Liputan6.com, Aceh Tamiang - Direktur RSUD Aceh Tamiang dokter Andika Putra SpPD mengatakan sekitar 90 persen sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit tersebut terdampak banjir yang menerjang pada akhir November 2025.
Meski banjir telah berlalu lebih dari satu bulan, sebagian staf rumah sakit masih sibuk dengan upaya pemulihan pasca bencana. Diantaranya membersihkan rumah terdampak banjir. Bahkan, masih ada yang tinggal di pengungsian karena rumah rusak bahkan rata dengan tanah.
"Seluruh SDM kami terdampak, lebih dari 90 persen terdampak. Sehingga memang belum bisa memberikan pelayanan selayaknya," kata Andika ditemui di kantornya pada Jumat, 16 Januari 2025.
Andika pun mengatakan kehadiran relawan kesehatan seperti dokter, dokter spesialis, apoteker, perawat, ahli gizi dan lainnya amat membantu menopang pelayanan ke pasien. Di sisi lain, para staf RSUD Aceh Tamiang juga punya waktu untuk mengurus rumah pasca banjir.
"Sehingga kami sampai hari ini masih sangat terbantu dari relawan-relawan yang membantu ke rumah sakit ini," tuturnya.
Tenaga Cadangan Kesehatan Kemenkes RI Terjun Beri Bantuan
Salah satu bantuan tenaga kesehatan dan tenaga medis datang dari Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kemenkes RI. Sudah dua batch TCK yang membantu memberikan pelayanan kesehatan di RSUD Aceh Tamiang.
"Dari TCK yang sudah, ini batch kedua yang membantu kami di rumah sakit ini. Dan di batch ketiga nanti kami tetap akan dibantu," tutur Andika.
Ia pun tak menampik bahwa pihaknya membutuhkan bantuan, termasuk dalam manajemen rumah sakit, mengingat sebagian SDM masih disibukkan dengan urusan pemulihan rumah masing-masing pasca banjir.
"Bahkan kami mungkin juga butuh bantuan tenaga manajemen. Karena memang kami sendiri masih berjibaku dengan rumah masing-masing."
Dokter spesialis bedah Surya Martua Harahap yang biasa bertugas di RSUD Aceh Tamiang pun mengucapkan terima kasih atas kehadiran para relawan kesehatan.
"Lebih dari 90 persen tim medis ikut terdampak, ada yang rumah terendam banji, ada yang rusak. Dengan bantuan ini, sangat-sangat membantu pelayanan di RSUD Aceh Tamiang," tutur Surya.
Pasca Banjir, Lumpur di RSUD Aceh Tamiang Nyaris Setengah Dengkul
Surya mengatakan usai banjir menerjang pada akhir November 2025, ia baru bisa mengecek kondisi rumah sakit beberapa hari kemudian. Tepatnya pada 3 Desember 2025, Surya bisa masuk rumah sakit dengan kondisi lumpur setengah dengkul orang dewasa.
"Jadi, betul-betul tidak bisa beroperasional lah saat itu," kata Surya.
Para relawan serta anggota TNI bergotong royong membersihkan lumpur di rumah sakit. Berkat bantuan dari para relawan, dua minggu pasca kejadian rumah sakit bisa beroperasi kembali meski masih jauh dari standar.
"Tanpa bantuan relawan, kami tidak mungkin bisa secepat ini," tutupnya.
Kondisi RSUD Aceh Tamiang Kini
Saat ini RSUD Aceh Tamiang sudah beroperasi meski belum 100 persen seperti sebelum banjir. IGD, rawat jalan, rawat inap dengan 50 tempat tidur, mini ICU dan dialisis sudah beroperasi.
"Tentu saja pelayanan kami ini masih pelayanan terbatas. Untuk pasien-pasien yang memang butuh perawatan yang intensif, tentu saja itu kami rujuk ke rumah sakit. Bisa ke Langsa atau ke Sumatera Utara," kata Andika.
Target selanjutnya RSUD Aceh Tamiang adalah ingin segera mengaktifkan ICU. Banjir membuat seluruh alat kesehatan di ICU rusak. Sehingga, saat ini ICU yang adalah ICU mini yang bertujuan untuk menstabilkan kondisi pasien.Ketika sudah stabil akan dirujuk ke rumah sakit lain.
Upaya pembersihan lumpur juga masih dilakukan di beberapa titik di rumah sakit tersebut.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5128815/original/071800800_1739261225-ice-cube-background-still-life.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475603/original/012255900_1768632585-budi_kusta.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477081/original/014158100_1768808089-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_14.25.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476271/original/086422600_1768722671-grooming_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2704958/original/079413100_1547609204-shutterstock_1075628237.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476591/original/017873400_1768792124-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_10.05.50_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452448/original/040555200_1766400118-Arifah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475667/original/021958400_1768638501-pelanggaran_hak_anak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4875110/original/018653800_1719377744-IMG_2886.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475432/original/038112800_1768615917-lansia_sembelit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4558345/original/040206100_1693462552-Sequence_02.00_12_43_04.Still004R.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474996/original/058742900_1768546902-ruang_aman_anak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474722/original/086369200_1768532937-dian_sasmita.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475599/original/065204400_1768631413-35412.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758362/original/008193500_1709262685-Screenshot_2024-03-01_100831.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474682/original/068325200_1768530015-azhar_bully.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474587/original/031856500_1768490525-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_21.41.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4806688/original/097018500_1713515496-Screenshot_2024-04-19_152518.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474580/original/050541100_1768489629-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_10.00.39_PM.jpeg)











:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5360701/original/072243700_1758720836-20250924_120820.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241362/original/019283600_1748948311-heart-attack-concept-asian-woman-is-unable-work-today-so-tired-she-is-sick-serious-acute-high-heart-rate-attack-bed-young-woman-pajamas-having-heart-attack-her-bedroom.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5259334/original/038943500_1750422150-20250620BL_Latihan_Timnas_Indonesia_Putri_19.JPG)



