Liputan6.com, Jakarta - Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Azhar Jaya menilai sanksi teguran saja tidak cukup untuk menghukum para pelaku bullying alias perundungan di RSUP Mohammad Hoesin (RSMH), Palembang.
Perundungan diduga dilakukan senior kepada junior dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri).
“Kemarin kan saya sampaikan kepada Direktur RSMH kan, kalau misalnya hukumannya hanya teguran, kalau menurut saya sih kurang tegas ya. Kita mengharapkan ada skorsing antara enam bulan sampai satu tahun lah, skorsing nggak boleh ngikutin di RSMH,” ucapnya.
Sejauh ini Azhar belum bisa mengatakan apakah tindak perundungan ini masuk ke ranah pidana atau tidak.
“Karena istilahnya itu kan baru laporan ya, tapi kalau yang di Undip (Universitas Diponegoro) kan jelas ya, udah ada korban segala macam, maka dia masuk ke ranah pidana,” katanya.
Dijelaskan bahwa salah satu bentuk perundungan yang diduga terjadi di Unsri adalah pengumpulan uang untuk dana hiburan senior. Menurut Azhar, angkanya bisa mencapai Rp 15 Juta per bulan.
“Besarannya rata-rata kalau enggak salah Rp 15 juta per bulan. Dikumpulin ke bendaharanya dan dipakai untuk bayar makan-makan, keperluan seniornya kayak gitu-gitu lah,” ucapnya.
Akibat kejadian ini, kegiatan PPDS di RSMH Palembang dihentikan sementara. Durasi penghentian ini tergantung pada pemenuhan 19 item pencegahan bullying.
“Tergantung daripada FK dan RS melaksanakan itu tadi yang sekitar 19 item perbaikan yang harus mereka lakukan. Kalau cepat ya cepat, tapi kalau lambat ya mohon maaf lebih lama juga,” ucapnya.
19 Poin Pencegahan Bullying
Jika melihat kasus-kasus terdahulu, sambung Azhar, seperti yang terjadi di Universitas Diponegoro (Undip), maka senior yang terbukti bersalah diskorsing selama enam bulan hingga satu tahun.
“Kemudian ada pertanggungjawaban lah, kaprodinya (kepala program studi) diganti, kepala staf mediknya diganti,” kata Azhar.
Azhar menambahkan, rumah sakit dan fakultas kedokteran yang kedapatan menjadi tempat terjadinya perundungan perlu memenuhi 19 item atau poin pencegahan.
“Mereka harus memperbaiki sebagai tindak lanjut pencegahan bullying dengan 19 item yang harus dilakukan oleh masing-masing rumah sakit ataupun FK-nya. 19 item itu bisa macam-macam, misalnya penertiban WA (whatsapp), supaya WA-nya itu dikontrol.”
“Di WA itu harus ada perwakilan daripada rumah sakit, ada perwakilan daripada FK. Kalau misalnya ternyata nggak ada, berarti itu WA-nya gelap,” jelas Azhar.
WA gelap dapat menjadi sarana perundungan. Poin berikutnya misalnya harus ada aturan jaga yang lebih jelas, lebih ketat, sehingga mereka bisa bekerja untuk meningkatkan keamanan pasien.
“Terus yang berikutnya istilahnya tidak ada lagi rekening-rekening ataupun pengumpulan-pengumpulan uang tanpa diketahui atau tidak secara resmi,” ucapnya.
Perbaiki Ekosistem PPDS Secara Bertahap
Hingga kini, proses pendidikan di RSUP Mohammad Hoesin Palembang ditunda sementara.
“Yang saya dengar memang kita tunda dulu proses pendidikan di rumah sakit M Hoesin, program PPDS tetap jalan tapi yang di M Hoesin kita tunda sambil kita perbaikin, kekurangannya ada di mana, kita sekarang sedang mengkaji untuk pelaku-pelakunya, nanti akan diberikan sanksi,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kesempatan yang sama.
Guna mencegah terjadinya kasus serupa, Budi mengatakan bahwa sebetulnya sistem dan peraturannya sudah ada.
“Sekarang tinggal di-enforce (dijalankan) aja. Nah pelaksanaan ini kan sama di mana pun enforcement dari satu peraturan itu harus ada hukumnya. Mudah-mudahan dengan seperti ini kita lihatkan bahwa kita tegas. Kalau ada bullying seperti ini kasih kita lihat kemudian yang salah pasti kita hukum.”
“Mudah-mudahan, secara bertahap kita memperbaiki ekosistem PPDS di seluruh rumah sakit,” katanya.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474996/original/058742900_1768546902-ruang_aman_anak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474722/original/086369200_1768532937-dian_sasmita.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475599/original/065204400_1768631413-35412.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758362/original/008193500_1709262685-Screenshot_2024-03-01_100831.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474587/original/031856500_1768490525-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_21.41.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4806688/original/097018500_1713515496-Screenshot_2024-04-19_152518.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474580/original/050541100_1768489629-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_10.00.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474565/original/004438100_1768486071-budi_buli.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473461/original/080716200_1768445652-hgn_2026.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473767/original/057718200_1768456004-susu_formula.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473564/original/099853500_1768449389-017638200_1740231083-flat-lay-edamame-beans-bowl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369702/original/048157300_1759478049-boiled-eggs-bowl-decorated-with-parsley-leaves-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5472900/original/028130000_1768379340-budi_bayer.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4564299/original/089946400_1693908147-ONEPIECE_Unit_08158RC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4989902/original/056698400_1730703092-3282768f-65a3-45c6-8d68-08e86fa380b1__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446169/original/047607200_1765874269-SaveClip.App_590422895_834179679217348_2995432497785024484_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5471917/original/040038700_1768299370-ginjal_agus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471151/original/027911500_1768278693-tinggi_protein.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459594/original/007214700_1767166589-influenza-illustration.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5360701/original/072243700_1758720836-20250924_120820.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241362/original/019283600_1748948311-heart-attack-concept-asian-woman-is-unable-work-today-so-tired-she-is-sick-serious-acute-high-heart-rate-attack-bed-young-woman-pajamas-having-heart-attack-her-bedroom.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5259334/original/038943500_1750422150-20250620BL_Latihan_Timnas_Indonesia_Putri_19.JPG)


