Liputan6.com, Jakarta - Tanaman kecil yang sering tumbuh liar di halaman rumah kerap dianggap sebagai gulma dan tak jarang terinjak tanpa disadari. Padahal, di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan potensi kesehatan yang luar biasa. Salah satunya adalah daun anting-anting, tanaman yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar namun jarang dimanfaatkan secara optimal.
Manfaat daun anting-anting telah dikenal sejak lama dalam pengobatan tradisional. Tanaman bernama ilmiah Acalypha indica ini dipercaya membantu meredakan berbagai keluhan kesehatan berkat kandungan senyawa alaminya. Daunnya mengandung flavonoid, alkaloid, dan terpenoid yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh serta melawan peradangan.
Dengan mengenal khasiatnya, kita dapat lebih menghargai tanaman sederhana di sekitar rumah yang ternyata menyimpan manfaat besar bagi kesehatan sehari-hari. Berikut Liputan6.com ulas manfaat daun anting-anting merangkum dari berbagai sumber, Rabu (7/1).
Manfaat Daun Anting-Anting: Khasiat Anti-Inflamasi dan Antioksidan
1. Mengatasi Peradangan Alami
Ekstrak daun anting-anting menunjukkan kemampuan anti-inflamasi yang terbukti dalam studi laboratorium. Senyawa aktifnya bekerja dengan menghambat produksi mediator pro-inflamasi seperti prostaglandin dan sitokin. Mekanisme ini secara efektif membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri yang terkait dengan peradangan.
2. Perlindungan dari Radikal Bebas
Kandungan antioksidan yang tinggi, terutama senyawa fenolik dan flavonoid, berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif. Senyawa ini bertindak sebagai penangkap radikal bebas yang efisien. Dengan demikian, anting-anting membantu mencegah penuaan dini dan berbagai penyakit degeneratif.
3. Mempercepat Penyembuhan Luka
Aplikasi topikal ekstrak daun anting-anting dapat mempercepat proses regenerasi jaringan kulit. Kombinasi sifat antiseptik, anti-inflamasi, dan stimulasi pembentukan kolagen menciptakan lingkungan optimal. Ini mendukung penyembuhan luka yang lebih cepat dan efektif.
4. Mengurangi Nyeri (Analgesik)
Tanaman anting-anting memiliki efek analgesik yang membuatnya bermanfaat sebagai pereda nyeri alami. Senyawa aktifnya dapat memodulasi jalur transmisi nyeri di sistem saraf. Ini membantu mengurangi persepsi nyeri ringan hingga sedang.
Studi pada model hewan telah memvalidasi kemampuan antipiretik daun anting-anting. Ekstrak tanaman ini dapat membantu menurunkan suhu tubuh yang meningkat. Ini bekerja dengan memengaruhi pusat termoregulasi di otak, menjadikannya pereda demam alami.
Manfaat Daun Anting-Anting: Aktivitas Antimikroba dan Antijamur
6. Melawan Infeksi Bakteri
Daun anting-anting menunjukkan spektrum aktivitas antibakteri terhadap berbagai jenis bakteri patogen. Ini mencakup bakteri Gram-positif maupun Gram-negatif. Senyawa bioaktifnya dapat merusak dinding sel bakteri atau menghambat sintesis protein, menjadikannya efektif dalam mengatasi infeksi bakteri.
7. Menghambat Pertumbuhan Jamur
Selain antibakteri, tanaman ini juga menunjukkan aktivitas antijamur yang signifikan. Efektivitasnya terlihat terhadap berbagai spesies jamur patogen, termasuk Candida albicans dan Aspergillus niger. Kemampuannya menghambat pertumbuhan jamur membuatnya bermanfaat untuk pengobatan infeksi jamur pada kulit dan mukosa.
8. Potensi Antivirus
Meskipun penelitian masih terbatas, beberapa studi awal menunjukkan adanya potensi aktivitas antivirus dalam ekstrak daun anting-anting. Senyawa flavonoid dan terpenoid diduga dapat mengganggu replikasi virus. Selain itu, senyawa ini juga dapat menghambat penetrasi virus ke dalam sel inang.
9. Efek Antiparasit
Penggunaan tradisional sebagai obat cacing telah didukung oleh penelitian modern yang menunjukkan kemampuan ekstrak anting-anting untuk melumpuhkan atau membunuh parasit usus. Aktivitas anthelmintik ini menjadikannya alternatif alami dalam pengelolaan infeksi parasit.
10. Mengatasi Kudis (Scabies)
Sifat antiparasit khusus terhadap tungau penyebab kudis membuat daun anting-anting efektif sebagai pengobatan topikal. Aplikasi pasta daun dapat membantu eliminasi tungau. Ini juga meredakan gejala kudis seperti gatal dan iritasi kulit.
Manfaat Daun Anting-Anting untuk Kesehatan Organ Internal
11. Melindungi Fungsi Hati (Hepatoprotektif)
Aktivitas hepatoprotektif daun anting-anting terbukti dapat melindungi hati dari kerusakan akibat toksin. Kombinasi sifat antioksidan dan anti-inflamasinya membantu menstabilkan membran sel hati. Ini juga mengurangi kadar enzim hati yang tinggi, mendukung fungsi detoksifikasi organ vital ini.
12. Menjaga Kesehatan Ginjal (Nefroprotektif)
Potensi nefroprotektif tanaman ini membantu melindungi ginjal dari kerusakan. Kerusakan tersebut bisa diakibatkan oleh radikal bebas atau agen nefrotoksik. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak anting-anting dapat mempertahankan fungsi ginjal dan mengurangi penanda kerusakan ginjal.
13. Mengontrol Gula Darah (Antidiabetes)
Ekstrak daun anting-anting menunjukkan potensi dalam pengelolaan diabetes mellitus dengan berbagai mekanisme. Ini termasuk meningkatkan sekresi insulin dan mengurangi resistensi insulin. Efek hipoglikemik ini menjadikannya kandidat untuk terapi antidiabetes alami.
14. Efek Diuretik Alami
Sifat diuretik tanaman anting-anting membantu meningkatkan produksi urin. Ini juga mengeluarkan kelebihan cairan dari tubuh. Manfaat ini berguna dalam mengatasi retensi cairan, edema, dan dapat membantu pengelolaan hipertensi ringan.
15. Sebagai Laksatif Ringan
Efek laksatif ringan dari daun anting-anting dapat membantu meredakan konstipasi. Selain itu, ini juga melancarkan buang air besar. Kandungan serat dan senyawa aktifnya merangsang motilitas usus secara alami tanpa menyebabkan ketergantungan.
Manfaat Daun Anting-Anting: Khasiat untuk Masalah Kulit dan Pencernaan
16. Mengobati Kurap (Ringworm)
Aktivitas antijamur spesifik terhadap dermatofita membuat daun anting-anting efektif dalam pengobatan kurap. Aplikasi topikal ekstrak atau pasta daun dapat menghambat pertumbuhan jamur penyebab kurap. Ini juga meredakan gejala seperti gatal dan kemerahan.
17. Mengatasi Eksim
Kombinasi sifat anti-inflamasi dan antimikroba membantu mengatasi eksim. Ini dilakukan dengan mengurangi peradangan, gatal, dan mencegah infeksi sekunder. Penggunaan topikal dapat menenangkan kulit yang teriritasi dan mengurangi respons inflamasi.
18. Mempercepat Penyembuhan Bisul
Sifat antimikroba dan anti-inflamasi membantu mempercepat pematangan dan penyembuhan bisul. Aplikasi kompres atau pasta daun dapat membantu melawan infeksi bakteri penyebab bisul. Ini juga mengurangi peradangan di sekitarnya.
19. Mengurangi Gatal (Antipruritik)
Efek antipruritik daun anting-anting membantu mengurangi sensasi gatal pada berbagai kondisi kulit. Kemampuannya memodulasi respons histamin dan mengurangi iritasi saraf kulit menjadikannya solusi alami untuk masalah gatal-gatal.
20. Mengatasi Diare dan Disentri
Sifat antibakteri dan astringen membantu mengurangi bakteri patogen di usus. Selain itu, ini juga mengencangkan jaringan usus. Efektivitasnya terhadap bakteri penyebab diare dan disentri mendukung penggunaan tradisionalnya untuk masalah pencernaan.
Manfaat Daun Anting-Anting dan Potensi Terapi Lanjutan
21. Melindungi Lambung (Gastroprotektif)
Ekstrak daun anting-anting menunjukkan kemampuan melindungi mukosa lambung dari kerusakan. Aktivitas antioksidan dan anti-inflamasinya dapat mengurangi indeks ulkus dan meningkatkan produksi lendir pelindung lambung.
22. Mengatasi Masalah Pernapasan
Penggunaan tradisional untuk asma, bronkitis, dan pneumonia didukung oleh sifat anti-inflamasi dan bronkodilator. Sifat ini dapat mengurangi peradangan saluran napas. Kemampuannya melonggarkan otot-otot bronkus membantu meredakan gejala sesak napas.
23. Potensi Antikanker
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak anting-anting dapat menghambat proliferasi sel kanker dan menginduksi apoptosis. Senyawa fitokimia seperti flavonoid dan alkaloid berperan penting dalam aktivitas antikanker yang menjanjikan ini. Ini termasuk potensi terhadap sel kanker paru-paru dan usus besar.
24. Efek Imunomodulator
Tanaman ini berpotensi memodulasi respons sistem kekebalan tubuh. Ini menjadikannya kandidat untuk aplikasi terapeutik dalam kondisi terkait imunitas. Ekstraknya dapat memengaruhi produksi sitokin dan aktivitas sel imun.
25. Mengatasi Sakit Kepala
Sifat analgesik dan anti-inflamasi dari daun anting-anting dapat membantu meredakan sakit kepala. Sakit kepala ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Penggunaan sebagai kompres topikal atau ramuan internal dapat memberikan efek pereda nyeri kepala secara alami.
Mengenal Tanaman Anting-Anting
Acalypha indica, yang juga dikenal sebagai Indian Copperleaf atau Indian Nettle, adalah tanaman herbal tegak dari famili Euphorbiaceae. Tanaman ini mudah dikenali dari daunnya yang berbentuk oval dengan tepi bergerigi serta rangkaian bunga kecil menjuntai yang menyerupai anting-anting. Habitatnya tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, termasuk di seluruh wilayah Asia dan Afrika. Tanaman anting-anting ini sering tumbuh liar di pekarangan dan ladang.
Secara tradisional, berbagai bagian tanaman ini, seperti daun, batang, dan akar, telah dimanfaatkan dalam sistem pengobatan tradisional seperti Ayurveda, Siddha, Unani, dan praktik pengobatan rakyat Afrika. Kandungan kimia dalam Acalypha indica sangat kompleks, meliputi senyawa fenolik, flavonoid (seperti kaempferol, quercetin, dan rutin), alkaloid (termasuk acalyphine), saponin, tanin, terpenoid, kumarin, antrakuinon, steroid, dan minyak esensial. Senyawa-senyawa fitokimia ini berperan penting dalam memberikan berbagai aktivitas farmakologi pada tanaman ini.
Meskipun sering dianggap sebagai gulma karena kemudahan tumbuh dan daya adaptasinya yang tinggi, Acalypha indica memiliki potensi terapeutik yang signifikan. Potensi ini telah divalidasi melalui berbagai penelitian modern. Keberadaan anting-anting di halaman rumah bisa menjadi berkah tak terduga bagi kesehatan.
Tanya Jawab (QnA)
Q: Apakah daun anting-anting aman digunakan untuk semua orang?
A: Meskipun secara umum aman, penggunaan daun anting-anting sebaiknya dikonsultasikan dengan ahli herbal atau tenaga kesehatan, terutama untuk ibu hamil, menyusui, dan anak-anak. Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi atau sensitivitas terhadap tanaman ini.
Q: Bagaimana cara mengolah daun anting-anting untuk pengobatan?
A: Daun anting-anting dapat diolah dengan berbagai cara: direbus untuk membuat ramuan, ditumbuk menjadi pasta untuk aplikasi topikal, atau dikeringkan untuk dibuat teh herbal. Pastikan menggunakan daun yang segar dan bersih, serta ikuti takaran yang tepat.
Q: Berapa lama efek pengobatan dengan daun anting-anting dapat terlihat?
A: Efek pengobatan bervariasi tergantung kondisi yang diobati dan metode penggunaan. Untuk masalah kulit, efek biasanya terlihat dalam 1-2 minggu penggunaan rutin. Untuk kondisi internal, mungkin memerlukan waktu lebih lama dan sebaiknya dimonitor oleh tenaga kesehatan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4689983/original/044530000_1702883142-ilustrasi_kelapa_muda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467036/original/062910800_1767860942-mbg_2026.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1162644/original/046496300_1457264533-obat1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466784/original/016581300_1767855259-Perbedaan_Ptosis_dan_Blefaritis_pada_Mata.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466562/original/000258500_1767848471-peranan-babandotan-ageratum-conyzoides-l-sebagai-pestisida-nabati-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4953199/original/093342800_1727287032-WhatsApp_Image_2024-09-25_at_12.35.35_62b8031a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466779/original/060448100_1767854693-Skrining_BPJS_Kesehatan_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466730/original/093450700_1767852781-ilustrasi_akar_serapat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5466581/original/006806000_1767848830-ratih_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5466551/original/037865900_1767847802-ratih.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381613/original/069355300_1760512548-mom-comforting-her-upset-daughter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2730512/original/088532900_1550345667-PURWOCENG-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364020/original/056126600_1759031473-jaspreet-kalsi-ddwTVeymVIM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466140/original/014339900_1767832801-Tanaman_Akar_Kuning.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466051/original/084619100_1767794768-Kirinyuh_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4942667/original/082011500_1726114940-portrait-happy-asian-girl-say-hi-stops-drawing-digital-tablet-with-graphic-pen-waving-hand.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465603/original/003789400_1767771591-dark-eyes-young-girl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465385/original/008775600_1767766851-Melastoma_malabathricum_blossom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5465890/original/012027500_1767779414-bgs_super_flu.jpeg)




















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5360701/original/072243700_1758720836-20250924_120820.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5344870/original/016126900_1757495648-aman.jpg)




