5 Gejala Usus Buntu pada Anak, Bisa Mirip Sakit Perut Biasa hingga Kerap Terlambat Dikenali

4 days ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Usus buntu dapat terjadi pada anak-anak. Sayangnya, gejala usus buntu pada anak bisa mirip dengan sakit perut biasa sehingga sering terlambat dikenali.

Menurut dokter spesialis bedah anak, Ishak G. M. Lahunduitan dari RS EMC Sentul, setidaknya ada lima gejala usus buntu pada anak yang perlu diwaspadai, yakni:

Sakit Perut yang Berpindah Tempat

Awalnya, rasa sakit dimulai di area sekitar pusar (perut bagian tengah), kemudian menjalar ke perut sebelah kanan bawah dan menetap. Rasa sakit semakin lama semakin kuat. Anak akan lebih senang menekuk kaki ke arah perut.

Mual dan Muntah

Gejala usus buntu pada anak juga dapat berupa mual muntah, perut terasa kembung dan sering disertai hilang nafsu makan.

Demam Ringan

Demam ringan juga tak boleh diabaikan begitu saja karena bisa merujuk pada kondisi usus buntu. Demam dapat meningkat jika peradangan memburuk.

Enggan Berjalan atau Menekuk Tubuh

Anak menjadi tidak nyaman ketika bergerak, batuk, atau saat perut ditekan.

Diare atau Sembelit

Beberapa anak mengalami diare, sembelit, dan perubahan pola buang air besar (BAB).

“Bila anak menunjukkan gejala di atas, terutama sakit perut terus-menerus di area perut kanan bawah, segera periksakan ke dokter,” saran Ishak.

Usus Buntu Bisa Terjadi pada Semua Usia

Usus buntu (appendisitis) adalah peradangan pada organ bernama appendiks yang terletak di bagian kanan bawah perut.

Kondisi ini bisa terjadi pada semua usia, termasuk anak-anak. Diperlukan penanganan yang tepat karena usus buntu dapat pecah dan menyebabkan infeksi serius di dalam perut. Oleh karenanya, penting bagi orang tua untuk mengenali gejalanya sejak dini.

Usus buntu yang meradang dapat pecah, dan isinya menyebar ke rongga perut dan dapat menyebabkan infeksi semakin berat yang disebut peritonitis. Hal ini merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat (mandatory laparatomi).

Penyebab Usus Buntu pada Anak

Penyebab pasti usus buntu pada anak tidak selalu diketahui, tetapi terdapat beberapa hal yang dapat memicu peradangan adalah:

  • Sumbatan pada usus buntu, misalnya disebabkan oleh tinja yang keras (fekalit), pembengkakan kelenjar getah bening, atau parasit
  • Infeksi, contohnya infeksi saluran cerna
  • Infeksi saluran cerna dapat disebabkan oleh adanya sumbatan pada usus buntu yang menyebabkan bakteri berkembang biak sehingga dapat menimbulkan peradangan.

Menangani Usus Buntu pada Anak

Kasus usus buntu pada anak dapat ditangani dengan beberapa cara, di antaranya:

Operasi

  • Operasi (Apendektomi), tindakan ini merupakan tindakan penanganan utama dan paling banyak dilakukan. Operasi dapat dilakukan dengan cara:
  • Laparoskopi, melalui sayatan kecil (tindakan minimal invasive). Namun, tindakan ini cenderung bersifat konversi dan biaya lebih tinggi dari operasi terbuka.
  • Operasi terbuka, tindakan yang sangat dianjurkan untuk menghindari risiko penyebaran infeksi apabila usus pecah.

Bantuan Obat

Pada beberapa kasus sangat awal dan ringan, pemberian obat (medikamentosa) seperti antibiotik dapat diberikan. Namun, terdapat beberapa kemungkinan tatalaksana pada anak dengan metode obat-obatan, yaitu:

Sembuh total

  • Kondisi peradangan yang menetap
  • Timbulnya komplikasi lebih berat, seperti perforasi.
  • Karena itu, untuk kasus usus buntu pada anak, operasi tetap menjadi pilihan tatalaksana paling umum untuk mencegah kekambuhan.

Mengurangi Risiko Usus Buntu

Pola makan kaya serat (buah, sayur, biji-bijian) dapat membantu mengurangi risiko usus buntu sebanyak 3 persen terjadinya sumbatan pada usus.

Berdasarkan penelitian, 99 persen penentuan diagnosis usus buntu dapat ditetapkan dengan akurat melalui:

  • Gejala klinis
  • Pemeriksaan CT Scan
  • Pemeriksaan laboratorium.

Dalam situasi serius, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami:

  • Nyeri perut atau kolik
  • Sakit perut kuat yang tidak membaik
  • Nyeri yang berpindah ke sisi kanan bawah
  • Muntah berulang atau muntah berwarna hijau
  • Demam dan tidak mau makan
  • Perut tampak membengkak atau sangat nyeri saat disentuh.

“Usus buntu pada anak merupakan kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan segera. Pengenalan gejala sejak dini, pemeriksaan tepat, dan intervensi medis yang tepat dapat mencegah komplikasi serius dan meningkatkan peluang pemulihan anak secara optimal,” pungkas Ishak.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |