Layanan Dialisis RSUD Aceh Tamiang Sudah Beroperasi, Pasien Cuci Darah Sambut Bahagia

11 hours ago 10

Liputan6.com, Aceh Tamiang - RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Aceh sudah kembali membuka layanan dialisis sejak akhir Desember 2025. Sebelumnya, unit dialisis di RSUD ini sempat tak bisa memberikan layanan efek banjir Aceh yang menerjang pada akhir November 2025.

"Kami sudah membuka pelayanan cuci darah," kata Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang dokter Andika Putra SpPD ditemui pada Jumat, 16 Januari 2026 di kantornya.

Usai kembali dibuka layanan dialisis tersebut disambut bahagia Kartina (49) warga Karang Baru, Aceh Tamiang. "Alhamdulillah, senang. Senang sekali sekali ini sudah dibuka kembali. Tidak keluar lagi banyak ongkos," kata Kartina sambil tertawa menjawab pertanyaanya Health Liputan6.com.

Kondisi RSUD Aceh Tamiang yang masih perlu pembersihan dan perbaikan di titik lain tidak mengurangi pelayanan dialisis yang diberikan.

"Apa adanya saja, Kami sudah senanglah sudah dipanggil (untuk cuci darah) di sini lagi," tutur wanita yang perlu cuci darah seminggu dua kali ini. 

"Stafnya juga baik sekali di sini," lanjut Kartina.

Banjir Membuat Kartina ke Unit Dialisis di Tempat Lain

Saat unit dialisis RSUD Aceh Tamiang tak beroperasi, ia harus menjalani layanan cuci darah di fasilitas kesehatan lain yang jaraknya cukup jauh. Biaya dan waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi tersebut pun menjadi beban tambahan di tengah kondisi darurat.

"Saat awal-awal banjir itu, kami mesti ke tempat lain ya. Dapat jadwal jam 5 sore. Lalu baru selesai jam 10 malam," cerita Kartina.

Alhasil, jarak lokasi unit dialisis yang jauh membuatnya baru bisa sampai rumah sekitar pukul 01.00 atau 02.00.

Kartina Sempat Drop di Pengungsian Banjir

Saat banjir menerjang Aceh pada November 2025, Kartina pun terkena dampaknya. Kampung tempatnya tinggal nyaris tenggelam karena banjir bandang yang menerjang.

Kondisi itu membuat Kartina mesti mengungsi di kampung sebelah. Selama di pengungsian, Kartina pun melewatkan tiga kali sesi cuci darah. Hingga akhirnya kondisi tubuhnya yang menurun efek tidak menjalani cuci darah karena banjir.

Ia pun segera dibawa ke rumah sakit di luar Aceh Tamiang karena seluruh rumah sakit di kabupaten tersebut rusak akibat banjir.

"Pas ngedrop lalu ke IGD rumah sakit yang ada di Kota Langsa. Kata dokter yang memeriksa harus dirujuk ke IDI," ceritanya.

Setelah menjalani cuci darah 4 kali, kondisinya berangsur-angsur membaik. Terlebih saat unit dialisis RSUD Aceh Tamiang bisa kembali beroperasi, ia bisa kembali rutin menjalani cuci darah tiap hari Selasa dan Jumat.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |