Tak Hanya Soal Diet, Ini Pentingnya Modifikasi Gaya Hidup untuk Atasi Obesitas

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Obesitas sering kali langsung dikaitkan dengan pola makan. Padahal, obesitas tidak bisa dilihat hanya dari apa yang dikonsumsi sehari-hari. Penanganannya membutuhkan pendekatan yang lebih luas, terutama melalui perubahan gaya hidup yang dijalani secara konsisten.

Clinical, Medical, and Regulatory Director Novo Nordisk Indonesia, dr. Riyanny Meisha Tarliman menjelaskan bahwa pengobatan obesitas memiliki tiga pilar utama, dan salah satu yang paling penting adalah modifikasi gaya hidup. Perubahan ini tidak bersifat instan dan tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu singkat.

“Kalau kita bicara modifikasi gaya hidup, enggak mungkin cuma 1 minggu, 2 minggu dong,” ujarnya dalam unggahan video di kanal YouTube DRV Channel berjudul “Dr Vito | Obesitas? Perut Masih Buncit? Tonton Ini Untuk Mengubahnya!.”

Modifikasi gaya hidup mencakup bagaimana seseorang mengadaptasi pola hidup baru, mulai dari pengaturan pola makan hingga aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari. Perubahan ini perlu dijalani dalam jangka panjang dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Modifikasi Gaya Hidup sebagai Dasar Penanganan Obesitas

Hal senada disampaikan oleh dr. dr. Vito A. Damay, SpJP(K). Ia menegaskan bahwa berbagai terapi obesitas tidak akan berjalan optimal tanpa perubahan gaya hidup.

“Semua terapi untuk obesitas itu sebenarnya tidak akan optimal, tidak akan efektif, kalau kita tidak melakukan modifikasi lifestyle,” jelas Vito.

Menurutnya, gaya hidup yang dimaksud bukan sekadar tren sesaat, melainkan pola hidup yang benar-benar dijalani setiap hari.

“Ini maksudnya pola hidup, artinya sehari-hari yang harus dihidupi,” katanya.

Oleh karena itu, apa pun jenis terapi yang dijalani, modifikasi pola hidup tetap menjadi dasar utama dalam penanganan obesitas.

Tidur dan Latihan Beban yang Sering Terlupakan

Dalam modifikasi gaya hidup, ada dua hal yang kerap tidak disadari banyak orang, yaitu pola tidur dan latihan beban. Vito menekankan bahwa tidur harus diatur dengan sengaja, bukan sekadar tertidur karena lelah.

“Tidur itu penting sekali, karena tidur itu harus benar-benar dilakukan, artinya bukan dengan kita ketiduran, tapi memang intensi kita mengatur pola tidur,” ungkapnya.

Gangguan tidur sering kali tidak disadari pada orang dengan obesitas, seperti sleep apnea, yang dapat meningkatkan tekanan darah serta risiko gangguan irama jantung.

Selain tidur, latihan beban juga sering dianggap hanya untuk kelompok tertentu. Padahal, latihan otot memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jantung.

Vito menjelaskan bahwa otot rangka yang kuat dapat membantu melindungi jantung karena dari otot akan dilepaskan myokins yang berperan menjaga pembuluh darah tetap fleksibel dan mendukung kekuatan otot jantung.

Pola Makan dan Aktivitas Fisik Perlu Disesuaikan

Menurut Vito, pengaturan pola makan tidak bisa disamakan untuk semua orang. Setiap individu membutuhkan penyesuaian berdasarkan kondisi tubuh dan kesehatannya.

“Apa benar tidak makan nasi sama sekali misalnya? Atau apakah dia bisa ganti karbohidrat dengan yang lain? Itu kan perlu pengaturan dari dokter juga,” jelas Vito.

Begitu juga dengan olahraga. Orang dengan keluhan sendi, riwayat cedera, atau kondisi kesehatan tertentu memerlukan jenis aktivitas fisik yang aman dan sesuai. Perbedaan usia juga memengaruhi jenis latihan yang dianjurkan.

Mulai dari Langkah yang Paling Sederhana

Bagi yang ingin menurunkan berat badan, Vito menyarankan untuk memulai dari hal-hal yang paling mudah dilakukan. Mulai dari mengatur tidur, lalu meningkatkan aktivitas fisik sesuai kemampuan masing-masing.

“Anda mau jalan, boleh. Mungkin jalan cepat belum bisa, jalan pelan juga bisa,” ujarnya.

Jika berjalan terasa sulit, bersepeda, termasuk sepeda statis, bisa menjadi pilihan. Pola makan juga bisa diatur secara bertahap, tanpa harus langsung melakukan perubahan ekstrem. Menahan diri dari gorengan dan makanan manis sudah termasuk usaha yang berarti.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan juga menjadi bagian penting. Pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, kolesterol, gula darah, serta fungsi fisik membantu dokter menilai kondisi secara menyeluruh dan menentukan langkah yang tepat.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |