Liputan6.com, Jakarta - Tanaman anting-anting atau Acalypha indica menarik perhatian dunia kesehatan modern karena khasiatnya yang luas. Tumbuhan liar yang dulu sering dianggap gulma ini ternyata menyimpan berbagai senyawa aktif yang bekerja pada banyak sistem tubuh, mulai dari antiinflamasi, antimikroba, hingga antikanker. Tak hanya populer dalam pengobatan tradisional, kini berbagai studi ilmiah membuktikan efektivitasnya dalam menjaga fungsi hati, ginjal, dan kekebalan tubuh. Kandungan flavonoid, terpenoid, alkaloid, hingga senyawa fenolik membuat tanaman ini menjadi sumber fitoterapi potensial. Menariknya, hampir seluruh bagian tanaman ini bisa dimanfaatkan — dari daun, batang, hingga akar.
Manfaat tanaman anting-anting tidak datang begitu saja, melainkan karena mekanisme biokimia yang kompleks yang mendukung proses penyembuhan alami tubuh. Ekstraknya terbukti membantu melawan infeksi, mengontrol kadar gula darah, serta melindungi jaringan dari kerusakan akibat radikal bebas. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan tanaman ini mampu mempercepat penyembuhan luka dan menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu. Dengan bukti ilmiah yang terus bertambah, wajar jika tanaman sederhana ini mulai diperhitungkan sebagai “superherbal” masa depan. Berikut 30 manfaat tanaman anting-anting yang telah dikaji secara ilmiah dan tradisional.
1. Mengurangi Peradangan Berkat Efek Antiinflamasi
Salah satu manfaat utama tanaman anting-anting adalah kemampuannya meredakan peradangan. Ekstrak daunnya mengandung flavonoid dan terpenoid yang bekerja menghambat produksi senyawa proinflamasi seperti prostaglandin dan sitokin. Efek ini membantu mengurangi pembengkakan serta rasa nyeri akibat infeksi atau cedera jaringan. Dalam uji laboratorium, ekstrak tanaman ini terbukti menurunkan edema pada hewan percobaan, yang menegaskan potensi antiinflamasinya.
Selain meredakan peradangan, efek ini juga memberikan perlindungan tambahan pada organ tubuh yang sering terpapar stres oksidatif. Kombinasi antara antioksidan dan antiinflamasi di dalam tanaman ini membantu menjaga stabilitas membran sel dan mempercepat pemulihan jaringan rusak. Bagi penderita penyakit seperti radang sendi atau infeksi kulit, konsumsi atau penggunaan topikal dari tanaman ini bisa memberikan efek menenangkan. Namun, tentu penggunaannya sebaiknya didampingi oleh ahli herbal atau dokter untuk menentukan dosis yang tepat.
2. Melawan Radikal Bebas Lewat Aktivitas Antioksidan
Tanaman anting-anting dikenal memiliki kadar antioksidan tinggi yang berfungsi menangkal radikal bebas. Senyawa fenolik dan flavonoid dalam ekstraknya berperan penting dalam menetralkan molekul berbahaya penyebab penuaan dini dan kerusakan sel. Aktivitas ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan oksidatif di dalam tubuh, terutama bagi mereka yang terpapar polusi atau stres kronis. Beberapa studi in vitro menunjukkan bahwa ekstrak tanaman ini efektif melawan radikal DPPH dan radikal hidroksil.
3. Menghambat Pertumbuhan Bakteri Penyebab Infeksi
Kemampuan antibakteri tanaman anting-anting sudah lama dikenal dalam pengobatan tradisional dan kini terbukti secara ilmiah. Senyawa aktif dalam ekstrak daunnya mampu menghambat pertumbuhan berbagai bakteri berbahaya, termasuk Staphylococcus aureus dan E. coli. Mekanisme utamanya adalah merusak dinding sel bakteri serta menghambat sintesis proteinnya. Efek ini menjadikan tanaman ini sangat potensial untuk mengatasi infeksi kulit, luka, dan bahkan infeksi saluran pencernaan ringan.
4. Mencegah Infeksi Jamur dan Masalah Kulit
Selain melawan bakteri, tanaman anting-anting juga memiliki kemampuan antijamur yang kuat. Ekstraknya diketahui dapat menghambat pertumbuhan jamur seperti Candida albicans dan dermatofita penyebab infeksi kulit. Senyawa bioaktifnya bekerja dengan merusak membran sel jamur sehingga pertumbuhan mikroba tersebut terhenti. Hal ini membuat tanaman ini sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah kulit seperti panu, kurap, dan kandidiasis. Dalam praktik tradisional, daun anting-anting sering dihaluskan dan dioleskan langsung pada area kulit yang terinfeksi. Penggunaan ini ternyata selaras dengan temuan ilmiah yang menegaskan aktivitas fungistatik dan fungisidal tanaman ini.
5. Mendukung Proses Penyembuhan Luka Lebih Cepat
Tanaman anting-anting terbukti mampu mempercepat penyembuhan luka berkat kombinasi efek antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidannya. Senyawa di dalamnya meningkatkan pembentukan kolagen dan mempercepat kontraksi jaringan luka. Selain itu, aktivitas antiseptiknya mencegah infeksi yang bisa memperlambat proses penyembuhan. Dalam penelitian hewan, salep yang mengandung ekstrak tanaman ini terbukti mempercepat penutupan luka dibandingkan kelompok kontrol.
Manfaat ini membuat tanaman anting-anting sering dijadikan bahan salep alami di beberapa daerah pedesaan. Dengan penggunaan yang teratur, luka bisa sembuh lebih cepat dan meninggalkan bekas yang lebih halus. Efek regeneratifnya juga membantu merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru, penting untuk suplai oksigen ke jaringan yang rusak. Tidak heran jika tanaman ini disebut sebagai “penyembuh alami luka kulit”.
6. Mengeluarkan Racun dari Tubuh Melalui Efek Diuretik
Efek diuretik tanaman anting-anting membantu meningkatkan produksi urin, sehingga tubuh lebih cepat membuang kelebihan cairan dan racun. Mekanisme ini mendukung fungsi ginjal dalam proses detoksifikasi alami. Dalam penelitian farmakologi, ekstrak air tanaman ini terbukti meningkatkan volume urin serta ekskresi elektrolit seperti natrium dan kalium. Efek ini membuatnya bermanfaat untuk membantu mengatasi edema dan tekanan darah ringan.
Selain untuk kesehatan ginjal, efek diuretik juga dapat membantu mengurangi rasa kembung atau retensi cairan akibat pola makan tinggi garam. Namun, konsumsi berlebihan tetap perlu dihindari agar tidak menyebabkan dehidrasi atau kehilangan mineral penting. Jika digunakan dengan benar, tanaman ini bisa menjadi agen alami untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh secara sehat.
7. Membantu Melancarkan Pencernaan dan Atasi Sembelit
Daun anting-anting dikenal memiliki efek laksatif ringan yang membantu melancarkan buang air besar. Kandungan serat dan senyawa fitokimia di dalamnya merangsang gerakan peristaltik usus sehingga memperlancar pencernaan. Efek ini membuat tanaman ini bermanfaat untuk mencegah sembelit ringan tanpa efek samping seperti kram perut yang sering ditimbulkan obat kimia. Secara tradisional, daun muda tanaman ini sering direbus dan diminum airnya sebagai pelancar alami.
Selain membantu pencernaan, efek laksatifnya juga mendukung proses detoksifikasi dengan mempercepat pengeluaran limbah tubuh. Konsumsi dalam jumlah moderat dapat membantu menjaga kesehatan usus besar dan mencegah gangguan pencernaan kronis. Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh karena konsumsi berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi ringan. Bagi penderita sembelit ringan, tanaman ini bisa menjadi solusi herbal yang aman.
8. Menurunkan Kadar Gula Darah Secara Alami
Salah satu manfaat penting tanaman anting-anting yang banyak diteliti adalah potensinya dalam mengelola diabetes. Ekstrak tanaman ini dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah melalui peningkatan sekresi insulin dan penurunan resistensi insulin. Senyawa bioaktif di dalamnya juga menghambat penyerapan glukosa di usus, sehingga kadar gula darah tetap stabil. Dalam penelitian pada hewan, efek hipoglikemik tanaman ini cukup signifikan.
Potensi ini menjadikan tanaman anting-anting bahan menarik untuk dikembangkan sebagai terapi tambahan bagi penderita diabetes tipe 2. Dengan sifatnya yang alami, tanaman ini dapat dikombinasikan dengan gaya hidup sehat dan diet seimbang. Walau demikian, penggunaannya sebaiknya tetap di bawah pengawasan medis untuk mencegah hipoglikemia akibat interaksi dengan obat antidiabetes kimia.
9. Membantu Meredakan Rasa Nyeri secara Alami
Efek analgesik tanaman anting-anting membantu mengurangi rasa nyeri akibat peradangan atau cedera. Senyawa flavonoid dan alkaloid di dalamnya bekerja dengan memblokir jalur transmisi rasa sakit di sistem saraf pusat. Dalam penelitian pada hewan, ekstrak tanaman ini menunjukkan aktivitas antinosiseptif yang berarti dapat menurunkan persepsi terhadap nyeri. Efek ini membuatnya cocok digunakan untuk nyeri otot, sakit kepala ringan, atau kram menstruasi.
Selain sebagai pereda nyeri alami, tanaman ini juga memiliki keunggulan karena tidak menyebabkan ketergantungan seperti obat analgesik sintetis. Kombinasi efek antiinflamasi dan analgesik membuatnya ideal sebagai alternatif herbal untuk nyeri kronis ringan. Namun, tetap disarankan untuk berkonsultasi sebelum digunakan bersama obat penghilang rasa sakit konvensional.
10. Menurunkan Demam Berkat Efek Antipiretik
Ekstrak tanaman anting-anting juga dikenal memiliki efek antipiretik, yaitu menurunkan suhu tubuh saat demam. Senyawa aktifnya bekerja dengan memengaruhi pusat pengatur suhu di otak untuk menurunkan panas tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak tanaman ini pada hewan dengan demam mampu mengurangi suhu tubuh secara signifikan. Efek ini menjadikan tanaman anting-anting sebagai alternatif alami pengganti obat penurun panas kimia.
Manfaat ini sejalan dengan penggunaannya dalam pengobatan tradisional yang sering memanfaatkan rebusan daun untuk meredakan demam ringan. Dengan sifatnya yang aman dan alami, tanaman ini dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan selama dosisnya tidak berlebihan. Efek antipiretiknya juga membantu mempercepat pemulihan tubuh dengan menenangkan sistem saraf dan menjaga keseimbangan cairan.
11. Melindungi Hati dari Kerusakan Berkat Efek Hepatoprotektif
Tanaman anting-anting memiliki sifat hepatoprotektif yang membantu menjaga fungsi hati dari kerusakan akibat obat atau racun. Kandungan antioksidan dan flavonoidnya bekerja melindungi sel hati dari stres oksidatif dan peradangan. Dalam penelitian hewan, ekstrak Acalypha indica mampu menurunkan kadar enzim hati yang tinggi akibat kerusakan. Efek ini menjadikannya obat herbal alami potensial untuk mendukung terapi gangguan hati ringan seperti hepatitis atau fatty liver. Dengan konsumsi teratur dalam dosis aman, manfaat tanaman anting-anting untuk kesehatan hati bisa menjadi perlindungan alami tubuh dari toksin harian.
12. Menjaga Kesehatan Ginjal dan Mencegah Kerusakan
Selain melindungi hati, Acalypha indica juga menunjukkan potensi nefroprotektif, yaitu menjaga kesehatan ginjal agar tetap optimal. Antioksidan dalam tanaman anting-anting membantu mengurangi kerusakan sel ginjal akibat paparan radikal bebas atau obat-obatan nefrotoksik. Efeknya membantu menurunkan kadar kreatinin dan ureum pada model hewan uji. Karena ginjal berperan penting dalam menyaring racun, penggunaan tanaman ini bisa menjadi dukungan alami bagi fungsi ekskresi tubuh. Tak heran jika manfaat tanaman anting-anting sering dikaitkan dengan detoks alami dan perlindungan ginjal jangka panjang.
13. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Efek Imunomodulator
Salah satu manfaat tanaman anting-anting untuk kesehatan yang menarik perhatian ilmuwan adalah efek imunomodulatornya. Artinya, tanaman ini bisa menyesuaikan respons sistem kekebalan tubuh: meningkatkan imunitas saat lemah dan menurunkan reaksi berlebihan saat alergi. Kandungan fitokimia dalam Acalypha indica mampu memengaruhi produksi sitokin dan aktivitas sel imun. Dengan begitu, tubuh lebih siap melawan infeksi tanpa risiko peradangan berlebihan. Efek ini menjadikan tanaman anting-anting salah satu herbal yang mendukung keseimbangan sistem imun secara alami.
14. Meningkatkan Perlindungan Lambung dan Mencegah Tukak
Tanaman anting-anting memiliki manfaat gastroprotektif yang membantu melindungi lapisan lambung dari iritasi dan luka. Flavonoid dan senyawa fenolik di dalamnya meningkatkan sekresi lendir pelindung serta menetralkan asam lambung berlebih. Dalam penelitian, ekstrak tanaman ini mampu menurunkan tingkat keparahan tukak pada model hewan uji. Bagi penderita maag ringan, konsumsi rebusan daun anting-anting dapat membantu menenangkan perut. Ini menjadikan Acalypha indica pilihan alami untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.
15. Membantu Melawan Parasit Usus secara Alami
Secara tradisional, tanaman anting-anting digunakan sebagai obat cacing alami karena memiliki efek antiparasit atau vermifuga. Senyawa aktifnya bekerja melumpuhkan sistem saraf cacing dan menghambat metabolisme parasit. Dalam beberapa penelitian, ekstrak Acalypha indica efektif melawan jenis parasit seperti Ascaris dan Pheretima posthuma. Dengan penggunaan yang tepat, herbal ini bisa menjadi alternatif alami untuk mengatasi infeksi parasit ringan tanpa efek samping keras. Manfaat ini membuat tanaman anting-anting relevan di daerah tropis yang rentan terhadap infeksi cacing usus.
16. Membantu Mencegah Kanker dengan Senyawa Antitumor
Salah satu temuan paling menjanjikan tentang Acalypha indica adalah aktivitas antikankernya. Ekstrak tanaman ini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dan memicu kematian sel (apoptosis) pada berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara dan usus besar. Mekanisme ini diduga berasal dari kandungan flavonoid dan alkaloid yang tinggi. Selain sebagai pencegahan, tanaman anting-anting juga berpotensi menjadi terapi pendamping dalam pengobatan kanker. Meski masih perlu penelitian klinis, manfaat tanaman anting-anting untuk kesehatan ini menunjukkan arah baru dalam pengembangan obat herbal antikanker alami.
17. Menurunkan Risiko Infeksi Virus Tertentu
Beberapa penelitian awal mengindikasikan bahwa tanaman anting-anting memiliki aktivitas antivirus yang menjanjikan. Senyawa terpenoid dan flavonoid di dalamnya diduga dapat menghambat replikasi virus atau mencegah virus menempel pada sel inang. Walau masih terbatas pada uji in vitro, hasilnya menunjukkan potensi Acalypha indica sebagai bahan baku obat herbal alami antivirus. Dengan meningkatnya ancaman penyakit menular, tanaman ini bisa menjadi sumber riset penting untuk terapi alami di masa depan. Penggunaannya sebagai pencegah infeksi ringan bisa menjadi langkah pendukung gaya hidup sehat.
18. Meredakan Gejala Asma dan Gangguan Pernapasan
Tanaman anting-anting secara tradisional digunakan untuk membantu meringankan gejala asma. Efek antiinflamasi dan bronkodilatornya membantu mengendurkan otot saluran napas, sehingga mempermudah pernapasan. Kandungan bioaktifnya juga dapat mengurangi produksi lendir berlebih yang sering memperburuk asma. Beberapa studi pendahuluan menunjukkan bahwa ekstrak Acalypha indica dapat menenangkan spasme bronkus pada hewan uji. Hal ini menjadikannya alternatif alami yang menjanjikan untuk membantu penderita asma ringan, tentu dengan pengawasan medis yang tepat.
19. Menenangkan Sistem Saraf dan Mencegah Kejang
Penelitian awal mengungkapkan bahwa Acalypha indica memiliki potensi antikonvulsan atau antikejang. Senyawa aktifnya diyakini memengaruhi neurotransmiter di otak untuk mengurangi aktivitas saraf yang berlebihan. Pada uji hewan, ekstrak tanaman ini terbukti meningkatkan ambang kejang dan memperpendek durasi kejang yang diinduksi. Efek menenangkan sistem saraf ini membuat tanaman anting-anting berpotensi dikembangkan untuk terapi gangguan saraf ringan. Selain itu, aktivitas ini juga mendukung efek relaksasi tubuh secara keseluruhan.
20. Membantu Tubuh Mengatasi Racun Ular Secara Tradisional
Dalam pengobatan tradisional, tanaman anting-anting sering digunakan sebagai pertolongan pertama terhadap gigitan ular. Ekstraknya dipercaya mampu menetralkan komponen racun tertentu dan menghambat aktivitas enzim fosfolipase A2 yang umum terdapat dalam bisa ular. Walau belum bisa menggantikan antivenom medis, manfaat tanaman anting-anting ini penting sebagai pengobatan pendukung di daerah pedesaan. Efeknya menunjukkan potensi tanaman ini dalam menetralkan toksin alami dan mendukung penelitian obat penawar racun berbasis herbal.
21. Mengatasi Kudis dan Infeksi Kulit Parasit
Tanaman anting-anting (Acalypha indica) dikenal ampuh mengatasi kudis berkat efek antiparasitnya. Senyawa bioaktif di dalamnya dapat membunuh tungau penyebab kudis sekaligus menenangkan kulit yang meradang. Penggunaan pasta daun secara topikal menjadi cara tradisional yang umum dilakukan. Efek antiinflamasi dan antimikroba turut membantu meredakan gatal serta mempercepat penyembuhan luka kulit. Tak heran bila manfaat tanaman anting-anting untuk kesehatan kulit ini terus dilestarikan di berbagai pengobatan tradisional Nusantara.
22. Mengobati Kurap dan Infeksi Jamur Kulit
Selain kudis, Acalypha indica juga efektif melawan jamur dermatofita penyebab kurap (ringworm). Kandungan antijamur alami dalam daun anting-anting membantu menghambat pertumbuhan jamur seperti Trichophyton dan Microsporum. Penggunaan ekstrak atau air rebusannya secara rutin dapat mempercepat pemulihan kulit yang terinfeksi. Selain itu, efek menenangkan kulit membantu meredakan rasa gatal yang menyertai kurap. Ini membuat tanaman anting-anting menjadi salah satu obat herbal alami terbaik untuk menjaga kesehatan kulit.
23. Meredakan Gejala Eksim dan Iritasi Kulit
Manfaat tanaman anting-anting berikutnya adalah untuk mengatasi eksim, kondisi kulit yang menyebabkan peradangan dan gatal kronis. Ekstraknya membantu menekan reaksi inflamasi sekaligus melawan infeksi sekunder akibat bakteri. Efek astringent dari daun anting-anting juga membantu mengecilkan pori-pori dan mengurangi produksi minyak berlebih. Dengan sifatnya yang menenangkan, herbal ini cocok untuk kulit sensitif. Tak hanya sebagai pengobatan, tanaman ini juga dapat dijadikan perawatan alami untuk menjaga kesehatan kulit jangka panjang.
24. Membantu Mengeringkan Bisul dan Luka Bernanah
Tanaman anting-anting dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai ramuan alami untuk mempercepat pematangan dan penyembuhan bisul. Sifat antibakterinya membantu mengatasi infeksi, sementara efek antiinflamasi mengurangi nyeri dan pembengkakan di sekitar luka. Penggunaan daun segar yang ditumbuk dan ditempelkan pada area bisul dapat mempercepat keluarnya nanah. Setelah itu, luka akan lebih cepat mengering dan sembuh sempurna. Khasiat ini menjadikan Acalypha indica sebagai pilihan herbal alami untuk masalah kulit infeksi ringan.
25. Mengurangi Gatal akibat Alergi atau Gigitan Serangga
Salah satu manfaat praktis dari tanaman anting-anting adalah efek antipruritiknya, yaitu mengurangi sensasi gatal pada kulit. Kandungan flavonoid dan saponin berperan menenangkan iritasi dan menekan reaksi histamin yang menyebabkan gatal. Cukup gunakan ekstrak atau air rebusan daun anting-anting untuk membasuh area kulit yang terasa gatal. Selain aman, efeknya juga menenangkan kulit dan mempercepat pemulihan. Penggunaan rutin dapat membantu mencegah infeksi kulit akibat garukan berlebihan.
26. Mengatasi Diare secara Alami
Daun dan akar tanaman anting-anting telah lama digunakan untuk mengobati diare karena kandungan antibakterinya yang tinggi. Senyawa aktif di dalamnya membantu membunuh bakteri patogen penyebab diare seperti E. coli dan Shigella. Selain itu, efek astringent-nya membantu mengurangi frekuensi buang air besar dengan mengencangkan jaringan usus. Ramuan rebusan daun anting-anting menjadi solusi alami yang mudah dibuat di rumah. Tak hanya efektif, pengobatan herbal ini juga aman bagi tubuh jika dikonsumsi sesuai takaran.
27. Membantu Mengatasi Disentri
Selain diare, manfaat tanaman anting-anting juga meluas ke pengobatan disentri, yaitu peradangan usus yang disertai buang air besar berdarah. Kandungan senyawa antimikroba dan antiinflamasi membantu melawan infeksi bakteri penyebab serta mengurangi nyeri perut. Dalam pengobatan tradisional, rebusan daun anting-anting sering dikonsumsi dua kali sehari hingga gejala mereda. Khasiat ini sejalan dengan temuan ilmiah tentang aktivitas antibakteri Acalypha indica. Efeknya membuat tanaman ini dipercaya sebagai salah satu obat herbal alami yang efektif untuk gangguan pencernaan.
28. Menurunkan Demam dan Mengatasi Gejala Panas Dalam
Ekstrak tanaman anting-anting memiliki efek antipiretik yang dapat membantu menurunkan suhu tubuh saat demam. Senyawa aktifnya bekerja dengan menekan produksi prostaglandin di pusat pengatur suhu otak. Selain itu, sifat antiinflamasinya membantu meringankan gejala panas dalam seperti tenggorokan kering dan tubuh lemas. Rebusan daun anting-anting bisa diminum dua kali sehari untuk membantu menurunkan demam ringan. Efek alami ini menjadikan tanaman anting-anting sebagai alternatif obat herbal penurun panas yang aman.
29. Meredakan Sakit Kepala dan Rasa Pegal
Manfaat tanaman anting-anting lainnya adalah kemampuannya sebagai analgesik alami untuk mengurangi nyeri. Kandungan alkaloid dan flavonoidnya berperan dalam menekan sinyal nyeri di sistem saraf pusat. Dalam pengobatan tradisional, daun yang dihaluskan sering digunakan sebagai kompres pada dahi untuk meredakan sakit kepala. Selain itu, air rebusan tanaman ini juga membantu mengurangi rasa pegal atau nyeri sendi ringan. Efek menenangkan tubuhnya membuat tanaman ini cocok sebagai dukungan alami untuk relaksasi.
30. Membantu Menurunkan Asam Urat dan Nyeri Sendi
Terakhir, salah satu manfaat tanaman anting-anting yang paling populer adalah kemampuannya menurunkan kadar asam urat dalam darah. Ekstrak akarnya dapat membantu melarutkan kristal asam urat yang menumpuk di persendian. Dengan efek antiinflamasi dan diuretik, Acalypha indica membantu mengeluarkan kelebihan asam urat melalui urin. Penggunaan rutin dalam dosis aman dapat membantu mencegah serangan gout atau nyeri sendi. Khasiat ini menjadikan tanaman anting-anting sebagai herbal alami untuk asam urat yang patut dipertimbangkan.
Pertanyaan seputar Manfaat Tanaman Anting-Anting untuk Kesehatan
1. Apa itu tanaman anting-anting dan apa nama ilmiahnya?
Tanaman anting-anting adalah Acalypha indica, herbal tropis dari famili Euphorbiaceae yang dikenal berkhasiat untuk pengobatan tradisional.
2. Apa manfaat utama daun anting-anting untuk kesehatan?
Daun anting-anting berfungsi sebagai antiinflamasi, antimikroba, diuretik, serta membantu menurunkan asam urat dan gula darah.
3. Apakah tanaman anting-anting aman dikonsumsi?
Aman bila digunakan dalam dosis wajar, baik dalam bentuk rebusan atau ekstrak, namun tidak disarankan untuk ibu hamil tanpa pengawasan dokter.
4. Bagaimana cara mengonsumsi tanaman anting-anting?
Rebus 30–60 gram daun atau akar kering dalam dua gelas air hingga tersisa satu gelas, lalu diminum dua kali sehari.
5. Apakah anting-anting bisa digunakan untuk perawatan kulit?
Ya, ekstrak daun anting-anting efektif mengatasi gatal, eksim, kurap, dan kudis karena kandungan antibakteri dan antijamurnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4689983/original/044530000_1702883142-ilustrasi_kelapa_muda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467036/original/062910800_1767860942-mbg_2026.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1162644/original/046496300_1457264533-obat1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466784/original/016581300_1767855259-Perbedaan_Ptosis_dan_Blefaritis_pada_Mata.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466562/original/000258500_1767848471-peranan-babandotan-ageratum-conyzoides-l-sebagai-pestisida-nabati-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4953199/original/093342800_1727287032-WhatsApp_Image_2024-09-25_at_12.35.35_62b8031a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466779/original/060448100_1767854693-Skrining_BPJS_Kesehatan_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466730/original/093450700_1767852781-ilustrasi_akar_serapat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5466581/original/006806000_1767848830-ratih_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5466551/original/037865900_1767847802-ratih.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381613/original/069355300_1760512548-mom-comforting-her-upset-daughter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2730512/original/088532900_1550345667-PURWOCENG-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364020/original/056126600_1759031473-jaspreet-kalsi-ddwTVeymVIM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466140/original/014339900_1767832801-Tanaman_Akar_Kuning.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466051/original/084619100_1767794768-Kirinyuh_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4942667/original/082011500_1726114940-portrait-happy-asian-girl-say-hi-stops-drawing-digital-tablet-with-graphic-pen-waving-hand.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465603/original/003789400_1767771591-dark-eyes-young-girl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465385/original/008775600_1767766851-Melastoma_malabathricum_blossom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5465890/original/012027500_1767779414-bgs_super_flu.jpeg)




















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5360701/original/072243700_1758720836-20250924_120820.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5344870/original/016126900_1757495648-aman.jpg)




