Tanggal 16 Januari 2026 Libur Apa? Kenali Hari Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW

17 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menetapkan Hari Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada 16 Januari 2026 sebagai hari libur nasional. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, yang ditandatangani Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri PANRB. 

Pada 2026, Hari Isra Mikraj jatuh pada hari Jumat, sehingga berpotensi menciptakan akhir pekan panjang (long weekend). Kondisi ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, sekaligus merenungkan makna peristiwa penting dalam sejarah Islam tersebut. 

Isra Mikraj merupakan peristiwa luar biasa yang memperingati perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, mulai dari Isra --- perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsha --- hingga Mikraj, yaitu perjalanan Nabi Muhammad ke langit sampai Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat. 

Jejak Perjalanan Isra Mikraj dalam Kitab Klasik

Kisah perjalanan Isra Mikraj dijelaskan secara rinci dalam kitab Qishatul Mi‘raj karya Syekh Ahmad Ad-Dardiri, yang bersumber dari sejumlah hadits, seperti dikutip dari NU Online pada Jumat, 9 Januari 2026.

Dalam kitab tersebut, diceritakan tahap demi tahap perjalanan Rasulullah, mulai dari persiapan, pemberangkatan, hingga kembali ke bumi. Dari peristiwa agung ini, terdapat banyak hikmah yang dapat dipetik oleh umat Islam. Setidaknya, ada lima pelajaran penting yang relevan untuk kehidupan sehari-hari. 

1. Membersihkan Hati 

Perjalanan Isra Mikraj diawali dengan peristiwa pembersihan hati Nabi Muhammad SAW. Dikisahkan, dada Rasulullah dibedah, lalu hatinya dibersihkan dan diisi dengan sifat sabar, ilmu, keyakinan, dan keislaman. 

Syekh Ahmad Ad-Dardiri menuliskan bahwa isi dalam bokor tersebut ditumpahkan ke dalam hati Nabi Muhammad hingga memenuhi hatinya dengan hilm, ilmu, yakin, dan Islam.

Hikmahnya, jalan menuju kedekatan dengan Allah harus diawali dengan membersihkan hati dari penyakit batin seperti riya, cinta dunia berlebihan, dan maksiat tersembunyi. 

2. Napak Tilas dan Menghormati Pendahulu

Dalam perjalanan Isra menuju Palestina, Nabi Muhammad SAW singgah di beberapa tempat bersejarah, seperti lokasi Nabi Musa bermunajat dan tempat kelahiran Nabi Isa. Di Masjid Al-Aqsha, Rasulullah menjadi imam shalat para nabi. 

Perjalanan Mikraj juga mempertemukan Nabi Muhammad dengan para nabi terdahulu, mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Ibrahim. Hal ini mengajarkan pentingnya menghormati pendahulu, napak tilas sejarah, serta meminta doa dan nasihat dari para sesepuh. 

3. Pentingnya Pembimbing 

Selama perjalanan Isra Mikraj, Nabi Muhammad didampingi Malaikat Jibril yang menjelaskan berbagai pemandangan simbolik. Namun, saat bertemu Allah di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad melanjutkan sendiri. Hikmahnya, manusia membutuhkan pembimbing atau guru dalam perjalanan spiritual maupun kehidupan dunia, baik dalam urusan agama, usaha, maupun profesi. 

4. Bahan Introspeksi Diri 

Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad diperlihatkan berbagai gambaran umat yang mendapat siksa akibat perbuatannya, seperti pemakan riba, pengkhianat amanah, hingga orang yang gemar mengumbar aib orang lain. Pemandangan ini menjadi pengingat agar umat Islam senantiasa melakukan muhasabah dan memperbaiki diri. 

5. Mengutamakan Shalat 

Puncak Isra Mikraj adalah diterimanya perintah shalat lima waktu. Awalnya diwajibkan 50 waktu, lalu diringankan menjadi lima waktu sehari semalam. Perintah shalat menjadi bukti bahwa ibadah ini memiliki kedudukan istimewa.

Shalat disebut sebagai mi‘raj-nya orang beriman dan tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun. 

Dengan demikian, Hari Isra Mikraj yang jatuh pada 16 Januari 2026 bukan sekadar hari libur nasional, tetapi momentum spiritual untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, dan menghidupkan kembali nilai-nilai shalat dalam kehidupan sehari-hari. 

Read Entire Article
Helath | Pilkada |