Ingin Terus Menyenangkan Orang Lain dan 5 Kebiasaan Lain yang Bikin Kelelahan Mental

15 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Hampir setiap orang pernah mengalami hari ketika tubuh terasa lemas dan pikiran sulit fokus. Banyak yang langsung menyalahkan jadwal padat atau kurang tidur. Namun, jika rasa lelah itu terus muncul dari hari ke hari, bisa jadi penyebabnya bukan soal waktu istirahat, melainkan kebiasaan harian yang tanpa disadari menguras mental.

Dilansir dari Real Simple, Jumat, 9 Januari 2026 para ahli psikologi menjelaskan bahwa kelelahan mental berbeda dengan kelelahan fisik. 

Neuropsikolog asal New York, Sanam Hafeez, menyebut kelelahan akibat kebiasaan buruk cenderung menetap dan tidak mudah hilang hanya dengan tidur atau libur singkat.

“Berbeda dengan stres situasional yang bisa mereda setelah istirahat, kelelahan akibat pola hidup biasanya berlangsung lebih lama,” jelas Hafeez.

Mengenali sumber kelelahan ini menjadi langkah awal untuk mengembalikan energi dan kendali diri. Berikut enam kebiasaan umum yang sering dianggap sepele, tetapi terbukti menguras energi mental.

1. Multitasking yang Berlebihan

Mengerjakan banyak hal sekaligus memaksa otak terus berpindah fokus. Alih-alih lebih efisien, kebiasaan ini justru membuat cepat lelah, rentan salah, dan memicu stres.

“Bekerja satu tugas dalam satu waktu jauh lebih efektif bagi otak,” kata Hafeez. 

Hafeez juga menyarankan jeda istirahat rutin agar konsentrasi tetap terjaga.

Menunda pekerjaan bukan hanya soal waktu, tetapi juga beban pikiran. Tugas yang belum selesai terus menghantui otak dan memicu kecemasan. Solusinya, pecah tugas besar menjadi langkah kecil.

 “Fokuslah untuk mulai, bukan langsung sempurna. Memulai adalah bagian tersulit,” ujar Hafeez.

3. Terlalu Ingin Menyenangkan Orang Lain

Kebiasaan selalu mengutamakan orang lain dan mengabaikan kebutuhan diri sendiri dapat menguras energi secara emosional. Dalam jangka panjang, hal ini juga bisa menurunkan rasa percaya diri.

Mulailah menetapkan batasan sederhana dan bantu orang lain karena keinginan, bukan karena takut ditolak.

4. Lingkungan yang Berantakan

Tumpukan barang dan ruang yang tidak rapi menciptakan kekacauan visual yang membebani otak. Tanpa disadari, hal ini membuat pikiran cepat lelah.

Psikolog klinis Madison White menyarankan merapikan secara bertahap. “Lakukan 30 menit, lalu beri diri sendiri hadiah kecil, seperti mendengarkan musik atau menonton acara favorit,” ujarnya.

5. Terlalu Banyak Merenung

Terus memikirkan kesalahan masa lalu atau kekhawatiran masa depan sering dianggap sebagai cara mencari solusi. Padahal, kebiasaan ini justru memperparah kecemasan.

White menyarankan teknik difusi kognitif, yakni menyadari bahwa pikiran hanyalah pikiran, bukan fakta. Beri label pada pikiran tersebut, lalu alihkan fokus ke hal yang lebih bermanfaat.

6. Kelelahan Akibat Terlalu Banyak Keputusan Kecil

Memilih pakaian, menu makan, hingga tontonan bisa memicu decision fatigue jika dilakukan terus-menerus.

Solusinya adalah membatasi waktu memilih dan mendelegasikan tugas jika memungkinkan. “Tujuannya bukan memilih yang paling sempurna, tetapi menghemat energi mental,” jelas White.

Langkah Awal Mengubah Kebiasaan

Perubahan dimulai dari kesadaran. White menyarankan untuk mencatat aktivitas harian selama satu minggu, lengkap dengan perasaan yang muncul setelahnya.

“Dengan cara ini, seseorang bisa mengenali mana kebiasaan yang memberi energi dan mana yang justru mengurasnya,” kata White.

Untuk kebiasaan yang paling melelahkan, cobalah menguranginya selama dua minggu. Dalam banyak kasus, perubahan positif mulai terasa dan dapat menjadi dorongan untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat secara mental.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |