Liputan6.com, Jakarta - Nestle Indonesia memberikan respons terbaru terkait penarikan susu formula bayi di 49 negara yang disebut-sebut terkontaminasi toksin. Perusahaan menegaskan bahwa produk susu formula Nestle yang beredar di Indonesia aman dikonsumsi. Dari seluruh produk yang beredar, hanya dua batch yang masuk dalam kategori berisiko dan telah dipastikan tidak mengandung toksin.
Meski demikian, Nestle Indonesia tetap mengikuti arahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan memfasilitasi konsumen yang ingin mengembalikan produk apabila sudah terlanjur membelinya.
"Sebagai langkah kehati-hatian dan sejalan dengan pernyataan BPOM yang dipublikasikan pada 14 Januari 2026, Nestle Indonesia telah menghentikan distribusi dan melakukan penghentian sementara impor produk terdampak, serta melakukan penarikan produk secara sukarela terhadap dua batch tersebut di bawah pengawasan BPOM," tulis Nestle Indonesia dalam keterangan resminya.
Nestle Indonesia juga mengimbau konsumen yang memiliki produk Wyeth S-26 Promil Gold pHPro dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1 untuk menghubungi layanan konsumen Nestle Indonesia melalui 0800 182 1028 atau email [email protected].
Sebelumnya, Kepala BPOM Taruna Ikrar turut memberikan klarifikasi terkait isu ini. Dia menegaskan bahwa produk yang terdampak hanya dua batch tertentu.
"Produk yang terdampak tersebut hanya S-26 Promil Gold pHPro 1 (formula bayi usia 0–6 bulan) dengan nomor izin edar ML 562209063696 dan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1," ujar Taruna Ikrar dalam keterangan resmi pada Rabu, 14 Januari 2026.
Fasilitas Produksi di Indonesia Tidak Terdampak
Berdasarkan penelusuran data importasi BPOM, kedua batch produk tersebut memang pernah diimpor ke Indonesia. Namun, hasil pengujian terhadap sampel produk menunjukkan bahwa toksin cereulide tidak terdeteksi, dengan batas kuantifikasi LoQ <0,20 µg/kg.
Meski hasil uji laboratorium menunjukkan produk aman, BPOM tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan perlindungan kesehatan masyarakat, mengingat bayi merupakan kelompok yang sangat rentan.
Atas dasar tersebut, BPOM telah memerintahkan PT Nestle Indonesia untuk menghentikan distribusi serta melakukan penghentian sementara impor produk yang dimaksud.
Nestle kembali menyampaikan bahwa fasilitas produksi di Indonesia tidak terdampak oleh isu ini, dan seluruh produk yang diproduksi di Indonesia tetap aman untuk dikonsumsi.
Selain itu, produk impor yang dijual oleh Nestle Indonesia tetap memenuhi seluruh persyaratan keamanan pangan dan mutu, baik sesuai standar nasional maupun internasional.
Hal ini juga telah dikonfirmasi melalui pengujian yang komprehensif. Perusahaan ini meyakinkan konsumen bahwa tidak ada produk yang dipasarkan Nestlé Indonesia atau Wyeth lainnya, maupun batch lain dari produk yang ditarik, yang terdampak oleh isu ini.
Belum Ada Laporan Sakit Gegara Susu Formula Nestle
Hingga Rabu (14/1), belum terdapat laporan kejadian sakit yang terkonfirmasi di Indonesia berkaitan dengan konsumsi formula bayi tersebut.
Toksin cereulide dalam produk tersebut adalah toksin yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus. Toksin ini bersifat tahan panas (heat stable)/tidak dapat dimusnahkan/dinonaktifkan melalui proses penyeduhan dengan air mendidih maupun proses pemasakan biasa.
Akibat yang dapat timbul karena paparan toksin ini bersifat segera, umumnya antara 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi dengan gejala antara lain muntah parah/persisten, diare, serta kelesuan yang tidak biasa.
BPOM mengimbau agar masyarakat yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1 (nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1) untuk segera menghentikan penggunaan produk.
"Kembalikan produk tersebut ke tempat pembelian atau hubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia untuk proses pengembalian/penukaran," imbau Taruna.
Penarikan Produk Nestle di 49 Negara
Sebelumnya, Nestle telah menarik beberapa batch susu formula bayi di 49 negara sejak Desember 2025. Indonesia tidak termasuk dalam daftar 49 negara tersebut.
Hal ini terjadi usai European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) dan The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN) memberi peringatan terkait produk tersebut.
Nestle menarik susu formula bayi setelah produk dinilai memiliki kemungkinan terkontaminasi toksin yang menyebabkan mual dan muntah. Penarikan susu formula bayi dimulai pada Desember di beberapa negara di Eropa, Turki dan Argentina.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474996/original/058742900_1768546902-ruang_aman_anak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474722/original/086369200_1768532937-dian_sasmita.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475599/original/065204400_1768631413-35412.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758362/original/008193500_1709262685-Screenshot_2024-03-01_100831.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474682/original/068325200_1768530015-azhar_bully.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474587/original/031856500_1768490525-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_21.41.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4806688/original/097018500_1713515496-Screenshot_2024-04-19_152518.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474580/original/050541100_1768489629-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_10.00.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474565/original/004438100_1768486071-budi_buli.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473461/original/080716200_1768445652-hgn_2026.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473564/original/099853500_1768449389-017638200_1740231083-flat-lay-edamame-beans-bowl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369702/original/048157300_1759478049-boiled-eggs-bowl-decorated-with-parsley-leaves-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5472900/original/028130000_1768379340-budi_bayer.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4564299/original/089946400_1693908147-ONEPIECE_Unit_08158RC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4989902/original/056698400_1730703092-3282768f-65a3-45c6-8d68-08e86fa380b1__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446169/original/047607200_1765874269-SaveClip.App_590422895_834179679217348_2995432497785024484_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5471917/original/040038700_1768299370-ginjal_agus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471151/original/027911500_1768278693-tinggi_protein.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459594/original/007214700_1767166589-influenza-illustration.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5360701/original/072243700_1758720836-20250924_120820.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241362/original/019283600_1748948311-heart-attack-concept-asian-woman-is-unable-work-today-so-tired-she-is-sick-serious-acute-high-heart-rate-attack-bed-young-woman-pajamas-having-heart-attack-her-bedroom.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5259334/original/038943500_1750422150-20250620BL_Latihan_Timnas_Indonesia_Putri_19.JPG)


