Susu Formula Nestle Diduga Tercemar Toksin, BPOM Pastikan Belum Ada Laporan Anak Sakit

3 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Susu formula Nestle yang diduga mengandung cemaran toksin dipastikan belum menimbulkan laporan anak sakit di Indonesia. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan hingga kini belum ada kejadian sakit yang terkonfirmasi akibat konsumsi produk tersebut.

"Belum terdapat laporan kejadian sakit yang terkonfirmasi di Indonesia berkaitan dengan konsumsi formula bayi tersebut," kata Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, dalam keterangan resmi pada Rabu, 14 Januari 2026.

Susu formula Nestle yang dimaksud hanya satu produk, yakni S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia nol hingga 6 bulan dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1. Produk inilah yang sebelumnya dilaporkan ditarik di 49 negara karena adanya potensi cemaran toksin cereulide.

Susu formula Nestle tersebut ditarik secara global setelah ditemukan potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku arachidonic acid (ARA) oil tertentu yang digunakan dalam proses produksi. Meski demikian, Indonesia tidak termasuk dalam negara yang melakukan penarikan wajib.

Berdasarkan penelusuran data importasi BPOM, dua bets produk terdampak memang sempat diimpor ke Indonesia. Namun, hasil pengujian laboratorium menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi, dengan nilai limit of quantitation (LoQ) di bawah 0,20 µg/kg.

Meski hasil uji menunjukkan aman, BPOM tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, mengingat konsumen produk tersebut adalah bayi yang tergolong kelompok rentan. BPOM pun memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi serta melakukan penghentian sementara importasi produk terkait.

Mengenal Toksin Cereulide di Isu Susu Formula Nestle

Toksin cereulide dalam produk tersebut adalah toksin yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus. Toksin ini bersifat tahan panas (heat stable)/tidak dapat dimusnahkan/dinonaktifkan melalui proses penyeduhan dengan air mendidih maupun proses pemasakan biasa.

Akibat yang dapat timbul karena paparan toksin ini bersifat segera, umumnya antara 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi dengan gejala antara lain muntah parah/persisten, diare, serta kelesuan yang tidak biasa.

BPOM mengimbau agar masyarakat yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1 (nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1) untuk segera menghentikan penggunaan produk.

"Kembalikan produk tersebut ke tempat pembelian atau hubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia untuk proses pengembalian/penukaran," kata Taruna.

Terus Pantau

BPOM juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir untuk menggunakan/mengonsumsi produk Nestlé lainnya, termasuk produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets selain yang disebutkan di atas.

BPOM tetap terus melakukan pengawasan pre-market dan post-market serta berkoordinasi dengan otoritas pengawas obat dan makanan lainnya secara intensif untuk memastikan produk pangan yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi.

BPOM mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dan berdaya dengan selalu menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan olahan.

Kata Nestle Indonesia

Terkait penarikan susu formula bayi di berbagai negara, Nestle Indonesia mengatakan bahwa seluruh produk yang dijual perusahaan tersebut di Tanah Air aman.

"Sehubungan dengan berita mengenai penarikan sejumlah batch produk susu formula bayi Nestle di beberapa negara, kami ingin menginformasikan bahwa seluruh produk yang dipasarkan oleh Nestlé Indonesia aman untuk dikonsumsi," tulis Nestle Indonesia dalam pernyataan tertulis pada Jumat, 9 Januari 2026.

Seluruh pabrik Nestle Indonesia tidak terdampak. Lalu, seluruh produk susu formula yang diproduksi secara lokal dapat dipastikan keamanannya. Kemudian, produk impor yang dipasarkan di Indonesia dipastikan keamanannya.

"Produk impor yang dipasarkan oleh Nestlé Indonesia juga telah memenuhi standar keamanan dan mutu yang berlaku, yang telah dipastikan melalui pengujian yang komprehensif," kata perusahaan tersebut.

Sebelumnya, Nestle menarik susu formula bayi sesudah produk SMA, BEBA, dan NAN ada kemungkinan terkontaminasi toksin yang menyebabkan mual dan muntah. Penarikan susu formula bayi dimulai pada Desember di beberapa negara di Eropa, Turki dan Argentina.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |