Liputan6.com, Jakarta - Daun ketumbar, atau dikenal juga sebagai cilantro, merupakan salah satu rempah aromatik yang akrab di dapur berbagai budaya. Tanaman herbal ini tidak hanya memperkaya rasa masakan, tetapi juga dikenal memiliki khasiat kesehatan yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun.
Dari menjaga kesehatan jantung hingga berpotensi melawan sel kanker, daun ketumbar menawarkan spektrum perlindungan yang luas. Kandungan nutrisinya yang kaya antioksidan dan senyawa bioaktif menjadikannya lebih dari sekadar bumbu dapur.
Liputan6 akan mengulas secara komprehensif tujuh manfaat utama daun ketumbar yang penting untuk diketahui. Memahami berbagai khasiat ini dapat mendorong kita untuk lebih sering memasukkan daun ketumbar ke dalam menu harian. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut, Selasa (6/1/2026).
1. Turunkan Risiko Penyakit Jantung dan Kontrol Tekanan Darah
Daun ketumbar memiliki potensi besar dalam menurunkan risiko penyakit jantung. Rempah ini dapat membantu mengurangi faktor risiko seperti tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol jahat (LDL). Risiko penyakit jantung dapat bertambah bila terdapat bekuan darah pada pembuluh darah Anda.
Beberapa penelitian pada hewan dan tabung reaksi menunjukkan bahwa ekstrak ketumbar dapat bertindak sebagai diuretik. Ini membantu tubuh membuang kelebihan natrium dan air, yang pada gilirannya dapat menurunkan tekanan darah.
Kandungan kalium dalam ketumbar juga berperan penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil. Kalium bekerja dengan mengurangi kelebihan natrium dalam tubuh. Antioksidan flavonoid dalam ketumbar diduga dapat menghambat enzim yang berperan mempersempit pembuluh darah, sehingga pembuluh darah melebar dan tekanan darah menjadi lebih stabil.
2. Menurunkan Kadar Gula Darah
Salah satu khasiat daun ketumbar yang penting adalah kemampuannya mengelola kadar gula darah. Manfaat ini sangat relevan bagi penderita diabetes karena dapat membantu mengurangi gejala yang terjadi.
Penelitian membuktikan bahwa ekstrak daun ketumbar dapat menurunkan kadar gula darah. Efeknya bahkan serupa dengan obat gula darah glibenklamid.
Daun ketumbar memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga tidak akan menaikkan gula darah secara drastis saat dikonsumsi. Zat yang terkandung di dalamnya juga dianggap dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Selain itu, daun ketumbar dapat melindungi fungsi hati dan menurunkan kadar lemak darah yang seringkali menjadi pemicu pada penderita diabetes.
3. Meredakan Nyeri dan Migrain
Daun ketumbar telah lama digunakan sebagai obat alami untuk meredakan berbagai jenis nyeri, termasuk sakit kepala dan migrain. Kemampuannya untuk meredakan nyeri dan peradangan pada tubuh menjadikannya pilihan pengobatan tradisional yang populer.
Sudah sejak lama daun ketumbar digunakan sebagai obat alami untuk mengobati sakit kepala, gejala alergi hingga luka bakar. Rempah ini mampu meredakan nyeri dan peradangan pada tubuh.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi 15 ml sari ketumbar yang dipadukan dengan obat migrain selama sebulan mengalami penurunan frekuensi, keparahan, dan durasi migrain. Ini menunjukkan potensi daun ketumbar sebagai terapi komplementer untuk kondisi nyeri kronis.
4. Melawan Infeksi Bakteri dan Jamur
Daun ketumbar memiliki sifat antimikroba yang kuat, menjadikannya efektif dalam melawan berbagai infeksi bakteri dan jamur. Senyawa aktif dalam daun ketumbar, seperti dodecenal, terbukti mampu melawan bakteri berbahaya seperti Salmonella enterica. Salmonella enterica sering menjadi penyebab keracunan makanan.
Sifat antibakteri ini tidak hanya membantu mencegah keracunan makanan, tetapi juga dapat berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan. Ini dilakukan dengan mengurangi beban infeksi dalam tubuh.
Daun ketumbar juga memiliki sifat antiseptik dan antijamur yang dapat membantu menenangkan dan mendinginkan kulit. Kandungan senyawa antimikroba berupa deodesenal pada ketumbar terbukti mampu melawan bakteri Salmonella.
5. Mengurangi Risiko Kanker
Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa daun ketumbar memiliki potensi dalam mengurangi risiko kanker. Senyawa aktif yang ditemukan dalam daun ketumbar, seperti antioksidan, telah terbukti dapat melawan peradangan dan memperlambat pertumbuhan sel kanker dalam studi tabung reaksi.
Satu studi tabung reaksi menemukan bahwa antioksidan dalam ekstrak biji ketumbar mengurangi peradangan. Antioksidan tersebut juga memperlambat pertumbuhan sel kanker paru-paru, prostat, payudara, dan usus besar.
Peneliti di Turki pada tahun 2019 mengkaji manfaat daun ketumbar untuk menghambat perkembangan kanker prostat. Hasilnya menunjukkan bahwa senyawa aktif pada daun ketumbar mampu mengurangi aktivitas gen-gen tertentu pada sel kanker prostat. Ini membuat sel kanker menjadi kurang agresif dan tidak menunjukkan tanda-tanda menumpuk menjadi jaringan tumor yang besar.
6. Mengatasi Gangguan Pencernaan
Daun ketumbar telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai masalah pencernaan. Manfaat ini meliputi peredaan sakit perut, diare, mual, perut kembung, dan sembelit.
Tanaman ini akan membantu pencernaan yang efisien dengan membantu menghasilkan enzim pencernaan. Daun ketumbar dapat mengatasi beberapa masalah pencernaan seperti perut mual, mencegah gas dan kembung, serta meredakan kram perut.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa minyak biji ketumbar bersifat antiradang dan antibakteri. Ini diduga bisa membantu meredakan peradangan dan melawan bakteri penyebab infeksi di saluran cerna.
7. Kaya Antioksidan dan Mengurangi Peradangan
Daun ketumbar kaya akan antioksidan, yang berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Antioksidan ini termasuk terpinena, quercetin, dan tokoferol, yang mungkin memiliki efek antikanker, peningkat kekebalan tubuh, dan neuroprotektif.
Antioksidan dalam daun ketumbar juga telah terbukti dapat melawan peradangan dalam tubuh Anda. Peradangan kronis dikaitkan dengan berbagai kondisi kesehatan yang tidak nyaman, mulai dari kanker hingga penyakit jantung.
Dengan mengurangi peradangan, daun ketumbar dapat berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Daun ketumbar kaya akan senyawa antioksidan seperti flavonoid, polifenol, dan asam fenolik. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan menetralkan radikal bebas dalam tubuh, yang merupakan molekul tidak stabil penyebab kerusakan sel.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466051/original/084619100_1767794768-Kirinyuh_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4942667/original/082011500_1726114940-portrait-happy-asian-girl-say-hi-stops-drawing-digital-tablet-with-graphic-pen-waving-hand.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465603/original/003789400_1767771591-dark-eyes-young-girl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465385/original/008775600_1767766851-Melastoma_malabathricum_blossom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5465890/original/012027500_1767779414-bgs_super_flu.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465683/original/092869200_1767773740-071007400_1767595695-patikan_kebo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5465793/original/068773900_1767776617-BGS.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465401/original/059187500_1767767641-Beluntas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465391/original/021942200_1767767008-Starr_061114-9876_Amaranthus_spinosus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465333/original/057931900_1767765096-Manfaat_Rondo_Mopol_untuk_Kesehatan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464643/original/061982900_1767697447-Screenshot_2026-01-06_175347.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462767/original/005104700_1767588776-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465081/original/032660700_1767758234-tanaman_pecut_kuda_wiki.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465110/original/018957400_1767759197-peperomia-pellucida-398858_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5233266/original/017306900_1748309157-54545986289_b7d5062531_c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464980/original/090802100_1767755913-Bunga_Geranium_di_Pekarangan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4258293/original/079591700_1670833243-holding_fart.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428143/original/073281800_1764480694-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4815900/original/078100200_1714359776-MENIRAN_MERAH.jpg)












:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5342972/original/013803200_1757405019-listya.jpg)








:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5360701/original/072243700_1758720836-20250924_120820.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5344870/original/016126900_1757495648-aman.jpg)



