Liputan6.com, Singapura - Liputan6.com berkesempatan bertemu dengan dokter spesialis radiasi onkologi Kiattisa Sommat di National Cancer Centre Singapore (NCCS). Dalam pertemuan pada Selasa, 10 April 2026 Kiattisa mengungkapkan tentang teknologi mutakhir dalam radiasi kanker bernama terapi proton.
Kiattisa menjelaskan pada pasien kanker, ada sebagian yang tidak memenuhi kriteria untuk menjalani kemoterapi atau operasi. Maka salah satu tindakan yang bisa dilakukan untuk menangani kanker lewat radiasi.
"Terapi radiasi adalah salah satu perawatan penting pada pasien kanker. Dan, terapi proton adalah salah satu jenis dari terapi radiasi yang digunakan untuk mengobati kanker," terang Kiattisa kepada Liputan6.com dan jurnalis dari beberapa negara Asia lainnya.
Berbeda dengan radiasi konvensional yang memakai sinar-X, terapi proton memiliki jalur yang jelas saat melepaskan energi langsung ke sel kanker yang dituju. Terapi proton bisa mencapai kedalaman tertentu di tubuh, lalu ketika mencapai tumor, terapi proton itu bisa berhenti. Ini artinya, dosis terapi proton bisa secara akurat dapat mengarah ke tumor. Alhasil kerusakan jaringan sehat di belakang tumor jauh lebih minim. Lalu, efek samping dan masa pemulihan lebih baik.
"Jadi, terapi proton ini memiliki penargetan yang sangat presisi, efek samping lebih sedikit karena mampu membatasi radiasi yanga tidak perlu ke bagian tubuh lain," jelasnya.
Contoh, kata Kiattisa, ketika terapi proton digunakan untuk menargetkan sel kanker yang ada di kepala dan leher. Dengan keunggulan terapi proton, maka bisa mengurangi radiasi yang tidak perlu pada kelenjar ludah, mulut dan struktur menelan.
Target Terapi Proton Spesifik, Bisa Tangani Kanker di Lokasi Sulit
Tidak semua kanker bisa ditangani dengan terapi proton. Kementerian Kesehatan Singapura sudah memberikan daftar mengenai jenis-jenis kanker yang bisa ditangani dengan terapi proton.
Diantaranya kanker kepala dan leher, kanker hati, sarkoma, kanker prostat, kanker paru, tumor otak, tumor tulang belakang, sarkoma dan kanker pada anak.
"Di centre kami, kami menggunakan terapi proton paling banyak untuk kanker kepala dan leher, lalu kanker prostat dan kanker pada anak," tuturnya.
Lalu mengingat terapi proton bisa melepaskan energi ke tempat yang ditargetkan, maka terapi ubu bisa menjadi pilihan yang sangat baik dalam menangani tumor yang ada di lokasi sulit seperti dekat otak atau saraf.
Efek Samping Lebih Minim Dibanding Radiasi Biasa
Terapi proton dinilai memiliki profil efek samping yang lebih ringan dibandingkan dengan radiasi konvensional berbasis sinar-X. Hal ini karena radiasi proton dapat diarahkan lebih fokus pada area tumor sehingga paparan ke jaringan sehat di sekitarnya dapat diminimalkan.
Berdasarkan pengalaman menangani pasien kanker dan leher, Kiattisa menjelaskan penggunaan terapi proton dapat membantu mengurangi sejumlah efek samping yang kerap muncul selama pengobatan radiasi. Pasien umumnya mengalami nyeri yang lebih ringan serta memiliki kemampuan makan yang lebih baik selama menjalani terapi.
Pengamatan terhadap pasien yang menjalani terapi proton juga menunjukkan bahwa berat badan mereka cenderung lebih terjaga selama masa pengobatan. Terapi proton berpotensi membantu meningkatkan kualitas hidup pasien selama maupun setelah pengobatan kanker.
Terapi Proton untuk Tangani Kanker pada Anak
Kiattisa juga menyorot tentang terapi proton untuk pasien kanker anak. Terapi proton memberikan manfaat besar bagi pasien kanker anak. Hal ini karena teknologi radiasi tersebut mampu menargetkan sel kanker secara lebih tepat sehingga paparan radiasi pada jaringan sehat di sekitar tumor dapat ditekan.
Pada anak-anak, paparan radiasi yang berlebihan pada jaringan sehat dapat menimbulkan dampak jangka panjang. Selain berisiko mengganggu pertumbuhan jaringan atau organ, paparan radiasi dari terapi konvensional juga berpotensi meningkatkan risiko munculnya kanker kedua dalam jangka panjang, misalnya 10 hingga 30 tahun setelah pengobatan.
"Ini sangat relevan ketika mengobati pasien pediatri, seperti bayi dan anak-anak. Karena kami benar-benar ingin menghindari radiasi yang tidak perlu pada organ lain mengingat anak-anak masih tumbuh dan berkembang," tuturnya.
Dengan terapi proton, radiasi dapat difokuskan pada area kanker sehingga jaringan yang tidak terkena kanker tidak perlu menerima paparan radiasi yang tidak diperlukan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mengurangi berbagai efek jangka panjang yang mungkin muncul setelah terapi kanker.
Meski demikian, pemberian terapi proton pada anak juga memiliki tantangan. Salah satunya adalah memastikan pasien tetap dalam posisi yang stabil selama proses terapi agar radiasi dapat diberikan secara akurat.
"Pada pasien seperti bayi atau anak-anak yang sangat kecil, kadang-kadang kita harus melakukan anestesia general juga saat terapi proton agar bisa tepat sasaran," tuturnya.
40 Pasien per Hari yang Jalani Tindakan di Goh Cheng Liang Proton Therapy Centre NCCS
Kiattisa mengungkapkan bahwa saat ini ada baru ada sekitar 100 pusat terapi proton di dunia. Di Asia Tenggara cuma ada beberapa, salah satunya Goh Cheng Liang Proton Therapy Centre yang merupakan bagian dari NCCS.
Tindakan pertama terapi proton di Goh Cheng Liang Proton Therapy Centre dilakukan pada Juni 2023. Dan, saat ini sekitar 40 pasien melakukan terapi proton setiap hari Senin hingga Jumat. Paling tidak 724 pasien yang menjalani terapi proton di NCCS pada Maret 2026.
"Pasien yang kami rawat untuk terapi proton berbagai macam usia mulai dari umur satu tahun hingga lanjut usia," tuturnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530361/original/009743800_1773412636-Depositphotos_667001660_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476591/original/017873400_1768792124-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_10.05.50_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740738/original/042204500_1707715709-heidi-yanulis-jcy3CeU262o-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529627/original/083809800_1773374961-unnamed__79_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5178866/original/064063800_1743414871-0b7d580a-9deb-44b0-8282-12e893619f17.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528102/original/062787300_1773238645-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_20.43.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5528119/original/004462300_1773240570-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_20.43.17.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5528101/original/017996300_1773238645-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_20.46.20.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5183150/original/040044300_1744167057-a4ff62fd-3736-4ee4-b85a-9304d7e16b9e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516147/original/045962400_1772261219-ruam.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5111720/original/036209000_1738056771-pexels-karolina-grabowska-5241037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5525737/original/025544500_1773054515-budi__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4383303/original/089578500_1680619050-lifestyle-emotions-advertisement-concept-tired-asian-female-employee-wants-sleep-feeling-exhausted-after-long-nish-yawning-covering-opened-mouth-with-hand-wake-up-early.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5527101/original/084565700_1773181232-Koopmans.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493580/original/057777400_1770259688-national-cancer-institute-L7en7Lb-Ovc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225983/original/097045200_1599023061-Imunisasi-Campak1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4529385/original/073753800_1691421379-shutterstock_1167771535.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5526154/original/084381900_1773113381-abdi__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515361/original/008587900_1772172176-18407.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3323368/original/057006800_1607930307-20201214-Vaksin-Campak-Pentablo-dan-Polio-penyuluhan-anak-anak-DWI-2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428233/original/016553400_1764486918-1000251585.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5259334/original/038943500_1750422150-20250620BL_Latihan_Timnas_Indonesia_Putri_19.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249587/original/051099500_1749649587-BRI_Liga_1_-_Ilustrasi_Persijap_Jepara_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418750/original/064168400_1763627277-InShot_20251119_190019629.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428483/original/072885400_1764511063-SnapInsta.to_588546973_18548895427014746_5234810774496989034_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5427857/original/029641900_1764432025-Akira.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5427374/original/015298200_1764383815-Persija_vs_PSIM-64.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429300/original/070999400_1764580075-1000252116__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312156/original/028552100_1754906320-1000195600.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2894686/original/050131100_1566966633-alfeandra_dewangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426792/original/063058000_1764317618-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428981/original/056801400_1764570057-1000723007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429073/original/001791400_1764572941-John_Herdman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363058/original/063965800_1758880246-download.jpeg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448782/original/028152100_1766040328-From__minivmag_Premiere_IssueArticle_link_in_story._Photography-__tyrellhamptonFashion-__Michael.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5296575/original/005879800_1753595807-1000091385.jpg)