Manfaat Japanese Walking untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Turunkan Tekanan Darah

13 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Metode Japanese walking, menjadi perbincangan hangat di kalangan pegiat gaya hidup sehat. Teknik jalan kaki ini sempat viral pada tahun 2025 dan menarik perhatian banyak orang karena klaim manfaat kesehatannya yang luar biasa.

Berbeda dengan jalan kaki biasa, Japanese walking menawarkan pendekatan yang lebih terstruktur dan dinamis untuk meningkatkan kebugaran tubuh secara signifikan.

Konsep Japanese walking ini pertama kali dikembangkan para pakar dari Fakultas Kedokteran Universitas Shinshu di Jepang, sekitar 20 tahun yang lalu. Berdasarkan penelitian, latihan ini untuk memaksimalkan pembakaran lemak dan kesehatan kardiovaskular, terutama bagi orang dewasa yang kurang aktif bergerak.

Cara menjalankan Japanese walking sebenarnya mudah. Anda akan bergantian antara 3 menit jalan cepat dengan intensitas tinggi dan 3 menit jalan santai dengan intensitas rendah. Siklus ini diulang selama total 30 menit per sesi, dan idealnya dilakukan empat hari dalam seminggu.

Kombinasi intensitas ini mendorong sistem kardiovaskular dan otot untuk bekerja lebih keras, menghasilkan manfaat kesehatan yang komprehensif.

Perubahan intensitas dalam Japanese walking menantang sistem kardiovaskular dan pernapasan Anda, sekaligus mengaktifkan sistem aerobik dan anaerobik. Hal ini memicu konsumsi oksigen pasca-olahraga (EPOC) berlebih dan menstimulasi aktivitas mitokondria, yang berkontribusi pada peningkatan kebugaran secara keseluruhan. Metode ini juga mendorong kerja jantung dan otot Anda, namun tetap ringan bagi persendian pinggul dan lutut.

Jantung Sehat dan Paru-paru Optimal dengan Japanese Walking

Penelitian mengonfirmasi manfaat lain dari Japanese walking. Seseorang yang rutin berjalan kaki ala Jepang ini selama empat bulan maka gula darah turun, tekanan darah dan kolesterol juga turun.

Berikut manfaat Japanese walking dan alasannya seperti mengutip WebMD:

1. Pembakaran Kalori Lebih Banyak

Japanese walking membakar lebih banyak kalori dibandingkan dengan jalan kaki biasa. Selama berolahraga dengan metode ini orang menggunakan lebih banyak energi. Seiring waktu, ini dapat membantu menurunkan berat badan jika dipadukan dengan pola makan sehat seperti disampaikan dokter bedah ortopedi dan wakil kepala kedokteran olahraga di Mount Sinai Health System di New York City, Shawn G. Anthony, MD.

2. Bangun Kekuatan Otot

Japanese walking membangun otot, terutama di kaki. Alhasil mungkin juga memiliki koordinasi dan keseimbangan yang lebih baik seperti kata psikolog performa, Barbar Walker.

3. Kontrol Penyakit Kronis dan Metabolisme Tubuh

Japanese walking terbukti efektif dalam mengelola dan menurunkan tekanan darah. Sebuah studi dari Jepang pada tahun 2007 menunjukkan bahwa orang dewasa paruh baya dan lansia yang mempraktikkan metode ini mengalami perbaikan pada tekanan darah mereka.

Otot Anda bekerja lebih keras selama interval intensitas tinggi. Gula darah diserap melalui otot, sehingga metode ini dapat membantu meningkatkan kontrol gula darah Anda.

4. Bangun Otot

Berjalan cepat dalam interval intensitas tinggi secara khusus pada otot-otot kaki, yang pada gilirannya akan memperkuat tulang.

Selain itu, Japanese walking juga meningkatkan daya tahan dan fleksibilitas tubuh, terutama pada lansia. Pada kelompok usia 65 tahun ke atas, metode ini menghasilkan daya tahan dan fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan jalan kaki biasa. Ini menunjukkan bahwa japanese walking adalah latihan yang komprehensif untuk menjaga kekuatan dan mobilitas tubuh di berbagai usia.

5. Kesehatan Mental dan Kualitas Hidup Lebih Baik

Berjalan kaki dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres. Untuk manfaat yang lebih besar lagi, berjalanlah di luar ruangan. "Udara segar, pemandangan alam, dan sinar matahari membuat pengalaman ini semakin bermanfaat," kata Walker.

6. Ramah Sendi, Bisa Dilakukan Lansia

Salah satu keunggulan Japanese walking adalah sifatnya yang ramah sendi dan memiliki risiko cedera yang rendah, menjadikannya cocok untuk pemula, lansia, atau individu dengan kelebihan berat badan. Tidak ada hentakan keras pada lutut atau pergelangan kaki seperti pada jogging, sehingga lebih aman bagi persendian.

Di samping itu, kecepatan dan intensitas jalan kaki yang bervariasi membantu meningkatkan koordinasi dan keseimbangan yang sangat bermanfaat bagi para lansia. 

Read Entire Article
Helath | Pilkada |