Tak Mesti Ada Keluhan Kesehatan, Ketahui Waktu Tepat Konsultasi ke Dokter Gizi

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang masih menganggap konsultasi ke dokter gizi klinik hanya dibutuhkan saat tubuh jatuh sakit atau ada masalah kesehatan. Padahal, seseorang bisa berkonsultasi ke dokter gizi untuk mencegah jatuh sakit.

Dokter Aditya Mulyantari SpGK M.Gizi dari RS EMC Sentul mengatakan dokter gizi klinik berperan di tiga aspek. Yakni membantu di awal sebagai pencegahan agar tak sakit. Lalu, di tengah untuk membantu terapi ketika ada masalah kesehatan atau di belakang bila seorang pasien mengalami penurunan fungsi. Kehadiran dokter gizi klinik di akhir membantu agar kondisi pasien tidak bertambah parah.

Pengalaman di ruang praktik, memang banyak pasien yang datang untuk menaikkan dan menurunkan berat badan. Namun, saat seseorang sudah merasa mengatur pola makan sehat dan berolahraga tapi badan 'gini-gini aja' juga bisa berkonsultasi ke profesional untuk membantu mencapai bobot yang diinginkan.

"Sehingga nanti bisa diketahui salahnya dimana. Apakah di jumlah makanan, komposisi, atawu waktu makan," kata Aditya usai Healthy Monday bersama EMC memperingati Hari Gizi Nasional 2026.

Kebutuhan Gizi Tiap Orang Personal

Aditya mengungkapkan bahwa lewat konsultasi maka kebutuhan asupan nutrisi yang dibutuhkan bisa disesuaikan dengan kondisi pasien. Karena kebutuhan gizi setiap orang itu personal.

"Rekomendasi dari media sosial atau buku kesehatan itu kan bersifat umum dan tidak selalu sesuai dengan kebutuhan individu. Setiap orang memiliki kondisi tubuh, gaya hidup, dan respons yang berbeda terhadap pola makan," kata Aditya.

Pemeriksaan Kondisi Tubuh dan Tes Laboratorium

Saat konsultasi gizi, penilaian tidak hanya berfokus pada berat badan. Dokter gizi klinik dapat melakukan pengukuran komposisi tubuh menggunakan alat bioelectrical impedance analysis (BIA) untuk mengetahui persentase otot, lemak, lemak visceral, serta kebutuhan dasar kalori harian.

Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan laboratorium, termasuk tes darah. Dari seluruh data tersebut, dokter gizi kemudian menyusun rekomendasi pola makan dan aktivitas yang lebih tepat, sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.

"Dari situ sudah kelihatan, sehingga bisa membantu pasien dalam mengatur asupan makan," katanya.

Lanjut Baca:

Setahun Cuci Darah, Lucky Widja Berjuang Melawan TBC Ginjal hingga Akhir Hidup

Read Entire Article
Helath | Pilkada |