Liputan6.com, Jakarta - Makanan tinggi purin sering kali tidak disadari menjadi pemicu utama meningkatnya kadar asam urat dalam tubuh, terutama karena banyak di antaranya merupakan hidangan sehari-hari yang mudah ditemukan dan dikonsumsi tanpa batasan. Ketika purin dipecah oleh tubuh, zat ini akan berubah menjadi asam urat yang jika berlebihan dapat menumpuk dan membentuk kristal di persendian, sehingga memicu rasa nyeri, bengkak, dan peradangan yang sangat mengganggu aktivitas harian.
Masalahnya, banyak orang baru menyadari dampak dari makanan tinggi purin setelah mengalami gejala asam urat yang cukup parah, padahal pencegahan sebenarnya bisa dilakukan dengan memahami jenis makanan yang perlu dibatasi sejak awal. Oleh karena itu, penting untuk mengenali berbagai sumber purin tinggi serta memahami bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh agar pola makan bisa lebih terkontrol dan risiko serangan asam urat dapat diminimalkan secara efektif.
1. Jeroan (Hati, Ginjal, Usus, Paru)
Jeroan merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan purin sangat tinggi karena organ-organ ini berperan sebagai pusat metabolisme dalam tubuh hewan, sehingga menyimpan berbagai zat termasuk purin dalam jumlah besar yang dapat dengan cepat meningkatkan kadar asam urat saat dikonsumsi. Banyak orang menyukai jeroan karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang khas, namun konsumsi berlebihan dapat menjadi pemicu utama kambuhnya asam urat, terutama bagi mereka yang sudah memiliki riwayat sebelumnya.
Selain itu, jeroan sering diolah dengan cara digoreng atau dimasak dengan santan dan bumbu pekat yang tinggi lemak, sehingga tidak hanya meningkatkan kadar purin tetapi juga memperburuk kondisi peradangan dalam tubuh. Kombinasi antara purin tinggi dan lemak jenuh membuat jeroan menjadi makanan yang sebaiknya sangat dibatasi atau bahkan dihindari oleh penderita asam urat agar kondisi tidak semakin memburuk.
Meskipun jeroan mengandung nutrisi seperti zat besi dan vitamin tertentu, manfaat tersebut tidak sebanding dengan risiko yang ditimbulkan jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama bagi individu dengan metabolisme purin yang kurang optimal. Oleh karena itu, pengendalian konsumsi jeroan menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan kadar asam urat dalam tubuh secara keseluruhan.
2. Daging Merah (Sapi, Kambing, Domba)
Daging merah dikenal sebagai sumber protein hewani yang kaya nutrisi, namun juga memiliki kandungan purin yang cukup tinggi sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat dalam tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan atau terlalu sering. Banyak orang tidak menyadari bahwa porsi besar daging merah dalam satu waktu dapat memberikan beban metabolik yang cukup berat, terutama bagi ginjal yang bertugas membuang sisa asam urat.
Selain kandungan purin, daging merah juga mengandung lemak jenuh yang dapat memperburuk kondisi inflamasi atau peradangan dalam tubuh, sehingga risiko serangan asam urat menjadi lebih tinggi ketika dikonsumsi secara rutin tanpa kontrol. Cara pengolahan seperti dibakar, digoreng, atau dimasak dengan santan kental juga dapat memperparah efek negatif tersebut, sehingga perlu diperhatikan tidak hanya jenis makanan tetapi juga cara memasaknya.
Meskipun tidak harus dihindari sepenuhnya, konsumsi daging merah sebaiknya dibatasi dalam jumlah kecil dan tidak terlalu sering, serta dikombinasikan dengan pola makan sehat yang lebih seimbang. Mengganti sebagian konsumsi protein hewani dengan sumber protein nabati dapat menjadi alternatif yang lebih aman untuk menjaga kadar asam urat tetap stabil.
3. Ikan Tertentu (Sarden, Teri, Tuna, Makarel)
Beberapa jenis ikan laut seperti sarden, teri, tuna, dan makarel diketahui memiliki kandungan purin yang tinggi, meskipun ikan secara umum sering dianggap sebagai makanan sehat karena kandungan omega-3 yang baik untuk jantung. Kandungan purin dalam ikan-ikan tertentu ini dapat menjadi masalah bagi penderita asam urat jika dikonsumsi dalam jumlah besar atau terlalu sering dalam jangka waktu yang panjang.
Selain itu, ikan seperti sarden dan tuna sering dikonsumsi dalam bentuk olahan kalengan yang biasanya mengandung tambahan garam dan bahan pengawet, sehingga dapat memberikan beban tambahan bagi tubuh dalam mengelola kadar asam urat. Konsumsi rutin tanpa memperhatikan porsi dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat secara perlahan namun signifikan.
Namun demikian, tidak semua ikan harus dihindari, karena masih ada jenis ikan dengan kandungan purin lebih rendah yang relatif aman dikonsumsi dalam jumlah moderat. Kunci utamanya adalah memahami jenis ikan yang dikonsumsi serta menjaga frekuensi dan porsinya agar tidak memicu lonjakan kadar asam urat secara drastis.
4. Makanan Laut (Kerang, Udang, Kepiting)
Seafood seperti kerang, udang, dan kepiting merupakan makanan yang cukup populer dan sering dianggap sebagai hidangan istimewa, namun di balik rasanya yang lezat ternyata terkandung purin dalam jumlah tinggi yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat. Konsumsi makanan laut ini secara berlebihan dapat menyebabkan penumpukan kristal asam urat di persendian yang berujung pada rasa nyeri dan pembengkakan.
Selain kandungan purin, beberapa jenis seafood juga mengandung kolesterol yang cukup tinggi, sehingga dapat memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan jika dikonsumsi tanpa kontrol. Terlebih lagi, cara pengolahan seperti digoreng atau dimasak dengan saus kental dapat meningkatkan kadar lemak yang memperparah peradangan.
Meskipun demikian, seafood tetap bisa dikonsumsi dalam jumlah terbatas dengan pengolahan yang lebih sehat seperti direbus atau dikukus. Mengatur porsi dan frekuensi konsumsi menjadi kunci penting agar tetap dapat menikmati makanan laut tanpa meningkatkan risiko asam urat secara signifikan.
5. Kaldu Daging Pekat dan Ekstrak Daging
Kaldu daging yang dimasak dalam waktu lama biasanya mengandung purin tinggi karena zat-zat dari tulang dan jaringan daging larut ke dalam cairan selama proses pemasakan. Banyak orang menganggap kaldu sebagai makanan ringan dan sehat, padahal jika terlalu pekat justru dapat menjadi sumber purin yang cukup tinggi dan berpotensi meningkatkan kadar asam urat.
Ekstrak daging yang sering digunakan sebagai penyedap rasa juga memiliki kandungan purin yang tidak sedikit, sehingga konsumsi berlebihan dalam makanan sehari-hari dapat memberikan efek kumulatif terhadap peningkatan asam urat. Hal ini sering tidak disadari karena bentuknya yang tidak terlihat seperti daging utuh.
Untuk mengurangi risiko, sebaiknya kaldu dibuat dengan cara yang lebih ringan dan tidak terlalu pekat, serta menghindari penggunaan penyedap berbasis ekstrak daging secara berlebihan. Dengan begitu, konsumsi makanan tetap terasa nikmat tanpa harus meningkatkan risiko kesehatan.
6. Produk Ragi (Roti, Tape, Bir)
Produk yang mengandung ragi seperti roti tertentu, tape, dan terutama bir memiliki kandungan purin yang cukup tinggi karena berasal dari proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme penghasil purin. Konsumsi produk ini dalam jumlah besar dapat meningkatkan kadar asam urat secara perlahan namun pasti.
Bir menjadi salah satu minuman yang paling sering dikaitkan dengan peningkatan asam urat karena selain mengandung purin, alkohol di dalamnya juga dapat menghambat proses pembuangan asam urat oleh ginjal. Hal ini menyebabkan penumpukan asam urat dalam tubuh menjadi lebih cepat terjadi.
Meskipun roti tidak selalu berbahaya, konsumsi produk berbasis ragi tetap perlu diperhatikan terutama bagi individu yang sensitif terhadap purin. Mengurangi konsumsi dan memilih alternatif yang lebih sehat dapat membantu menjaga keseimbangan kadar asam urat.
7. Minuman Beralkohol
Minuman beralkohol merupakan salah satu faktor risiko terbesar dalam peningkatan kadar asam urat karena dapat meningkatkan produksi asam urat sekaligus menghambat pengeluarannya dari tubuh. Kombinasi efek ini membuat alkohol sangat berpotensi memicu serangan asam urat secara tiba-tiba dan cukup parah.
Selain itu, konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan dehidrasi yang memperburuk kondisi tubuh dalam membuang zat sisa, termasuk asam urat. Kondisi ini membuat kristal asam urat lebih mudah terbentuk dan menumpuk di persendian.
Menghindari atau membatasi konsumsi alkohol secara signifikan dapat menjadi langkah penting dalam mencegah kekambuhan asam urat. Gaya hidup sehat tanpa alkohol akan membantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal dalam mengatur kadar asam urat.
8. Minuman Tinggi Gula (Fruktosa)
Minuman tinggi gula seperti soda, sirup, dan minuman kemasan mengandung fruktosa yang dapat meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh melalui proses metabolisme tertentu. Fruktosa diketahui dapat merangsang pembentukan purin sehingga kadar asam urat meningkat lebih cepat dibandingkan dengan gula biasa.
Konsumsi minuman manis secara berlebihan juga dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang menjadi faktor risiko tambahan bagi penderita asam urat. Obesitas sering dikaitkan dengan gangguan metabolisme yang memperburuk kondisi asam urat.
Mengurangi konsumsi minuman tinggi gula dan menggantinya dengan air putih atau minuman sehat lainnya merupakan langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kadar asam urat tetap stabil. Kebiasaan ini juga memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan secara keseluruhan.
Tips Mengatur Pola Makan bagi Penderita Asam Urat
Mengatur pola makan merupakan langkah paling penting dalam mengendalikan kadar asam urat agar tetap stabil dan tidak mudah kambuh, karena apa yang dikonsumsi setiap hari sangat berpengaruh terhadap proses metabolisme purin di dalam tubuh. Berikut beberapa tips yang bisa Anda perhatikan agar asam urat tidak mudah kambuh:
- Batasi konsumsi makanan tinggi purin secara bertahap
Mengurangi makanan tinggi purin tidak harus dilakukan secara drastis sekaligus, karena perubahan yang terlalu ekstrem justru bisa membuat pola makan menjadi tidak stabil dan sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penderita asam urat disarankan untuk mengurangi secara perlahan sambil mulai mengganti dengan makanan rendah purin seperti sayuran, buah, dan sumber protein nabati agar tubuh dapat beradaptasi dengan lebih baik tanpa menimbulkan stres metabolik.
- Atur porsi makan agar tidak berlebihan dalam satu waktu
Mengonsumsi makanan dalam porsi besar sekaligus dapat meningkatkan kadar asam urat secara tiba-tiba karena tubuh harus memproses purin dalam jumlah banyak dalam waktu singkat. Sebagai solusi, sebaiknya makan dalam porsi kecil namun lebih sering agar proses metabolisme berjalan lebih stabil dan tidak memberikan beban berlebih pada sistem pencernaan maupun ginjal.
- Perbanyak minum air putih setiap hari
Air putih berperan penting dalam membantu ginjal membuang kelebihan asam urat melalui urin sehingga mencegah terjadinya penumpukan dalam tubuh. Dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi, risiko terbentuknya kristal asam urat di persendian dapat diminimalkan, sehingga gejala nyeri dan pembengkakan bisa lebih mudah dikendalikan.
- Pilih sumber protein yang lebih sehat dan rendah purin
Mengganti sebagian konsumsi protein hewani dengan protein nabati seperti tahu, tempe, atau kacang-kacangan dapat membantu menurunkan asupan purin secara keseluruhan. Selain itu, memilih daging putih seperti ayam tanpa kulit dalam jumlah terbatas juga bisa menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan daging merah yang tinggi purin dan lemak jenuh.
- Hindari alkohol dan batasi minuman manis
Alkohol dapat meningkatkan produksi asam urat sekaligus menghambat proses pembuangannya, sehingga sangat berisiko memicu serangan asam urat secara tiba-tiba. Sementara itu, minuman tinggi gula terutama yang mengandung fruktosa juga dapat mempercepat pembentukan asam urat, sehingga sebaiknya diganti dengan pilihan yang lebih sehat seperti air putih atau minuman tanpa gula.
- Jaga berat badan tetap ideal
Berat badan berlebih dapat memperburuk kondisi asam urat karena berhubungan dengan gangguan metabolisme dan peningkatan produksi asam urat dalam tubuh. Dengan menjaga berat badan tetap ideal melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang teratur, risiko kambuhnya asam urat dapat ditekan secara signifikan dalam jangka panjang.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apa penyebab utama asam urat naik? Penyebab utama adalah konsumsi makanan tinggi purin, alkohol, serta gangguan fungsi ginjal dalam membuang asam urat.
2. Apakah semua ikan berbahaya untuk asam urat? Tidak, hanya beberapa ikan dengan purin tinggi seperti sarden dan teri yang perlu dibatasi.
3. Bolehkah penderita asam urat makan daging? Boleh, tetapi harus dibatasi dalam porsi kecil dan tidak terlalu sering.
4. Minuman apa yang aman untuk asam urat? Air putih adalah pilihan terbaik karena membantu mengeluarkan asam urat dari tubuh.
5. Apakah gula bisa menyebabkan asam urat? Ya, terutama fruktosa dalam minuman manis yang dapat meningkatkan produksi asam urat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536860/original/023929400_1774346366-unnamed__76_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4987672/original/009020900_1730452009-sedang_1710678735IMG-20240317-WA0016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536006/original/086441000_1774220619-kanker_paru.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5536268/original/087702100_1774309296-camilan__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3063038/original/095275500_1582867529-i-yunmai-5jctAMjz21A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501391/original/066351000_1770899239-training-wellness-healthy-weight-walking-motion.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4914248/original/064810200_1723270359-fotor-ai-202408101379.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5536009/original/015408800_1774222748-lebaran.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523706/original/057514000_1772857365-Gemini_Generated_Image_nzw5xmnzw5xmnzw5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515489/original/096227600_1772177267-cropped-ceea3710-a7ca-4d6b-a692-74decce071c9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526130/original/083135500_1773112286-WhatsApp_Image_2026-03-10_at_10.08.51.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4986800/original/033544800_1730374907-Screenshot_2024-10-31_183428.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513566/original/073868400_1772022514-070218800_1590163766-15132.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4311877/original/081935000_1675349722-begging-bridge-with-person-who-handed-bread_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5535274/original/069882900_1773974233-dendeng.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505586/original/097029800_1771391531-91171.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1315699/original/010883500_1470991306-4_165_BeetJuice_720.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509853/original/094308300_1771769078-081756500_1747299364-Gemini_Generated_Image_b67ztnb67ztnb67z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5294924/original/059949500_1753424920-aditya-romansa-5zp0jym2w9M-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534200/original/003123900_1773814612-Pertanyaan_lebaran.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428233/original/016553400_1764486918-1000251585.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5259334/original/038943500_1750422150-20250620BL_Latihan_Timnas_Indonesia_Putri_19.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249587/original/051099500_1749649587-BRI_Liga_1_-_Ilustrasi_Persijap_Jepara_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428483/original/072885400_1764511063-SnapInsta.to_588546973_18548895427014746_5234810774496989034_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418750/original/064168400_1763627277-InShot_20251119_190019629.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5427857/original/029641900_1764432025-Akira.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429300/original/070999400_1764580075-1000252116__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5427374/original/015298200_1764383815-Persija_vs_PSIM-64.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312156/original/028552100_1754906320-1000195600.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2894686/original/050131100_1566966633-alfeandra_dewangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426792/original/063058000_1764317618-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428981/original/056801400_1764570057-1000723007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363058/original/063965800_1758880246-download.jpeg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429073/original/001791400_1764572941-John_Herdman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448782/original/028152100_1766040328-From__minivmag_Premiere_IssueArticle_link_in_story._Photography-__tyrellhamptonFashion-__Michael.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5296575/original/005879800_1753595807-1000091385.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4845923/original/053699600_1716943401-20240528BL_Timnas_Indonesia_Putri_Vs_Singapura_28.JPG)