Liputan6.com, Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah berjalan nyaris satu tahun pada Februari 2026. Sudah lebih dari 70 dari 280 juta penduduk Indonesia telah memanfaatkan program tersebut.
"Memang sudah 70 juta sudah diperiksa, 70 juta (warga ikut CKG) itu sudah bagus tapi itu baru seperempat dari jumlah penduduk 280 juta," kata Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi.
Salah satu faktor, kata Endang, terkait awaraness masyarakat terhadap CKG. Menurut survei yang dilakukan Kemenkes pada pertengahan 2025 baru 45 persen masyarakat umum dan 35 persen pengguna puskesmas yang mengetahui tentang CKG.
"Hal itu akan jadi perbaikan bagi kita pada tahun ini," kata Endang dalam konferensi pers Capaian dan Evaluasi Program CKG pada Jumat, 23 Januari 2026.
Beberapa alasan yang paling banyak masyarakat sebutkan ketika belum mendaftar dan melakukan CKG adalah karena waktu pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis tidak cocok atau sesuai dengan kesibukan. Lalu, ada juga yang mengatakan sudah merasa sudah sehat sehingga tidak perlu CKG.
Berikut rincian alasan warga belum ikut CKG:
- Tidak berniat ikut (59,3 persen belum ada waktu, 29,6 persen merasa sehat).
- Belum mendaftar (73,6 persen belum ada waktu, 10,3 persen merasa sehat).
- Tidak datang (50 persen belum ada waktu yang cocok).
CKG 2026, Pasien dengan Rapor Kuning dan Merah Bakal Ditindaklanjuti
Pada kesempatan itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada perubahan dalam pelaksanaan CKG 2026. Mulai tahun ini, peserta CKG yang memiliki masalah kesehatan seperti hipertensi bakal langsung ditangani atau diberi pengobatan.
Peserta CKG yang masuk kategori kurang sehat (rapor kuning) dan tidak sehat (rapor merah) akan mendapatkan obat agar kondisi kesehatannya membaik.
“Orang yang kita identifikasi kurang sehat atau rapor kuning, tidak sehat atau rapor merah itu harus ditindaklanjuti, ditatalaksana agar kembali sehat hingga rapor hijau,” kata Budi.
Bila hasil CKG menunjukkan peserta mengalami masalah kesehatan seperti hipertensi akan langsung diberikan obat.
"Tidak perlu bulan depan atau minggu depan tapi hari itu sebelum pulang peserta akan dapat obat," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes drg. Murti Utami di kesempatan yang sama.
Penanganan Lanjutan di 15 Hari Pertama Gratis
Bila peserta CKG ketahuan memiliki masalah kesehatan maka penanganan lanjutan selama 15 hari akan gratis.
"Jadi bukan hanya CKG yang gratis tapi penanganannya pun gratis. Cuma catatannya di 15 hari pertama untuk seluruh 280 rakyat Indonesia," tutur Budi.
Setelah 15 hari, pembiayaan pengobatan akan dengan skema BPJS Kesehatan bagi peserta JKN. Namun, yang bukan peserta JKN harus membayar.
"Sisanya, harus dikomunikasikan, yang punya BPJS itu gratis tapi kalau masyarakatnya enggak punya BPJS ya bayar," tutur Budi.
Maka dari itu, masyarakat Indonesia yang belum memiliki JKN perlu mengaktifkan BPJS Kesehatan.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485457/original/070806700_1769507349-bgs_jkn.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448808/original/032087500_1620206402-stethoscope-decorative-kidneys-gray_185193-30956.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3563902/original/063957200_1631001469-todd-cravens-IY1sRDxNWN4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485548/original/063674100_1769511840-closeup-shot-sleeping-bat-wrapped-its-wings.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4717453/original/031148700_1705391334-fotor-ai-20240116142033.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4961457/original/096374900_1728224007-fotor-ai-20241006205116.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277037/original/085022200_1751974982-Demam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5033445/original/029989800_1733209830-A_realistic_illustration_of_a_young_person_holding.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485209/original/002570800_1769498234-nipah_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463911/original/050937000_1767673835-stockking.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4945936/original/087656400_1726563158-fotor-ai-20240917154136.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4151295/original/031354400_1662628401-Kereta-India-AFP-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483537/original/001042400_1769397673-IMG_0821.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5484174/original/027555400_1769415446-ruang_aman.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5483948/original/020305900_1769408679-psikologi_anak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483792/original/090220700_1769403501-depresi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5484406/original/088896200_1769423845-Roi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922627/original/046210700_1724092326-ype_of__51_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2990426/original/098248100_1575862835-nipah-virus-kills-at-least-three-in-india-sparks-panic-in-district.jpg)










:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5259334/original/038943500_1750422150-20250620BL_Latihan_Timnas_Indonesia_Putri_19.JPG)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249587/original/051099500_1749649587-BRI_Liga_1_-_Ilustrasi_Persijap_Jepara_copy.jpg)












