Minum Air Dingin vs Air Hangat, Mana yang Lebih Baik? Ini Penjelasan Pakar

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Minum air putih penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Air membantu mengangkut nutrisi, melancarkan pencernaan, melumasi sendi, menjaga fungsi otak, serta mendukung sistem kekebalan tubuh.

Menurut Mayo Clinic, kebutuhan cairan orang dewasa berkisar antara 2,7 hingga 3,7 liter per hari, tergantung usia, aktivitas, kondisi kesehatan, dan cuaca.

Melansir dari TODAY, Senin, 19 Januari 2026, selain jumlah air, suhu air minum juga kerap menjadi perdebatan. Sebagian orang menyukai air dingin, sementara lainnya lebih nyaman dengan air hangat atau suhu ruang. 

Namun para ahli menegaskan tidak ada suhu air yang terbukti paling sehat.

“Tidak ada bukti pasti bahwa air dingin atau air panas lebih baik bagi tubuh,” ujar Dr. Louise Wang, gastroenterology dari Yale School of Medicine.

Hal serupa disampaikan Dr. David Leiman, gastroenterolog Duke University School of Medicine. “Menjaga tubuh tetap terhidrasi jauh lebih penting dibanding suhu air yang diminum,” katanya.

Manfaat dan Risiko Minum Air Dingin

Air dingin sering terasa lebih menyegarkan, terutama saat cuaca panas atau setelah berolahraga. Beberapa orang merasa suhu dingin membantu menurunkan suhu tubuh dan memberi efek segar.

Namun, menenggak air yang sangat dingin bisa memiliki sisi negatif. "Air yang sangat dingin dapat menyebabkan vasokonstriksi, di mana pembuluh darah di tubuh kita mulai menyempit dan menjadi sedikit lebih kencang," kata Leiman.

Kondisi tersebut dapat memperlambat kerja lambung untuk sementara waktu. Pada sebagian orang, air dingin juga bisa memperburuk keluhan asam lambung atau gangguan pencernaan.

Sebuah studi tentang pengaruh suhu air terhadap motilitas lambung dan asupan energi pada pria muda sehat di Jepang tahun 2020 menemukan bahwa konsumsi air sangat dingin dapat menurunkan rasa lapar sementara, namun belum terbukti memberi manfaat kesehatan jangka panjang. Secara medis, belum ada bukti kuat bahwa minum air dingin berbahaya bagi orang sehat.

Manfaat dan Risiko Minum Air Hangat

Sebagian orang memilih minum air hangat karena terasa lebih nyaman bagi pencernaan, terutama saat sakit atau mengalami nyeri ulu hati. Menurut Dr. Wang, air hangat sering memberi efek menenangkan pada saluran cerna.

"Mereka mungkin lebih menyukai air hangat untuk menenangkan saluran pencernaan mereka atau (karena) terasa lebih menyehatkan saat mereka sedang tidak enak badan," ujar Wang.

Orang yang mengalami ketidaknyamanan saat menelan atau asam lambung mungkin juga merasa lega dengan minum air hangat atau panas. Namun, apakah air panas benar-benar lebih baik untuk pencernaan?

"Tidak ada konsensus mutlak atau studi penting yang dapat kita tunjuk, tetapi ada beberapa penelitian kecil yang menunjukkan bahwa minum air hangat atau bahkan air panas dapat mempercepat motilitas dan mengurangi gejala-gejala tersebut," kata Leiman.

Air Dingin vs Air Hangat

Air berada pada suhu tubuh kita selama beberapa menit hingga beberapa jam setelah diserap di usus kecil dan masuk ke aliran darah. Apakah Anda suka air dingin, panas, atau suhu ruangan, itulah air yang paling menghidrasi.

“Suhu air seharusnya tidak memengaruhi kemampuan untuk menghidrasi,” kata Leiman.

Wang mengatakan bahwa dalam hal hidrasi, itu lebih tentang kuantitas, jadi minumlah sekitar dua liter air setiap hari atau secukupnya agar Anda tidak haus dan urine Anda tidak berwarna gelap, melainkan kuning pucat.

Berapakah suhu air yang paling aman untuk kesehatan manusia?

Wang mengatakan, "Jumlah air yang Anda minum bukan suhunya yang penting." Selain itu, sangat penting untuk menghindari suhu ekstrem. 

Leiman menyatakan, "Cairan yang sangat, sangat dingin atau sangat, sangat panas mungkin memiliki dampak tertentu... tetapi sekali lagi, ini relatif singkat."

Selain minum cukup air, Anda juga harus makan makanan yang sehat dan seimbang.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |