Mengenal Kacang Gude, Superfood Lokal Kaya Nutrisi dan Cara Mengolahnya

5 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Kacang gude (Cajanus cajan) merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai sumber pangan alternatif yang sangat potensial. Di berbagai daerah, tanaman ini memiliki sebutan yang beragam, mulai dari kacang hiris di Jawa Barat, undis di Bali, hingga kacang kayu di beberapa wilayah lainnya.

Meskipun popularitasnya sempat tergeser oleh kedelai, kini kacang gude mulai kembali dilirik sebagai superfood lokal karena ketahanannya terhadap cuaca ekstrem serta profil nutrisinya yang luar biasa lengkap bagi kesehatan tubuh manusia.

Keunggulan utama dari tanaman ini terletak pada kemampuannya untuk tumbuh subur di lahan kering dan minim air, menjadikannya komoditas andalan bagi petani di daerah tadah hujan seperti Gunung Kidul atau wilayah Indonesia Timur.

Tanaman yang berbentuk perdu ini tidak hanya menghasilkan biji yang lezat, tetapi seluruh bagian tanamannya, mulai dari akar hingga daun, memiliki manfaat fungsional yang signifikan baik untuk kesehatan medis maupun untuk menjaga kesuburan tanah melalui bintil akar penyerap nitrogen.

Menurut buku  BIOLOGI Interaktif Kls. XII IPA Oleh Wijaya Jati (2007: hlm.38) protein kacang gude sangat tinggi sehingga dapat dikembangkan sebagai pengganti kacang kedelai. Berbeda dengan kacang kedelai, kacang gude tidak terpengaruh dengan kondisi alam seperti apapun dan dapat bertahan hidup dalam kondisi yang ekstrem. 

Bagi Anda yang sedang mencari alternatif sumber protein nabati yang murah namun berkualitas tinggi, memahami lebih dalam tentang karakteristik dan potensi pengolahan kacang gude adalah langkah yang tepat. Artikel ini akan mengupas tuntas segala hal yang perlu Anda ketahui, mulai dari kandungan gizi, manfaat kesehatan yang didukung oleh riset, hingga tips mengolahnya menjadi hidangan yang menggugah selera untuk keluarga di rumah.

Kandungan Nutrisi Kacang Gude per 100 Gram

Sebagai sumber pangan fungsional, kacang gude mengandung berbagai zat gizi makro dan mikro yang esensial. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, berikut adalah estimasi kandungan nutrisi dalam 100 gram biji segar:

  • Protein: Sekitar 7–20 gram (tergantung tingkat kematangan dan varietas).
  • Serat: Sangat tinggi, membantu menjaga kesehatan pencernaan.
  • Mineral: Kaya akan kalium, fosfor, magnesium, kalsium, zat besi, dan seng.
  • Vitamin: Mengandung vitamin B kompleks (thiamin, riboflavin, niasin), serta provitamin A pada biji yang masih muda.
  • Senyawa Aktif: Flavonoid, saponin, dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan alami.

Manfaat Kesehatan Kacang Gude bagi Tubuh

Mengonsumsi kacang gude secara rutin dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan jangka panjang. Menurur buku Ragam Polong, Kacang, dan Biji sebagai Sumber Lemak dan Protein Nabati Unggulan Sepanjang Zaman (Jilid 1)Oleh Murdijati-Gardjito dkk (2025: hlm.273), beberapa manfaat utamanya meliputi:

1. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Kandungan kalium yang tinggi pada kacang gude berperan sebagai vasodilator yang membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah. Selain itu, serat larutnya efektif dalam membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, sehingga risiko penyakit jantung koroner dan aterosklerosis dapat diminimalisir.

2. Sumber Protein Berkualitas untuk Ibu Hamil

Bagi ibu hamil, kacang gude adalah sumber asam folat alami yang sangat baik. Folat sangat krusial dalam mencegah anemia selama kehamilan serta mengurangi risiko cacat lahir pada saraf tulang belakang bayi. Kandungan proteinnya juga mendukung pembentukan jaringan otot dan organ pada janin.

3. Mendukung Program Diet dan Pencernaan

Karena memiliki indeks glikemik yang relatif rendah dan serat yang tinggi, kacang ini memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini sangat membantu bagi Anda yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau ingin menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.

4. Potensi Anti-Kanker dan Fitoestrogen

Kacang gude mengandung senyawa isoflavon seperti daidzein dan genistein. Senyawa fitoestrogen ini memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan jaringan kanker tertentu, seperti kanker payudara dan prostat.

Panduan Budidaya Kacang Gude di Lahan Kering

Salah satu alasan mengapa kacang gude layak dibudidayakan secara luas adalah sifatnya yang adaptif. Berikut adalah langkah-langkah dasar penanamannya:

1. Pemilihan Lahan

Tanaman ini paling cocok ditanam di lahan kering dengan drainase yang baik. Ia tahan terhadap tanah yang kurang subur karena mampu melakukan fiksasi nitrogen sendiri.

2. Waktu Tanam

Di daerah tadah hujan, penanaman biasanya dilakukan di awal musim hujan agar tanaman mendapatkan air yang cukup pada fase awal pertumbuhan.

3. Teknik Tumpang Sari

Petani sering menanam gude bersama jagung atau padi gogo. Jarak tanam yang disarankan adalah sekitar 40 x 10 cm atau menyesuaikan dengan kondisi lahan.

4. Pemeliharaan

Relatif mudah karena jarang diserang hama berat. Penggunaan pupuk organik sangat disarankan untuk meningkatkan hasil polong.

Variasi Olahan Kuliner Berbasis Kacang Gude

Keanekaragaman kuliner nusantara selalu punya cara unik dalam memanfaatkan bahan pangan lokal, tidak terkecuali dalam mengolah kacang gude menjadi sajian yang menggugah selera. Di tangan para ibu di pedesaan, biji kacang ini tidak hanya sekadar pengganjal perut, melainkan bahan utama yang mampu menghasilkan harmoni rasa antara manis alami, gurih, dan tekstur yang khas.

Fleksibilitasnya memungkinkan kacang ini masuk ke dalam berbagai kategori hidangan, mulai dari sayur berkuah hangat yang menenangkan hingga camilan renyah yang menemani waktu santai di sore hari.Menariknya, penggunaan kacang gude dalam masakan sangat bergantung pada tingkat kematangannya, sehingga menciptakan profil rasa yang berbeda-beda.

Biji yang masih muda sering kali dipilih karena teksturnya yang lunak dan menyerap bumbu dengan sempurna, sementara biji yang sudah tua dan kering lebih sering dimanfaatkan untuk olahan yang membutuhkan gigitan lebih kuat atau melalui proses fermentasi. Di dapur tradisional Indonesia, bahan ini diolah menjadi berbagai jenis hidangan yang nikmat dengan sentuhan bumbu rempah yang autentik:

  • Sayur Lodeh dan Sayur Bening: Menggunakan biji gude muda yang masih berwarna hijau empuk.
  • Oblok-Oblok atau Bothok: Biji gude dicampur dengan parutan kelapa dan bumbu rempah, kemudian dikukus.
  • Undis Goreng: Camilan khas Bali berupa biji gude tua yang direndam, kemudian digoreng hingga renyah.
  • Tempe Gude: Sebagai alternatif pengganti kedelai, biji gude tua difermentasi menggunakan ragi tempe, menghasilkan cita rasa yang lebih earthy dan gurih.

FAQ Seputar Kacang Gude

1. Apakah kacang gude boleh dimakan mentah?

Bisa, namun rasanya cenderung agak sepat (kesat). Sangat disarankan untuk dimasak terlebih dahulu guna menghilangkan senyawa antinutrisi dan meningkatkan teksturnya.

2. Apa perbedaan kacang gude dengan kacang polong?

Meskipun bentuk polongnya mirip, kacang gude tumbuh pada tanaman perdu yang lebih keras (seperti kayu) dan lebih tahan kekeringan dibandingkan kacang polong subtropis.

3. Bagaimana cara mengolah biji gude yang sudah tua dan keras?

Rendam biji dalam air semalaman sebelum dimasak atau rebus menggunakan panci presto agar teksturnya cepat empuk.

4. Apakah daun kacang gude bisa dikonsumsi?

Ya, di beberapa daerah daun mudanya digunakan sebagai lalapan atau obat tradisional untuk penyakit kuning dan sariawan.

5. Di mana bisa membeli kacang gude?

Anda bisa menemukannya di pasar tradisional daerah pedesaan atau melalui platform e-commerce dengan kata kunci "Kacang Gude" atau "Kacang Undis".

Read Entire Article
Helath | Pilkada |