Benarkah Diet Telur Rebus Bisa Turunkan Berat Badan? Ini Penjelasan Ahli

2 days ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Bagi pencinta telur yang ingin menurunkan berat badan, diet telur rebus kerap dianggap sebagai jalan pintas yang menjanjikan. Diet ini sempat populer sebagai fad diet atau tren diet sesaat, bahkan disebut-sebut diikuti sejumlah selebritas dunia. Namun, para ahli menegaskan bahwa metode ini belum tentu aman dan efektif untuk kesehatan jangka panjang.

Telur rebus memang dikenal sebagai makanan bergizi. Kandungan proteinnya tinggi dan mampu memberikan rasa kenyang lebih lama. Tak heran jika muncul pola makan yang menganjurkan konsumsi telur rebus sebagai menu utama untuk menurunkan berat badan. Lantas, benarkah diet ini bekerja?

Mengutip Everyday Health, Rabu 14 Januari 2026, diet telur rebus mengharuskan mengonsumsinya dua hingga tiga butir telur rebus per hari, baik sebagai makanan utama maupun camilan. Diet ini sempat viral setelah dikaitkan dengan beberapa figur publik, seperti aktris Nicole Kidman dan kolektor seni Charles Saatchi, yang dikabarkan menjalani diet tersebut untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat.

Cara Kerja Diet Telur Rebus

Dalam buku The Boiled Egg Diet karya Arielle Chandler, dijelaskan bahwa diet ini memiliki prinsip serupa dengan diet rendah karbohidrat, seperti diet Atkins. Pola makannya cukup ketat.

Menu harian biasanya terdiri dari sarapan minimal dua butir telur rebus, disertai buah atau sayuran rendah karbohidrat. Untuk makan siang dan malam, telur tetap menjadi menu utama, atau diganti dengan protein tanpa lemak seperti ayam atau ikan, ditambah sayuran rendah karbohidrat.

Meski terlihat sederhana, para ahli gizi menilai pola makan ini tidak ideal jika hanya mengandalkan satu jenis makanan.

Jangan Cuma Diet Telur Doang

Ahli gizi terdaftar sekaligus penulis buku Finally Full, Finally Slim, Lisa Young, menyebut telur memang kaya nutrisi, tetapi tidak disarankan untuk dikonsumsi sebagai satu-satunya sumber makanan.

Satu butir telur rebus besar mengandung sekitar 71 kalori, 6 gram protein, serta nutrisi penting seperti vitamin D dan kolin. Kolin berperan dalam fungsi otak, termasuk memori dan pengaturan suasana hati.

Namun, pakar nutrisi Amy Shapiro menegaskan tidak ada makanan ajaib yang bisa langsung menurunkan berat badan. Rasa kenyang dari telur memang membantu mengontrol nafsu makan, tetapi konsumsi berlebihan juga perlu diwaspadai, terutama bagi mereka yang memiliki kadar kolesterol LDL tinggi.

Risiko dan Efek Samping

Salah satu kelemahan utama diet telur rebus adalah rendahnya asupan serat. Telur tidak mengandung serat sama sekali, sementara orang dewasa membutuhkan sekitar 25–38 gram serat per hari. Akibatnya, pelaku diet ini berisiko mengalami sembelit.

Selain itu, pembatasan kelompok makanan lain dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting yang berperan dalam mencegah peradangan dan menjaga fungsi tubuh secara menyeluruh.

Meski anggapan telur sebagai penyebab kolesterol tinggi kini mulai dipatahkan, Shapiro mengingatkan bahwa telur tetap mengandung lemak jenuh. Satu butir telur rebus mengandung sekitar 1,6 gram lemak jenuh. Konsumsi telur setiap hari masih dianggap aman, selama tidak menjadi satu-satunya sumber energi.

Agar Diet Telur Lebih Sehat

Diet yang terlalu ketat umumnya sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Jika ingin memasukkan telur ke dalam program penurunan berat badan, para ahli menyarankan agar menu tetap bervariasi.

Karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, oatmeal, atau beras merah tetap dibutuhkan. Asupan sayur dan buah sebaiknya minimal lima porsi per hari untuk memenuhi kebutuhan serat. Sumber protein juga perlu divariasikan, seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe. Lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun juga penting untuk keseimbangan nutrisi.

Diet telur rebus memang dapat membantu menurunkan berat badan dalam waktu singkat karena rendah kalori. Namun, jika dilakukan terlalu lama tanpa variasi makanan, diet ini berisiko menimbulkan masalah kesehatan. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat dianjurkan sebelum menjalani pola makan ekstrem, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |