Hadapi Lonjakan Kasus Dengue, Kalimantan Utara Resmi Mulai Program Vaksinasi DBD

18 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Lonjakan kasus dengue masih menjadi tantangan serius kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Kalimantan Utara. Hingga 1 Desember 2025, Kementerian Kesehatan RI mencatat sebanyak 139.298 kasus dengue secara nasional dengan 583 kematian. Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara resmi memulai program vaksinasi dengue sebagai upaya perlindungan tambahan bagi kelompok rentan.

Peresmian program vaksinasi dengue dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara dengan dukungan anggaran dari APBD. Kabupaten Bulungan, khususnya Kecamatan Tanjung Palas Utara, menjadi lokasi awal pelaksanaan vaksinasi.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan dan Puskesmas Tanjung Palas Utara di Balai Desa Panca Agung, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Usman, SKM, M.Kes, menegaskan bahwa vaksinasi dengue bukanlah pengganti langkah pengendalian yang selama ini telah berjalan.

"Kalimantan Utara berkomitmen memperkuat pengendalian dengue secara berkelanjutan melalui surveilans, pemberantasan sarang nyamuk lewat 3M Plus, serta edukasi masyarakat. Namun, dengan berkembangnya teknologi, pendekatan inovatif seperti vaksinasi perlu didorong sebagai pelengkap, khususnya untuk melindungi kelompok paling rentan," ujarnya.

Data menunjukkan dengue bersifat endemik di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Sepanjang 2024, tercatat 735 kasus dengue dengan angka kematian mencapai 1,09 persen.

Beban Kasus Dengue Tertinggi di Kalimantan Utara

Kabupaten Bulungan dan Malinau menjadi wilayah dengan beban kasus tertinggi, terutama pada kelompok umur 6 s.d 14 tahun yang menyumbang hampir separuh kasus. Tren penularan pada kelompok usia ini juga dilaporkan masih meningkat hingga pertengahan 2025.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Bulungan menyambut baik implementasi vaksinasi dengue. Melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. H. Imam Sujono, M.AP, Bupati Bulungan menegaskan pentingnya vaksinasi sebagai lapisan perlindungan tambahan.

"Program vaksinasi dengue ini diharapkan memperkuat upaya pencegahan yang selama ini sudah dijalankan. Masyarakat tetap perlu menjaga kebersihan lingkungan, sambil membangun perlindungan dari dalam tubuh melalui vaksinasi," tambahnya.

Vaksinasi Dengue di Tanjung Palas Utara

Pada tahap awal, vaksinasi dengue di Kecamatan Tanjung Palas Utara menyasar 725 anak usia 9–13 tahun atau setara kelas 3, 4, dan 6 SD serta kelas 7 SMP di 13 sekolah.

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap, mulai dari skrining kesehatan, penyuntikan oleh tenaga kesehatan terlatih, hingga observasi pasca-imunisasi untuk memastikan keamanan penerima vaksin.

Dukungan juga datang dari mitra penyedia vaksin. Presiden Direktur PT Bio Farma, Shadiq Akasya, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung perluasan akses vaksin dengue.

"Melalui program publik seperti yang dimulai di Kalimantan Utara ini, kami berharap lebih banyak masyarakat mendapatkan manfaat perlindungan terhadap virus dengue," katanya.

Dengue Membebani Sistem Kesehatan

Sementara itu, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, mengapresiasi langkah Kalimantan Utara sebagai pelopor vaksinasi dengue publik di wilayah Kalimantan. Menurutnya, dengue tidak hanya membebani sistem kesehatan, tapi juga keluarga dan masyarakat secara luas.

Dengan dimulainya program vaksinasi dengue ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berharap dapat menekan angka kesakitan dan kematian akibat DBD, sekaligus mendukung target nasional nol kematian akibat dengue pada 2030 melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |