Liputan6.com, Jakarta- Menurunkan berat badan tidak semudah yang dibayangkan. Ada banyak faktor, baik dari dalam diri maupun dari luar yang bisa membuat target sulit tercapai.
Berbicara menurunkan berat badan banyak orang berpikir kunci utamanya soal “kalori masuk dan kalori keluar”. Padahal tubuh manusia bekerja jauh lebih kompleks dari itu. Jika memang sesederhana itu, tentu semua orang sudah berhasil menurunkannya tanpa kesulitan.
Menurut ahli nutrisi Amy Gorin ada begitu banyak faktor yang berperan dalam penurunan berat badan seperti genetik, lingkungan, pola tidur, dan massa otot, hingga faktor lainnya.
Jika Anda tengah dalam proses menurunkan berat badan tapi tak kunjung turun berikut delapan hal yang kerap jadi penghambat membuat berat badan sulit turun, dikutip dari Everyday Health, Kamis
1. Kesehatan Usus
Penelitian mengungkapkan kumpulan bakteri dalam usus ternyata memengaruhi kesehatan seseorang. Berdasarkan review studi yang telah diterbitkan dalam Preventive Nutrition and Food Science pada Juni 2020 menunjukkan, probiotik, prebiotik, dan sinbiotik keduanya dapat membantu mencegah kenaikan berat badan.
Laporan tersebut mencatat setiap individu dengan keberagaman mikrobioma usus yang rendah cenderung memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi.
"Prebiotik adalah serat yang menjadi makanan bagi bakteri baik di usus. Anda bisa saja mengonsumsi semua probiotik, tetapi jika tidak memberi makan bakteri baik ini, mereka tidak dapat berkembang biak dan mengungguli bakteri jahat di usus Anda,"ujar ahli gizi terdaftar, Kirby Walter, RD.\
Untuk membuat usus ssehat, Walter menyarankan mulai dengan meningkatkan asupan prebiotik dalam diet. Selain itu, tingkatkan prebiotik dengan fokus pada asupan buah dan sayuran. Utamakan variasi menu untuk memberikan berbagai jenis prebiotik bagi kesehatan usus.
2. Faktor Genetik
Tidak semua orang bisa mencapai bentuk tubuh ideal hanya dengan menjalani diet yang benar. Dalam urusan berat badan, faktor genetik juga punya peran besar.
“Genetik juga memiliki pengaruh besar, meskipun banyak orang tidak suka mendengarnya,” kata ahli fisiologi olahraga, penulis, dan pelatih lari terkemuka, Jason R. Karp,PhD.
Karp juga menunjukkan penelitiannya terhadap kembar Swedia yang dibesarkan bersama atau terpisah.
"Hasil dari penelitian ini dan studi kembar lainnya menunjukkan bahwa gen menyumbang sekitar 70 persen variasi berat badan pada seseorang. Itu adalah pengaruh yang sangat besar," kata Karp.
Selain itu, ada teori yang disebut set point weight range. Ini adalah kisaran berat badan yang dianggap aman oleh tubuh. Ketika seseorang mencoba menurunkan berat badan terlalu jauh di bawah kisaran itu, otak akan secara otomatis bereaksi. Tanpa disadari, tubuh akan bekerja keras untuk mengembalikan berat badan ke angka yang dianggap normal.
Oleh karena itu, jika ingin mengubah set point tubuh, penurunan berat badan perlu dilakukan secara perlahan dan bertahap. Dengan cara ini, tubuh punya waktu untuk menyesuaikan diri tanpa memicu reaksi yang membuat berat badan naik kembali.
Karp menyarankan, jika tidak ingin berat badan naik lagi setelah berhasil turun, Anda perlu tetap menjaga pola makan dengan mengonsumsi kalori sedikit lebih rendah, dan melakukannya secara perlahan. Artinya, usahakan untuk tidak menurunkan lebih dari 10 persen berat badan dalam enam bulan.
3. Usia Bertambah dan Kehilangan Massa Otot
"Ketika wanita memasuki masa menopause dan kadar estrogen mulai menurun, maka bakal kehilangan otot seiring bertambahnya usia," ujar Gorin.
Lebih lanjut, Gorin mengatakan massa otot akan berkurang 3 hingga 8 persen setiap dekadenya setelah berusia 30 tahun. Padahal, otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak.
"Wanita pascamenopause cenderung lebih mudah menimbun lemak tubuh dan membutuhkan kalori yang lebih sedikit seiring bertambahnya usia," kata Gorin.
Perubahan alami pada jaringan lemak seiring penuaan juga dapat mendorong tubuh untuk menambah berat badan.
Beberapa perilaku yang efektif dengan menjadikan makanan nutrisi sebagai dasar pola makan, membatasi makanan berkalori seperti makanan olahan dan tinggi gula, serta menambahkan latihan beban atau ketahanan ke dalam rutinitas mingguan untuk membantu membangun kembali otot yang hilang.
4. Pengaruh Obat-obatan
Beberapa obat dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau menghalangi untuk menurunkannya. Diantaranya adalah insulin untuk mengobati diabetes, antipsikotik atau antidepresan tertentu, beberapa terapi epilepsi, steroid, dan obat penurun tekanan darah seperti beta blocker.
Kemudian, obat-obatan ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan karena mengganggu metabolisme, mengubah nafsu makan, memicu kelelahan sehingga mengurangi aktivitas.
5. Salah Perkiraan Ukuran Porsi
Permasalahan dengan ukuran porsi yang tertera pada kemasan sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Gorin juga memberikan saran, untuk merencanakan apa yang akan dimakan sepanjang hari.
“Hal ini dapat dilakukan dengan mencatat makanan dalam buku harian untuk melihat berapa banyak kalori yang sebenarnya dikonsumsi dan menyesuaikan ukuran porsi jika diperlukan atau konsultasikan dengan ahli gizi untuk jadwal makan yang perlu diikuti,” katanya.
6. Makan Tanpa Sadar
Ngemil sambil menonton TV atau bermain ponsel membuat seseorang tidak menyadari makanan apa yang baru saja dimakan.
Berdasarkan meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Appetite pada September 2022 makan sambil terdistraksi dapat membuat koneksi otak dan tubuh terasa kenyang dan puas.
Gorin sendiri merekomendasikan untuk menyiapkan makanan sendiri.
“Ketika meluangkan waktu untuk masak, Anda akan mengetahui bahan apa saja yang dimasukan ke dalam makanan,” katanya.
7. Melewatkan Jam Makan
Banyak yang berpikir dengan skip makan bisa membuat berat badan turun. Faktanya, makan teratur malah bisa membuat berat badan turun. Dalam upaya mengurangi kalori, godaan untuk mencoba makanan sendiri mungkin akan melewatkan waktu makan sangat besar.
Walter menjelaskan bahwa saat seseorang skip makan malah mendorong tubuh ingin makan lebih banyak.
"Sembilan puluh persen klien saya ingin menurunkan berat badan yang tidak makan di siang hari malah makan berlebihan di malam hari," ujarnya.
8. Tidak Berolahraga
Menurunkan berat badan dengan mengatur makan saja tidak cukup Perlu diiringi dengan berolahraga.
“Olahraga adalah kunci untuk mempertahankan berat badan,” kata Karp.
Selain itu, olahraga merangsang sintesis mitokondria di dalam otot sebagai pembangkit energi pada sel. Kehadiran otot juga menjadi mesin pembakar lemak dan karbohidrat yang lebih baik.
Karena itu, orang-orang yang berhasil dalam penurunan berat badan adalah mereka yang rutin berolahraga.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4916844/original/018693400_1723537819-pexels-h-thanh-131149238-10131971.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5199384/original/038513800_1745580146-ChatGPT_Image_Apr_25__2025__06_21_41_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425877/original/038372600_1764240243-IMG_20251127_144123_832.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5427769/original/077297800_1764416182-nita.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426784/original/044200700_1764317615-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425607/original/084312400_1764232310-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5427689/original/025678000_1764408509-Cefi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5424902/original/008009300_1764166341-20251126_155417.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4843926/original/068798200_1716798063-Ilustrasi_teman__konflik__bertengkar__iri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5427156/original/019811600_1764329507-bukit_bintang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5427591/original/057223300_1764398409-ray.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5426573/original/010179100_1764310098-zudan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5152180/original/027849100_1741239835-hl1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3807962/original/042684300_1640675125-269771691_676967773299152_1759655523571053049_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426148/original/036905100_1764262169-WhatsApp_Image_2025-11-27_at_23.31.52_64e9b1ed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5426045/original/083785000_1764250366-Foto_2b_-_Bulan_Kesadaran_Hipertensi_Paru_2025.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5115707/original/069563900_1738318372-image__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2918038/original/015070100_1569068083-Untitled.jpg)












:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5342972/original/013803200_1757405019-listya.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5276437/original/068077400_1751952590-beautiful-woman-taking-care-herself.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5306724/original/022117700_1754448645-kelley_mack.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5190717/original/022953000_1744880160-Minum_kopi.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5082175/original/058101700_1736233631-1736231098797_celana-abu-abu-cocok-dengan-baju-warna-apa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161561/original/013565600_1741847087-1741841084965_apa-penyebab-usus-buntu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5306234/original/056128800_1754380060-sad-asian-kid-touching-tummy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3942749/original/085011900_1645583985-young-beautiful-woman-bathroom-with-towel-her-head-washes-her-face-with-tap-water.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024590/original/087816500_1732616772-cara-menghilangkan-perut-kembung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4966766/original/003941100_1728659811-fotor-ai-2024101122239.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5299696/original/022467500_1753848306-woman-with-melanoma-her-skin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3286207/original/019005400_1604455604-sembunyikan-kebotakan-suami-dilaporkan-istri-ke-poilisi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5072311/original/012642500_1735547668-f9afe661-0a1f-4faa-9aac-eb2d502c9934.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304594/original/039238700_1754278899-WhatsApp_Image_2025-08-04_at_10.38.18.jpeg)