Alami Trauma dan Cemas, Pengungsi Longsor Cisarua Dapat Pendampingan Psikososial

23 hours ago 8

Liputan6.com, Bandung - Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat (Dinsos Jabar) telah menurunkan pekerja sosial dan penyuluh sosial untuk memberikan layanan dukungan psikososial kepada para penyintas yang terdampak bencana tanah longsor di daerah Pasir Kuning RT 05/11 dan Pasir Kuda RT 01/10, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Layanan dukungan psikososial diberikan sejak hari pertama pasca terjadinya peristiwa tersebut. Menurut Kepala Dinsos Jabar Noneng Komara Nengsing, hal itu dilakukan guna mencegah trauma berkepanjangan pada para penyintas.

"Sampai saat ini, para pekerja sosial dan penyuluh sosial Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat masih mendampingi para pengungsi agar mereka tidak mengalami trauma yang berlarut akibat kondisi yang terjadi. Pendampingan ini telah kami lakukan sejak kemarin dan akan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan di lapangan," ujar Noneng dalam keterangannya ditulis, Selasa (27/1/2026).

Noneng menjelaskan hingga Minggu (25/1/2026) pukul 12.00 WIB, Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Dinsos Jabar telah melaksanakan kegiatan pendampingan di dua lokasi pengungsian, yakni GOR dan Aula Kantor Desa Pasirlangu, dengan jumlah pengungsi yang terlayani mencapai 394 jiwa.

Sementara, Ketua Tim LDP Dinsos Jabar Rudy menjelaskan, pada hari kedua pasca longsor, kondisi psikologis para pengungsi masih belum sepenuhnya kondusif. Sejumlah penyintas masih mengalami syok, trauma, serta kecemasan akibat kehilangan tempat tinggal dan masih menunggu kabar anggota keluarga yang belum ditemukan.

"Untuk hari kedua pascakejadian, suasana di pengungsian masih cukup labil. Ada pengungsi yang masih trauma dan penuh kekhawatiran terhadap kondisi keluarganya," kata Rudy.

Teknis Pendampingan Psikososial

Dalam pelaksanaannya, Tim LDP yang terdiri dari Fungsional Penyuluh Sosial dan Pekerja Sosial Dinsos Jabar melakukan pendekatan secara individual dan kelompok kecil berbasis keluarga.

Kegiatan meliputi penilaian awal kondisi psikologis, pendampingan emosional, mendengarkan cerita para penyintas, hingga pengenalan teknik relaksasi dan pernapasan guna meredakan ketegangan.

"Berdasarkan hasil pendampingan sementara, Tim LDP Dinsos Jabar mengidentifikasi sembilan orang penyintas yang terindikasi mengalami trauma dan memerlukan penanganan lanjutan," ucap Rudy.

Kebutuhan Dasar Penyintas

Dinsos Jabar juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas. Melalui koordinasi dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bandung Barat, telah diproduksi dan didistribusikan sebanyak 1.500 paket nasi bungkus.

Selain itu, bantuan makanan juga disalurkan kepada 300 relawan, 285 personel TNI, 200 personel Brimob, 100 personel Polres, serta 15 perangkat desa yang terlibat dalam penanganan bencana.

Dinsos Provinsi Jawa Barat memastikan bahwa layanan dukungan psikososial akan terus dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan, seiring dengan penyaluran logistik kebencanaan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

Harapannya dalam penanganan bencana ini, tidak hanya pemenuhan kebutuhan fisik yang ditangani tetapi juga dalam pemulihan psikologis penyintas. Tujuannya, agar masyarakat terdampak dapat bangkit dan pulih secara bertahap pascabencana.

Lanjut Baca:

Orang Tua Perlu Ciptakan Ruang Aman Saat Anak Jajaki Tahap Perkembangan Psikologis di Usia Nol sampai 5 Tahun

Read Entire Article
Helath | Pilkada |