Nipah Virus Outbreak, Menginfeksi 5 Orang di India Termasuk Perawat

20 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Nipah virus outbreak tengah ramai dibicarakan lantaran ada peningkatan kasus virus Nipah di Benggala Barat, India. Pada pertengahan Januari 2026, Benggala Barat, India mencatat telah ada lima kasus infeksi virus Nipah.

Tiga dari lima kasus virus Nipah dilaporkan belum lama ini, kata pihak berwenang. Sebelumnya, tercatat dua orang terinfeksi virus Nipah.

Dua kasus awal merupakan perawat dengan kelami laki-laki dan perempuan. Perawat tersebut bekerja di sebuah rumah sakit swasta di Barasat dekat ibu kota negara bagian Kolkata seperti mengutip laman Global Times, Selasa, 27 Januari 2026.

Kedua perawat bertugas bersama antara tanggal 28 hingga 30 Desember 2025. Pada 31 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 mereka mengalami demam tinggi dan kesulitan bernapas. Lalu, kondisi sempat memburuk sehingga menjalani perawatan intensif di rumah sakit pada 4 Januari.

Berdasarkan investigasi awal, kedua perawat tersebut tertular virus saat merawat pasien dengan gejala pernapasan parah kemudian meninggal. Pasien tersebut sudah meninggal sebelum pengujian dilakukan seperti mengutip The Telegraph.

Setelah kejadian tersebut, 180 orang menjalani pemeriksaan. Lalu, sejumlah orang yang mengalami kontak erat menjalani isolasi.

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah termasuk dalam kelompok Paramyxovirus yang merupakan virus RNA.

Penyakit virus Nipah pertama kali diidentifikasi berdasarkan laporan wabah yang terjadi pada peternak babi di sebuah desa di Sungai Nipah, Malaysia pada tahun 1998-1999 yang berdampak hingga Singapura.

Dari wabah tersebut, dilaporkan 276 kasus konfirmasi dengan 106 kematian seperti mengutip laman Kemenkes.

Penularan virus Nipah bisa terjadi dari hewan ke manusia. Penularan dengan cara kontak langsung atau dari kotoran seperti urine kelelawar dan juga air liur kelelawar.

"Kotoran atau air liur mencemari atau mengontaminasi buah atau kelapa sawit, atau kontak dengan hewan dengan babi," kata epidemiolog Dicky Budiman dalam pesan suara yang diterima Health Liputan6.com.

Dicky mengatakan penularan virus Nipah antar manusia juga bisa terjadi. Penularan biasanya melalui cairan tubuh. "Kontak erat cairan tubuh terutama pada saat perawatan pasien atau keluarganya ya kontak erat juga," kata Dicky.

Gejala Terinfeksi Virus Nipah

Dicky mengatakan gejala klinis virus Nipah bisa bervariasi. Di fase awal, gejala yang muncul demam dan sakit kepala atau mirip dengan gejala flu (flu like syndrome).

Pada fase lebih lanjut, pasien bisa mengalami kesulitan bernafas, pneumonia, radang paru, sampai gangguan neurologis. tingkat keparahan gejala ini dapat sangat bervariasi. Pada beberapa pasien bisa sampai radang otak atau encefalitis yang bisa menyebabkan orang jadi bingung, kejang sampai koma.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan para penyintas mungkin mengalami efek neurologis jangka panjang, seperti kejang yang terus-menerus atau perubahan kepribadian.

Tingkat Kematian Virus Nipah Tinggi

Virus Nipah terkait dengan tingkat kematian yang tinggi. Tingkat kematian yang dilaporkan antara 40 dan 75 persen tergantung pada wabah dan jenis virus yang terlibat.

Pengobatan Virus Nipah, Belum Ada Terapi Spesifik

Belum ada terapi obat spesifik bila orang terinfeksi virus Nipah. Pengobatan dilakukan sesuai dengan gejala atau keluhan yang dialami pasien.

"Jadi tata laksana pengobatannya ya suportif untuk mengontrol gejala lalu pada sebagian kasus perlu masuk ICU," kata Dicky.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |