Waspada Penyakit Jantung Koroner, Penyebab Utama Serangan Jantung

3 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama serangan jantung. Ini adalah sebuah kondisi ketika plak (lemak dan kolesterol yang menumpuk bertahun-tahun) di pembuluh darah terlepas dan menyumbat aliran darah menuju jantung.

"Saat jantung tidak mendapatkan aliran darah (atau berkurang), saat inilah seseorang mengalami serangan jantung," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Yislam Aljaidi dari Eka Hospital Cibubur.

Yislam mengatakan sebelum berkembang menjadi penyakit jantung koroner, sebenarnya tubuh sudah memberikan tanda-tanda, seperti hipertensi atau kadar kolesterol yang tinggi.

"Sayangnya, sering kali kondisi ini tidak memberikan gejala-gejala pada tahap awal. Banyak orang mengetahuinya saat kondisinya lebih buruk," kata Yislam dalam keterangan tertulis.

Untuk mengetahui hal tersebut maka perlu skrining penyakit jantung untuk mencegah serangan jantung. Beberapa jenis skrining jantung yang umumnya direkomendasikan dokter, antara lain:

1. Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan darah dapat dilakukan secara rutin untuk menilai risiko penyakit jantung. "Kondisi darah Anda sangat berhubungan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah," katanya.

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Kadar kolesterol
  • Kadar gula darah
  • Tes darah lengkap
  • Fungsi ginjal
  • Fungsi hati.

2. Elektrokardiogram (EKG)

EKG adalah pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan ada tidaknya gangguan irama jantung atau tidak.

Pemeriksaan EKG juga biasanya dapat dilakukan bersamaan dengan penggunaan treadmill atau sepeda statis (stress-test). Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai kelistrikan jantung saat beraktivitas.

3. Echo Jantung

Echocardiogram, atau echo jantung, alias USG jantung adalah tindakan USG untuk mendapatkan gambaran ukuran dan bentuk jantung. Pemeriksaan ini juga dapat melihat kondisi katup jantung dan aliran darah di jantung.

4. CT Scan Jantung

CT scan bertujuan untuk mendapatkan gambaran jantung secara lebih detail. Dengan CT scan jantung, dokter dapat melihat kondisi pembuluh darah besar dan jaringan yang mengelilinginya.

Selain CT scan, MRI jantung juga menghasilkan gambaran jantung yang lebih jelas.

5. Calcium Score Jantung

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak endapan kalsium di pembuluh darah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa risiko penyakit jantung koroner yang jadi salah sayu sebab serangan jantung.

Mulai Kapan Lakukan Skrining Penyakit Jantung?

Yislam mengatakan setiap jenis pemeriksaan dalam skrining jantung mungkin membutuhkan frekuensi pemeriksaan yang berbeda-beda, tergantung dari usia dan faktor risiko yang Anda miliki.

Pada beberapa orang mungkin perlu dilakukan 1 tahun sekali begitu menginjak usia 20. Sementara yang lain bisa dimulai ketika sudah berusia di atas 35 tahun atau bahkan 45 tahun.

Untuk mengetahui kapan waktu yang tepat dan seberapa sering harus melakukan skrining, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung, terutama jika Anda memiliki faktor risiko serangan jantung.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |