7 Olahraga untuk Mengencangkan Lengan Kendur Usia 50, Perkuat Otot dan Kembalikan Kekuatan

2 days ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki usia 50 tahun, banyak orang mulai menyadari bahwa lengan tidak lagi seencang saat muda karena adanya penurunan massa otot, elastisitas kulit, serta metabolisme tubuh yang melambat secara alami. Kondisi ini sering disebut sarcopenia, yaitu penyusutan otot akibat usia, yang membuat bagian bawah lengan tampak bergelambir meskipun berat badan tidak selalu bertambah secara signifikan.

Namun, lengan kendur bukan berarti tidak bisa diperbaiki, karena dengan olahraga yang tepat, teratur, dan aman untuk sendi, otot bisep, trisep, serta bahu tetap dapat diperkuat kembali secara bertahap. Kombinasi latihan ringan, teknik yang benar, serta konsistensi akan membantu memperbaiki bentuk lengan, meningkatkan kekuatan fungsional, dan menjaga kenyamanan gerak di usia matang.

1. Wall Push Up (Push Up Dinding)

Wall push up merupakan latihan yang sangat aman untuk usia 50 karena posisi tubuh berdiri membuat tekanan pada pergelangan tangan dan bahu jauh lebih ringan dibanding push up lantai. Gerakan mendorong tubuh menjauh dari dinding memaksa otot trisep, bisep, serta bahu bekerja secara seimbang sehingga membantu mengencangkan bagian lengan yang mulai melemah.

Selain membantu membentuk otot, wall push up juga melatih koordinasi tubuh bagian atas sehingga aktivitas harian seperti mendorong pintu, menopang tubuh saat berdiri, atau mengangkat barang menjadi lebih stabil. Latihan ini juga baik untuk menjaga postur agar bahu tidak mudah membungkuk akibat lemahnya otot lengan dan dada.

Jika dilakukan secara rutin, wall push up membantu meningkatkan aliran darah ke jaringan lengan sehingga kulit tampak lebih sehat dan tidak mudah kendur. Dengan tempo yang perlahan dan napas teratur, latihan ini bisa menjadi fondasi sebelum beralih ke latihan beban yang sedikit lebih menantang.

2. Tricep Dip di Kursi

Tricep dip fokus pada otot trisep yang berada di bagian belakang lengan, yaitu area yang paling sering terlihat bergelambir pada usia 50 tahun ke atas. Saat tubuh diturunkan dan diangkat menggunakan kursi, trisep bekerja aktif untuk menopang beban tubuh sehingga membantu mengencangkan jaringan di bawah kulit.

Latihan ini juga bermanfaat untuk mempertahankan kekuatan tangan ketika melakukan gerakan fungsional seperti bangun dari duduk, menopang tubuh di kamar mandi, atau menjaga keseimbangan saat naik tangga. Dengan otot trisep yang lebih kuat, risiko cedera ringan akibat kelemahan tangan pun bisa dikurangi.

Agar aman, tricep dip sebaiknya dilakukan dengan gerakan perlahan dan posisi punggung tetap dekat dengan kursi, sehingga tekanan pada bahu tidak berlebihan. Konsistensi latihan akan membuat bentuk lengan tampak lebih padat dan tidak mudah bergetar saat digerakkan.

3. Dumbbell Curl (Angkat Beban Ringan)

Dumbbell curl melatih bisep yang berfungsi saat mengangkat, menarik, atau membawa barang dalam aktivitas sehari-hari. Di usia 50, penggunaan beban ringan seperti dumbbell kecil atau botol air sudah cukup untuk merangsang pertumbuhan otot tanpa membebani sendi secara berlebihan.

Gerakan mengangkat dengan kontrol membantu serat otot beradaptasi kembali, sehingga lengan depan menjadi lebih kuat dan tidak mudah lelah. Selain itu, latihan ini juga meningkatkan koordinasi tangan sehingga aktivitas seperti membawa belanjaan atau menggendong cucu terasa lebih nyaman.

Jika dilakukan rutin, dumbbell curl memperbaiki tampilan lengan karena otot bisep yang mulai terbentuk akan menopang kulit dari dalam. Dengan napas teratur dan posisi tubuh tegak, latihan ini membantu mengencangkan lengan sekaligus menjaga postur tubuh tetap seimbang.

4. Overhead Tricep Extension

Overhead tricep extension menargetkan bagian bawah lengan yang sering disebut “sayap” karena mudah mengendur seiring bertambahnya usia. Saat beban diangkat di atas kepala dan siku diluruskan, otot trisep bekerja maksimal sehingga membantu mengurangi tampilan lengan yang bergelambir.

Latihan ini juga bermanfaat untuk meningkatkan fleksibilitas bahu yang sering kaku pada usia 50 ke atas akibat jarang digunakan secara penuh. Dengan bahu yang lebih lentur, pergerakan tangan menjadi lebih luas dan nyaman dalam berbagai aktivitas harian.

Dengan teknik yang benar dan beban ringan, overhead extension membantu membentuk kekuatan sekaligus menjaga kestabilan sendi. Konsistensi latihan membuat lengan terasa lebih kokoh dan tampak lebih kencang tanpa harus melakukan latihan berat.

5. Arm Circle (Putar Lengan)

Arm circle terlihat sederhana, tetapi sangat efektif untuk melatih otot bahu, bisep, dan trisep secara bersamaan tanpa tekanan besar pada sendi. Gerakan memutar lengan meningkatkan sirkulasi darah sehingga jaringan otot mendapat suplai oksigen yang lebih baik.

Latihan ini juga membantu mencegah kekakuan bahu yang sering muncul akibat kurang gerak di usia matang. Dengan sendi yang lebih fleksibel, aktivitas seperti meraih barang di rak atau mengangkat tangan menjadi lebih nyaman dan tidak mudah nyeri.

Jika dilakukan secara rutin, arm circle membantu membakar lemak ringan di area lengan sambil mempertahankan elastisitas kulit. Gerakan yang konsisten akan membuat lengan terasa lebih ringan, tidak kaku, dan tampak lebih rapi bentuknya.

6. Resistance Band Pull

Resistance band pull merupakan alternatif aman bagi usia 50 yang tidak ingin mengangkat beban keras. Menarik karet melatih otot lengan, bahu, serta punggung atas secara stabil tanpa hentakan yang berisiko pada sendi.

Latihan ini juga membantu memperbaiki postur tubuh karena punggung atas ikut aktif saat menarik resistance band. Dengan postur yang lebih baik, tampilan lengan pun terlihat lebih tegas karena posisi bahu tidak jatuh ke depan.

Selain itu, resistance band mudah disesuaikan tingkat kekuatannya, sehingga cocok untuk pemula maupun yang sudah terbiasa berolahraga. Dengan latihan rutin, lengan akan terasa lebih kuat dan tidak mudah kendur saat bergerak.

7. Plank Bertumpu Lutut

Plank versi bertumpu lutut melibatkan lengan sebagai penopang utama, sehingga otot bisep, trisep, dan bahu bekerja secara statis namun intens. Posisi menahan tubuh membuat serat otot terlatih untuk tetap kuat meski tanpa banyak gerakan.

Latihan ini juga melatih otot inti yang membantu menjaga keseimbangan tubuh, sehingga aktivitas harian menjadi lebih stabil dan aman. Dengan lengan yang kuat menopang badan, risiko jatuh atau kehilangan keseimbangan bisa dikurangi.

Jika dilakukan secara konsisten, plank membantu membentuk kekencangan alami pada lengan karena otot menjadi lebih padat dan responsif. Selain itu, latihan ini meningkatkan daya tahan tubuh bagian atas tanpa perlu peralatan khusus.

Tips Agar Lengan Lebih Cepat Kencang di Usia 50+

Lakukan latihan 3–4 kali seminggu.

Frekuensi ini memberi waktu otot untuk beradaptasi tanpa kelelahan berlebihan, sehingga proses pengencangan lengan berjalan stabil dan aman untuk sendi di usia 50 tahun ke atas.

Gunakan beban ringan tapi konsisten.

Beban ringan membantu merangsang otot tanpa risiko cedera, dan jika dilakukan rutin, otot tetap berkembang sehingga lengan tampak lebih padat serta tidak mudah bergelambir.

Perbanyak protein (ikan, telur, tempe).

Protein berperan penting dalam memperbaiki dan membangun jaringan otot setelah latihan, sehingga kekencangan lengan lebih cepat terlihat dan daya tahan tangan meningkat.

Minum air cukup agar elastisitas kulit terjaga.

Hidrasi membantu kulit tetap lentur mengikuti perubahan bentuk otot, sehingga lengan tidak hanya kuat, tetapi juga tampak lebih sehat dan tidak kering atau keriput.

Selalu pemanasan dan pendinginan.

Pemanasan menyiapkan otot sebelum bergerak, sedangkan pendinginan membantu pemulihan, sehingga risiko kaku, tegang, atau nyeri sendi setelah latihan bisa diminimalkan.

Jangan memaksa jika muncul nyeri sendi.

Rasa tidak nyaman adalah sinyal tubuh untuk berhenti, sehingga mengurangi intensitas latihan akan menjaga kesehatan sendi dan membuat olahraga tetap aman serta berkelanjutan.

Pertanyaan dan Jawaban

Q: Apakah lengan kendur di usia 50 masih bisa dikencangkan?

A: Bisa, dengan latihan rutin dan pola hidup sehat, otot tetap bisa diperkuat kembali.

Q: Berapa kali olahraga lengan sebaiknya dilakukan?

A: Idealnya 3–4 kali seminggu dengan durasi 15–30 menit.

Q: Apakah perlu angkat beban berat?

A: Tidak, beban ringan lebih aman dan tetap efektif untuk usia 50.

Q: Kapan hasil mulai terlihat?

A: Umumnya 3–6 minggu jika dilakukan konsisten dan benar.

Q: Apakah hanya olahraga saja cukup?

A: Tidak, harus didukung makan sehat, protein cukup, dan hidrasi yang baik.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |