Apakah Benar Makan Tomat Bisa Cegah Pembengkakan Kelenjar Prostat? Ini Kata Dokter Urologi

4 days ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat seringkali mendengar narasi bahwa mengonsumsi tomat dalam jumlah yang banyak dapat meningkatkan kesehatan prostat. Apa iya?

Dokter spesialis urologi, Gideon Frederick Parulian Tampubolon, mengatakan bahwa memang tomat mengandung banyak antioksidan. Beragam penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tomat mengurangi risiko kanker prostat. Namun, tidak bisa mencegah terjadi pembesaran prostat jinak.

“Dari penelitian memang begini, hubungannya bukan ke pembesaran prostat jinak, tapi ke arah cancer ya, kanker prostat. Kita tahu bahwa buah tomat itu mengandung banyak antioksidan yang kita sebut likopen ya, itu yang merah itu tomat merah ya. Nah itu memang dari penelitian bisa mengurangi risiko terjadinya kanker prostat,” jelas Gideon dalam siaran langsung Healthy Monday EMC Healthcare bersama Liputan6.com bertajuk ‘Pria Sehat, Subur dan Makin Percaya Diri!’ pada Senin, 24 November 2025.

Lebih lanjut, dokter yang praktik di RS EMC Grha Kedoya ini menambahkan bahwa wortel dan paprika merah juga bermanfaat untuk mencegah kanker prostat.

Sementara itu, pembesaran kelenjar prostat akan menyusut dengan sendirinya. Maka dari itu, pasien hanya bisa menunggu dan melakukan gaya hidup sehat.

Keturunan Penderita Masalah Prostat Harus Waspada

Gideon menegaskan bahwa laki-laki harus waspada jika ayahnya didiagnosa pembesaran kelenjar prostat. Risiko penurunan penyakit ini lumayan tinggi dan sulit dicegah.

“Tapi yang waspada tentu kalau yang memiliki ayah terkena pembesaran kelenjar prostat, tentu harus lebih aware ya. Lebih waspada,” ujarnya.

Selanjutnya, dia menjelaskan jika setelah tindakan operasi pasien mengalami disfungsi ereksi atau masalah pada hubungan seksual, maka ada beberapa modalitas yang bisa dilakukan. Seperti konsumsi obat-obatan, suntikan, atau bahkan menggunakan alat bantu.

“Untuk penanganan masalah disfungsi ereksi sih ya, pertama-tama kita harus melihat masalah psikogenik, tapi yang first line treatment yang kita bisa berikan adalah obat-obatan. Jadi obat minum ini, kita juga berikan itu bisa dalam bentuk once daily. Jadi setiap hari diminum dengan dosis yang lebih rendah dan lebih baik,” jelas Isaac Ardianson Deswanto, dokter spesialis urologi di RS EMC Alam Sutera dan Tangerang.

Terapi Regeneratif, Solusi Ketika Tubuh Tak Merespons Obat

Di kesempatan yang sama dokter spesialis urologi Isaac Ardianson Deswanto mengatakan jika tubuh pasien tidak merespons obat yang diminum, para dokter biasanya mengajukan terapi regeneratif pada pasien. Terapi ini dilakukan dengan shockwave dengan intensitas yang rendah pada jaringan penis.

“Gelombang kejut ini akan menciptakan pembentukan pembuluh darah baru. Dengan harapan pembuluh darah baru yang terbuat ini bisa meningkatkan ereksinya kembali,” pungkas Isaac.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |