BGN Pastikan Ada Menu MBG Khusus untuk Anak dengan Kebutuhan Khusus

21 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan bahwa anak dengan kebutuhan khusus akan mendapatkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus.

“Untuk anak-anak yang punya kebutuhan khusus kita berikan menu-menu khusus,” kata Dadan di SDN 01 Kalibaru Cilincing, Jakarta pada Kamis (8/1/2026).

Pernyataan ini menyusul perlunya penyesuaian menu MBG bagi kelompok tertentu. Tak hanya anak dengan kebutuhan khusus, MBG khusus juga bisa diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak yang memiliki alergi pada jenis makanan tertentu.

“(MBG untuk ibu menyusui dan ibu hamil) Ya tentu disesuaikan jadi kan setiap tahap perkembangan kita hitung angka kecukupan gizi termasuk komposisi gizi. Termasuk juga kebutuhan masing-masing karena tidak semua ibu yang sedang hamil senang makan. Tapi kita harus pastikan janinnya mendapatkan nutrisi yang cukup kita sesuaikan menunya,” jelas Dadan.

“Termasuk juga kebutuhan untuk anak sekolah karena tidak semua anak kan seneng nasi, yang punya kebutuhan khusus kita juga perhatikan tidak semua anak bisa makan telur karena ada yang alergi. Jadi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki ahli gizi yang bisa mengidentifikasi kebutuhan masing-masing anak untuk gizi seimbang dengan menu yang bervariasi,” ujarnya.

Hari Pertama MBG di 2026

Sebelumnya, Dadan menyampaikan bahwa hari ini, 8 Januari 2026 adalah hari pertama berlangsungnya kembali program MBG.

Alhamdulillah program MBG sudah berlangsung satu tahun penuh. Tahun 2025 kita mulai tanggal 6 Januari dan itu dilakukan dengan jumlah SPPG sebanyak 190 dan jumlah penerima manfaat 570 ribu.”

“Dan, alhamdulillah di akhir tanggal 31 Desember 2025 jumlah SPPG telah bertambah menjadi 19.188 dengan jumlah penerima manfaat 55,1 juta,” kata Dadan.

Menurut Dadan, program MBG adalah upaya intervensi pemenuhan gizi dan merupakan fondasi yang cukup kuat untuk pembentukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas di masa depan.

“Karena gizi adalah kebutuhan dasar dari setiap manusia yang hidup dan berkembang dan kami melakukan intervensi untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita serta seluruh anak sekolah sampai usia 18 tahun,” ujarnya.

Target 82,9 Juta Penerima Manfaat di 2026

Di 2026 ini, Dadan memiliki target untuk mencapai 82,9 juta penerima manfaat MBG.

“Selama satu tahun ini kita melihat memang di sana sini masih ada kekurangan dan kami terus memperbaiki. Di tahun 2026 ini kita akan terus mengejar target 82,9 juta sambil terus memperbaiki diri untuk sekaligus melakukan sertifikasi dan akreditasi,” katanya.

Dengan perbaikan ini, Dadan berharap makanan yang disajikan tidak hanya membuat anak menjadi tumbuh sehat, cerdas, kuat dan ceria tapi juga aman dikonsumsi.

“Alhamdulillah selama Desember 2025 kejadiannya (keracunan) menurun drastis dari puncaknya di Oktober 85 kejadian, turun 40 kejadian di November, dan di Desember itu selama satu bulan kejadian tersisa 12 kejadian.”

“Dan kami targetkan sesuai instruksi Pak Presiden untuk terus memperbaiki kualitas agar terjadi zero defect di tahun 2026 sambil terus kita meningkatkan jumlah dan tingkat layanan,” ujarnya.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |