasi radang tenggorokan, bronkitis, dan asma, mengobati disentri, radang perut, dan diare, mengatasi penyakit kulit seperti gatal-gatal dan panu, membantu meredakan eksim, berkhasiat sebagai obat batuk dan membantu melancarkan buang air kecil.
Berikut ini manfaat patikan kebo:
1. Membantu Meredakan Gangguan Pernapasan
Patikan kebo dikenal efektif membantu mengatasi asma, bronkitis, batuk, hingga hay fever akibat alergi. Kandungan senyawa anti-inflamasi dan bronkodilatornya bekerja dengan membuka saluran napas yang menyempit sehingga pernapasan terasa lebih lega, terutama bagi penderita gangguan pernapasan kronis.
2. Mengurangi Peradangan pada Saluran Napas
Kandungan etanol dan flavonoid dalam patikan kebo memiliki sifat antiradang yang membantu menekan peradangan di saluran pernapasan. Efek ini berperan penting dalam mengurangi sesak, nyeri dada, dan iritasi akibat infeksi atau alergi.
3. Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan
Secara tradisional, patikan kebo digunakan untuk mengatasi diare, disentri, dan infeksi parasit usus. Sifat antibakteri dan antispasmodiknya membantu menenangkan otot usus serta mengurangi frekuensi buang air besar berlebihan.
4. Meredakan Gangguan Lambung dan Usus
Tanaman ini juga dipercaya membantu meredakan sembelit, mual, muntah, mulas, hingga tukak lambung. Kandungan quercetin membantu mengurangi cairan pada feses sekaligus menormalkan gerakan usus.
5. Memiliki Aktivitas Antibakteri Alami
Ekstrak patikan kebo terbukti mampu melawan berbagai bakteri seperti Salmonella typhi, E. coli, Staphylococcus aureus, dan Klebsiella pneumoniae. Inilah salah satu Manfaat Patikan Kebo yang Sering Diabaikan sebagai antibakteri herbal.
6. Bersifat Antijamur dan Antimikroba
Selain antibakteri, patikan kebo juga memiliki efek antijamur yang membantu mengatasi infeksi kulit, bisul, dan gangguan pencernaan akibat mikroba. Daunnya kerap dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk infeksi luar maupun dalam.
Manfaat Patikan Kebo yang Sering Diabaikan Lainnya
Berikut ini manfaat patikan kebo lainnya:
7. Kaya Antioksidan untuk Perlindungan Sel Tubuh
Patikan kebo mengandung flavonoid, tanin, beta-karoten, vitamin C, dan senyawa fenolik dengan aktivitas antioksidan sangat tinggi. Antioksidan ini membantu menangkal radikal bebas dan melindungi sel dari kerusakan penyebab penyakit kronis.
8. Berpotensi Membantu Mengontrol Gula Darah
Beberapa senyawa aktif dalam Euphorbia hirta diketahui mampu menghambat enzim α-glukosidase, mirip dengan cara kerja obat antidiabetes. Hal ini membuat patikan kebo berpotensi membantu mengontrol kadar gula darah secara alami.
9. Mempercepat Penyembuhan Luka
Kandungan alkaloid, saponin, dan flavonoid dalam patikan kebo mendukung proses regenerasi kulit. Efek anti-inflamasi dan antimikrobanya membantu mencegah infeksi sekaligus mempercepat penutupan luka.
10. Menjaga Kesehatan dan Penampilan Kulit
Patikan kebo berpotensi membantu mengatasi jerawat berkat sifat antiseptiknya. Selain itu, kemampuannya menghambat enzim tirosinase membuka peluang sebagai bahan alami untuk membantu mencerahkan kulit dan meratakan warna kulit.
11. Mendukung Produksi ASI dan Mengurangi Stres
Ekstrak daun patikan kebo diketahui bersifat galaktogenik, membantu meningkatkan hormon prolaktin sehingga mendukung produksi ASI. Tanaman ini juga memiliki efek adaptogen yang membantu tubuh menghadapi stres.
12. Potensi Lain untuk Demam, DBD, dan Penyakit Lain
Patikan kebo dilaporkan berpotensi membantu menurunkan demam, mendukung peningkatan trombosit pada kasus DBD, serta memiliki aktivitas antimalaria dan antikanker berdasarkan studi awal. Meski menjanjikan, manfaat ini masih memerlukan penelitian lanjutan.
Mengenal Patikan Kebo
Mengutip buku berjudul Gulma Ajaib Penakluk Aneka Penyakit (2020) oleh Fauzi Rahmat K, patikan kebo merupakan herba yang dapat tumbuh sepanjang tahun dengan umur 2–4 bulan. Tumbuh tegak atau tegak ujung rebah, tinggi 0,06–0,6 m, bergetah susu atau putih. Batangnya berpenampang bulat, buku membengkak, bergetah putih, ujung batang berambut, stipula berbentuk paku.
Daun patikan kebo berupa daun tunggal berhadapan, berbentuk bulat memanjang (lanset), pangkal dan ujung runcing, tepi bergerigi, dengan bercak ungu, berambut tersebar, permukaan bawah berambut panjang. Ukuran daun 0,5–5 cm × 1–1,5 cm, tangkai 2–4 mm. Pertulangan daunnya menyirip, panjang 5–50 mm, lebar 0,7–1 mm, berwarna hijau keunguan.
Mengutip buku berjudul Grow Your Own Medical Plant, Panduan Praktis Menanam 51 Tanaman Obat Populer di Pekarangan (2024) oleh Cahyo Saparinto, Rini Susiana, patikan kebo merupakan tanaman liar yang banyak ditemukan di area pertanian. Tanaman ini termasuk salah satu tanaman yang memiliki berbagai manfaat, terutama dalam bidang pengobatan tradisional.
Patikan kebo mengandung beragam senyawa kimia, antara lain alkaloid, tannin, senyawa fenolik seperti quersetin, kaempferol, dan asam galat. Selain itu, tanaman ini juga mengandung senyawa lain seperti saponin, flavonoid, tarakserol, taraksetat, serta euforbina.
Patikan kebo dapat dikonsumsi dengan cara memetik bagian daun atau batangnya, kemudian direbus dengan air hingga mendidih. Air rebusan tersebut diminum secukupnya. Namun, patikan kebo tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan.
Q & A Seputar Topik
Apa itu patikan kebo dan mengapa manfaatnya sering diabaikan?
Patikan kebo adalah tanaman liar yang sering tumbuh di pekarangan dan dianggap gulma. Padahal, tanaman ini memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin yang bermanfaat bagi kesehatan, namun kurang dikenal secara luas.
Apa Manfaat Patikan Kebo yang Sering Diabaikan untuk kesehatan pernapasan?
Patikan kebo bermanfaat membantu meredakan asma, batuk, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Sifat anti-inflamasi dan bronkodilatornya membantu melegakan saluran napas dan mengurangi peradangan.
Bagaimana patikan kebo membantu mengatasi masalah pencernaan?
Tanaman ini memiliki sifat antibakteri dan antispasmodik yang membantu mengatasi diare, disentri, mulas, hingga infeksi usus. Kandungan quercetin di dalamnya membantu menormalkan pergerakan usus dan mengurangi cairan berlebih pada feses.
Apakah patikan kebo aman digunakan untuk perawatan kulit dan luka?
Secara tradisional, patikan kebo digunakan untuk membantu penyembuhan luka, bisul, dan jerawat. Kandungan antimikroba dan anti-inflamasinya membantu mencegah infeksi dan mempercepat regenerasi kulit, namun penggunaannya tetap perlu kehati-hatian.
Hal apa yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi patikan kebo?
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi patikan kebo sebaiknya tidak berlebihan. Dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual dan muntah, sehingga disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakannya secara rutin.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464643/original/061982900_1767697447-Screenshot_2026-01-06_175347.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462767/original/005104700_1767588776-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465081/original/032660700_1767758234-tanaman_pecut_kuda_wiki.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465110/original/018957400_1767759197-peperomia-pellucida-398858_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5233266/original/017306900_1748309157-54545986289_b7d5062531_c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464980/original/090802100_1767755913-Bunga_Geranium_di_Pekarangan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4258293/original/079591700_1670833243-holding_fart.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428143/original/073281800_1764480694-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4815900/original/078100200_1714359776-MENIRAN_MERAH.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464626/original/036778400_1767696908-Cover___Lead__12_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3101669/original/007613700_1586850449-batch-blur-chia-close-up-691162.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463028/original/032507100_1767598026-image-3-800x450.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464432/original/019137800_1767689906-grok-image-89322013-634c-4eea-85af-ec16cb864c57.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2379745/original/012546100_1539159589-aaron-burden-391498-unsplashf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3912074/original/086786200_1642923827-cilantro-g17b4a9ccb_1280_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464250/original/028403200_1767684432-Ilustrasi_telur_omega.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5464042/original/029881500_1767677892-anak_sekolah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463280/original/082505200_1767605243-penjernih.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5282327/original/015752200_1752472668-young-happy-students-walking-while-talking-looking-aside.jpg)












:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5342972/original/013803200_1757405019-listya.jpg)








:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5360701/original/072243700_1758720836-20250924_120820.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5344870/original/016126900_1757495648-aman.jpg)



