Berat Badan Naik Usai Lebaran, Dokter Singgung Kontribusi Camilan dan Kue Kering

7 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Hidangan Lebaran yang penuh cita rasa kerap disebut sebagai penyebab berat badan naik pasca Ramadan. Padahal, di balik hidangan utama, ada camilan dan kue kering yang juga berkontribusi besar dalam menaikkan berat badan.

“Biasanya, kalori terbesar bukan berasal dari makanan utama, melainkan dari camilan dan kue-kue Lebaran,” ujar dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, dokter Naufal Muharam Nurdi M.Si, mengutip keterangan resmi, Selasa (24/3/2026).

Naufal tak memungkiri, hari raya umat Muslim ini identik dengan masakan yang berlemak dengan kuah santan seperti rendang, opor, dan gulai. Namun, makanan ringan dan kue-kue yang serba manis juga umumnya melimpah di setiap rumah.

“Tentu konsumsi makanan seperti demikian dalam beberapa hari tidak baik untuk kesehatan. Meski tidak mudah, menjaga pola makan yang baik saat momen Lebaran tetap mesti dilakukan,” ujarnya.

“Menjaga pola makan ketika Lebaran merupakan hal yang agak sulit. Kita perlu menjaga tetapi tidak perlu terlalu ketat karena Lebaran merupakan hari bahagia. Kita dapat menikmati makanan yang tersedia, tapi perlu diingat porsi dan jangka waktunya,” ucapnya.

Agar hidangan Lebaran bisa dinikmati tanpa khawatir berat badan naik, maka Naufal menyarankan untuk membatasi camilan. Boleh makan camilan tapi hanya sedikit atau sekadar mencicipi.

Angka Stroke Biasanya Meningkat Usai Lebaran

Naufal mengingatkan, angka kejadian stroke biasanya meningkat setelah Lebaran. Hal ini terjadi akibat ketidakmampuan dalam menjaga konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak.

“Hindari camilan dan kue-kue. Jika penasaran, boleh mencicipi, tapi jangan terlalu banyak,” tegasnya.

Dia juga menyarankan untuk tetap mengikuti jumlah porsi makan sesuai panduan Isi Piringku yang dirilis Kemenkes. Isi Piringku adalah setengah piring setidaknya diisi dengan sayur dan buah, sisanya untuk nasi (atau sumber karbohidrat lain) dan lauk pauk.

Bagi pengidap diabetes mellitus, Naufal menyarankan untuk menghindari makanan manis.

“Penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi makanan manis. Jika memiliki kolesterol tinggi dan hipertensi, makanan berlemak juga harus dibatasi,” tambahnya.

Sarankan Penggunaan Piring Kecil

Untuk mengontrol porsi makan, Naufal menyarankan penggunaan piring kecil.

“Dengan variasi makanan yang banyak, piring besar dapat membuat kita tanpa sadar mengambil porsi berlebihan. Sebaliknya, piring kecil membantu mengurangi porsi secara otomatis,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyarankan untuk mengonsumsi buah-buahan seperti pisang, apel, atau pir terlebih dahulu sampai merasa kenyang sebelum mencicipi makanan lainnya. Selain dapat mengurangi nafsu makan (karena perut sudah penuh terisi sayur dan buah), kandungan serat juga dapat mengikat lemak.

“Ini dapat membatasi kita untuk mengonsumsi makanan tinggi gula dan tinggi lemak. Ada baiknya buah dan sayur segar dihidangkan dalam bentuk salad sebagai alternatif makanan sehat saat Lebaran,” jelasnya.

Terakhir, Naufal menyarankan untuk makan terlebih dahulu sebelum salat Id agar perut tidak terlalu lapar seusai ibadah.

“Perut yang lapar, apalagi dihadapkan pada makanan melimpah, cenderung membuat kita makan berlebihan,” kata dia.

Tak lupa, setelah mengonsumsi banyak makanan berlemak, Naufal menekankan pentingnya berolahraga. “Usahakan berolahraga di pagi hari setidaknya selama 15 menit,” tutup Naufal.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |