Jamu Indonesia Melaju dari Banyumas Raya ke Pasar Amerika Serikat

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Industri jamu Indonesia mulai melangkah lebih jauh dari akar tradisinya. Dari Banyumas Raya, wilayah yang dikenal sebagai sentra bahan alam dan produksi jamu, produk herbal nusantara kini bersiap menembus pasar Amerika Serikat. Dukungan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) menjadi sinyal kuat bahwa jamu Indonesia tak lagi diposisikan semata sebagai warisan budaya, melainkan sebagai produk kesehatan yang siap bersaing di pasar global.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi resmi antara BPOM dan Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI). Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari misi dagang PPJAI ke Amerika Serikat pada November 2025, yang sebelumnya menjajaki peluang distribusi melalui Amazon Fulfillment Center serta melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington.

Kepala BPOM Prof. Dr. Taruna Ikrar menegaskan kesiapan lembaganya mendampingi pelaku industri jamu agar mampu memenuhi standar internasional. "BPOM mengapresiasi langkah PPJAI yang serius mempersiapkan ekspor jamu. Kami siap memberikan pendampingan teknis untuk pengembangan Obat Herbal Terstandar agar sesuai dengan persyaratan FDA," ujar Taruna.

Amerika Serikat dikenal sebagai pasar yang selektif, terutama dalam aspek keamanan, mutu, dan bukti ilmiah produk kesehatan. Oleh sebab itu, pendampingan regulator menjadi krusial agar jamu Indonesia mampu menyesuaikan diri dengan regulasi global tanpa kehilangan identitasnya sebagai produk berbasis kearifan lokal.

Produk Jamu Indonesia Siap-Siap Tembus Pasar Dunia

Audiensi tersebut dihadiri jajaran strategis BPOM, termasuk Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Dian Putri Anggraweni serta Direktur Registrasi OTSK Imelda Ester Riana P. Kehadiran pengurus inti dan dewan pakar PPJAI menegaskan keseriusan dalam menyusun peta jalan ekspor jamu secara sistematis.

Dalam pertemuan itu, PPJAI menyampaikan sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan organisasi pelaku jamu alami, permintaan pendampingan teknis pengembangan Obat Herbal Terstandar, hingga asistensi perizinan FDA. Banyumas Raya didorong sebagai pusat hilirisasi bahan baku dan produksi jamu yang berorientasi ekspor.

Ketua Umum PPJAI Heri Susanto menegaskan bahwa langkah menuju pasar Amerika Serikat ditempuh secara bertahap dan berbasis pengalaman langsung. "Kami belajar langsung dari pasar tujuan, termasuk sistem distribusi dan regulasi. Fokus kami sekarang adalah memastikan produk jamu Indonesia benar-benar siap secara kualitas dan legalitas," ujarnya.

Obat Herbal Terstandar

Menurut Heri, peningkatan status produk dari obat bahan alam menuju Obat Herbal Terstandar menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing global.

"Dengan standar yang lebih tinggi, jamu Indonesia bisa diterima dan dipercaya di pasar internasional," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina PPJAI Mukit Hendrayatno menyebut sejumlah anggota PPJAI telah siap dari sisi produksi.

"Beberapa pelaku jamu sudah menerapkan Good Manufacturing Practice. Dengan pendampingan BPOM, proses sertifikasi dan ekspor dapat berjalan lebih cepat dan terarah," katanya.

Kolaborasi BPOM dan PPJAI menandai babak baru industri jamu nasional. Dari Banyumas Raya, jamu Indonesia kini melaju sebagai produk kesehatan modern yang berakar pada tradisi, namun siap bersaing dan dibanggakan di pasar Amerika Serikat.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |