Liputan6.com, Jakarta - Tanaman beluntas (Pluchea indica) yang selama ini dikenal sebagai lalapan tradisional ternyata menyimpan beragam manfaat untuk kesehatan.
Beluntas telah lama dikonsumsi masyarakat Sunda, Jawa, dan Madura sebagai pelengkap makanan sehari-hari. Selain rasanya yang khas, daun beluntas dipercaya mampu membantu mengurangi bau badan. Namun, fungsi beluntas tidak berhenti sebagai lalapan semata tapi baik untuk pencernaan hingga mencegah penyakit kronis.
“Beluntas merupakan tanaman herbal yang sangat potensial dan telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional,” ujar pakar tanaman herbal dari IPB University Prof Sandra Arifin Aziz mengutip dari laman IPB University, Jumat, 9 Januari 2026.
Beluntas memiliki khasiat untuk membantu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, mulai dari pencernaan hingga perlindungan terhadap penyakit kronis. Temuan ini memperkuat potensi tanaman lokal Indonesia sebagai sumber pangan fungsional dan bahan herbal alami.
Kaya Antioksidan, Beluntas Berkhasiat untuk Beragam Penyakit
Sandra mengungkapkan bahwa beluntas mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan tersebut meliputi flavonoid, tanin, alkaloid, senyawa fenolik, steroid, saponin, serta minyak atsiri.
Senyawa-senyawa ini berperan sebagai antioksidan alami yang membantu menangkal radikal bebas. Berkat kandungan tersebut, beluntas berpotensi membantu meringankan gejala rematik, menjaga kesehatan jantung, memperbaiki sistem pencernaan, serta mendukung kesehatan kulit.
Dalam praktik pengobatan tradisional, beluntas juga kerap digunakan untuk mengatasi demam dan gangguan pencernaan ringan.
“Sebagai lalapan atau sayuran, beluntas relatif aman dikonsumsi dan tidak memiliki batasan khusus,” jelas Sandra.
Ia menambahkan, tubuh yang sehat umumnya mampu mengatur sendiri asupan beluntas tanpa menimbulkan efek samping berarti.
Beluntas Punya Potensi Dikembangkan Secara Luas
Beluntas dikenal sebagai tanaman perdu yang mampu tumbuh hingga dua meter. Tanaman ini memiliki batang berambut halus, daun berbentuk bulat telur berwarna hijau muda, serta bunga majemuk berwarna putih kekuningan.
Beluntas tumbuh subur di kawasan tropis Asia Tenggara dan India. Di Indonesia, tanaman ini banyak ditemukan di wilayah Sulawesi dan Nusa Tenggara karena kemampuannya bertahan di kondisi kering dan tanah berbatu.
Tanaman ini juga dikenal dengan berbagai nama lokal, seperti luntas di Jawa, baluntas atau baruntas di Sunda, lamutasa di Makassar, dan lenabou di Timor. Beluntas dapat diperbanyak melalui biji maupun stek, sehingga mudah dibudidayakan di pekarangan.
Sandra menilai, beluntas memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai tanaman herbal unggulan sekaligus mendukung pelestarian tanaman lokal Indonesia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465354/original/015062500_1767766047-pressfoto.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468640/original/049006500_1767964837-pus2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5166850/original/034756100_1742287804-full-shot-woman-dealing-with-imposter-syndrome_23-2149692356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4751731/original/068414100_1708738616-portrait-little-girl-with-teddy-bear-blurred-background-interior-room.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324961/original/042784800_1755916939-SnapInsta.to_535180391_18525335989037198_3756748230369549792_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467946/original/093807900_1767937055-Screenshot_2026-01-09_123657.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4805145/original/039599300_1713426303-20240418-Fogging-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404285/original/063429200_1762401444-SnapInsta.to_572149394_18540746122037198_6497175927739973948_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5467495/original/075172000_1767896359-20260108_141221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983384/original/070885000_1648973797-WhatsApp_Image_2022-04-02_at_14.41.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467636/original/014194400_1767925988-Tanaman_Sawi_Langit__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4016767/original/084602400_1652066166-20220509-FOTO---GAGE-Herman-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5278625/original/058751700_1752116095-20250707_135157.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3068931/original/070689500_1583394243-20200305-Dampak-Corona_-Harga-Jahe-di-Pasar-Rumput-Capai-Rp-95.000-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5467460/original/038705100_1767888051-VideoCapture_20260108-224228.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467708/original/090533600_1767927999-078078100_1693916156-sirih_cina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467108/original/070332500_1767862844-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_10.37.49.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5189056/original/035329100_1744727099-hard-working-even-morning-bed-is-key-success_1150-10165.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5115638/original/088658600_1738314988-vegetables-6986310_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411839/original/014280000_1763022491-ilustrasi_nonton_drama_korea.png)


















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5360701/original/072243700_1758720836-20250924_120820.jpg)










