Manfaat Binahong untuk Kesehatan, Bisa Bantu Penyembuhan Luka hingga Redakan Peradangan

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Binahong atau Anredera cordifolia dikenal luas sebagai tanaman yang dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan, terutama dalam proses penyembuhan luka dan pemulihan tubuh. 

Menurut dokter Danang Ardiyanto, MKM, Dokter di UPF Pelayanan Kesehatan Tradisional Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito, manfaat utama binahong banyak diarahkan pada penyembuhan luka dan peradangan, dengan penggunaan topikal sebagai fokus utama.

Di masyarakat, binahong kerap disebut sebagai tanaman yang membantu tubuh ‘mempercepat pulih’. Pemanfaatannya dilakukan baik secara luar maupun dengan cara diminum, sesuai dengan kondisi kesehatan yang dihadapi.

Danang menyebutkan bahwa binahong mengandung flavonoid, saponin, tanin, serta komponen lain yang berkaitan dengan proses perbaikan jaringan. 

Kandungan ini memiliki peran dalam mendukung pemulihan, khususnya saat tubuh mengalami luka atau peradangan.

Berbagai publikasi juga menyoroti potensi binahong dalam konteks kesehatan, terutama pada proses yang berhubungan dengan perbaikan jaringan tubuh.

Potensi Binahong dalam Penyembuhan Luka

Danang mengatakan bahwa penyembuhan luka menjadi salah satu area yang paling sering diteliti terkait pemanfaatan binahong. 

Sejumlah publikasi membahas potensi binahong dalam membantu proses ini, baik melalui peningkatan aktivitas sel yang berperan dalam perbaikan jaringan, seperti fibroblast, maupun melalui aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.

Di tingkat aplikasi, terdapat studi yang menilai sediaan gel ekstrak daun binahong dan menyimpulkan adanya potensi dalam memperbaiki proses penyembuhan luka, dengan konteks penelitian tertentu. 

Hal ini membuat penggunaan binahong secara topikal dinilai lebih terarah, sekaligus mengurangi variabel pencernaan dan penyerapan yang sering membuat efek penggunaan dengan cara diminum sulit distandardisasi.

Peran dalam Peradangan dan Pemulihan

Menurut Danang, dalam proses penyembuhan luka, beberapa hal penting perlu diperhatikan, seperti menekan peradangan yang berlebihan, menjaga kondisi lingkungan luka, serta mendukung pembentukan jaringan baru. Senyawa flavonoid dan saponin dalam binahong kerap dikaitkan dengan proses-proses tersebut.

Meski demikian, kualitas bukti ilmiah terkait manfaat binahong beragam antar penelitian. Sehingga pemanfaatannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

Danang juga menjelaskan bahwa selain digunakan secara luar, binahong juga dikenal digunakan dengan cara diminum. Penggunaannya dilakukan dengan merebus 3-5 lembar daun segar menggunakan sekitar 300 ml air. Air rebusan ini diminum satu kali sehari selama 5-7 hari.

Penggunaan dengan cara diminum biasanya dimanfaatkan untuk membantu pemulihan pasca sakit, keluhan maag ringan, serta kondisi stamina yang menurun.

Penggunaan Topikal Lebih Dianjurkan untuk Luka

Untuk luka, penggunaan binahong secara topikal lebih dianjurkan. Daun dicuci bersih, kemudian ditumbuk hingga halus. 

Setelah itu, dioleskan tipis pada luka yang sudah dibersihkan dan ditutup dengan kasa steril. Penggantian dilakukan satu hingga dua kali sehari.

Menurut Danang, cara ini dinilai lebih fokus karena langsung diterapkan pada area yang membutuhkan perawatan.

Namun, penggunaan binahong tetap memerlukan perhatian. Danang menegaskan bahwa luka bernanah, luka dalam, atau luka pada penderita diabetes berat tetap memerlukan perawatan medis. 

Selain itu, individu dengan riwayat alergi kulit perlu memperhatikan respons kulit saat menggunakan binahong secara topikal.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |