Liputan6.com, Jakarta - Sistem rujukan berjenjang dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kerap dianggap rumit dan memakan waktu oleh sebagian peserta. Padahal, mekanisme ini dirancang bukan untuk mempersulit, melainkan untuk memastikan setiap pasien mendapatkan layanan kesehatan yang tepat, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan medisnya.
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menjelaskan, alur pelayanan JKN pada dasarnya dimulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas, klinik pratama, atau dokter praktik perorangan. FKTP berperan sebagai pintu masuk awal dalam sistem layanan kesehatan nasional.
"Dalam mekanisme JKN, peserta pada umumnya memulai pengobatan di FKTP. Jika kondisi pasien memerlukan penanganan lanjutan, FKTP akan memberikan rujukan ke rumah sakit sesuai indikasi medis dan kompetensinya," ujar Rizzky dalam keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Senin, 20 Januari 2026.
Menurutnya, sistem rujukan berjenjang justru membantu mengurai kepadatan rumah sakit rujukan lanjutan. Dengan begitu, pasien yang membutuhkan penanganan spesialistik atau subspesialistik bisa memperoleh layanan lebih cepat.
"Mekanisme rujukan ini memastikan pasien dengan keluhan ringan, seperti batuk atau flu, dapat ditangani optimal di FKTP. Jika semua pasien langsung ke rumah sakit, tentu akan menghambat akses bagi mereka yang benar-benar membutuhkan layanan lanjutan," ujar Rizzky.
Dia, menambahkan, sistem rujukan JKN telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 16 Tahun 2024 serta sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Peserta JKN Dapat Dirujuk dari FKTP ke RS
Salah satu perubahan besar yang diterapkan adalah pergeseran rujukan berbasis kelas rumah sakit menjadi rujukan berbasis kompetensi. "Artinya, rujukan kini langsung diarahkan ke fasilitas kesehatan dengan kemampuan layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan medis pasien, bukan lagi berdasarkan kelas rumah sakit," tambahnya.
Dalam kondisi tertentu, peserta JKN bahkan dapat dirujuk langsung dari FKTP ke rumah sakit. Di antaranya adalah pasien yang membutuhkan perawatan rutin seperti hemodialisis, kemoterapi, radioterapi, layanan kesehatan jiwa, serta penanganan penyakit kronis dan khusus seperti hemofilia, thalasemia, kusta, TB resisten obat, dan HIV-ODHA.
Selain itu, peserta JKN berusia di atas 65 tahun yang rutin menjalani perawatan tertentu, maupun pasien dengan rencana pengobatan jangka menengah hingga panjang, juga berhak mendapatkan rujukan langsung ke rumah sakit.
"Khusus pasien cuci darah, kemoterapi, dan radioterapi, BPJS Kesehatan memberikan kemudahan karena perpanjangan rujukan dapat dilakukan langsung di rumah sakit tanpa harus kembali ke FKTP," kata Rizzky.
Peserta JKN Dapat Dibawa Langsung ke RS
Dalam situasi gawat darurat, peserta JKN bahkan tidak diwajibkan membawa surat rujukan. Mereka dapat langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.
Manfaat sistem rujukan ini juga dirasakan langsung oleh rumah sakit. Direktur Utama Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi, Gunawan Susanto, mengatakan bahwa rujukan dari FKTP membantu dokter memperoleh gambaran awal kondisi pasien.
"Dengan adanya rujukan, dokter bisa lebih cepat menentukan pemeriksaan lanjutan sehingga pelayanan kepada pasien menjadi lebih maksimal," ujarnya.
Hal serupa dirasakan peserta JKN asal Bandar Lampung, Mutiara Vania, yang mendampingi anaknya penderita thalasemia beta mayor. Menurutnya, sistem rujukan justru mempercepat akses layanan yang dibutuhkan.
"Sejak dari FKTP, kami langsung diarahkan ke rumah sakit yang sesuai. Seluruh proses pengobatan anak saya berjalan lancar dan ditanggung BPJS Kesehatan," kata Mutiara.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3176307/original/021329100_1594384699-20200710-Jamu-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477584/original/005806000_1768874899-nyeri_perut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5180402/original/073517000_1743758742-closeup-cut-avocado-womans-hands_169016-52141.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256901/original/039184800_1750294371-ChatGPT_Image_Jun_19__2025__07_35_10_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441925/original/083440000_1765521629-WhatsApp_Image_2025-12-12_at_13.31.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220858/original/012047600_1668012277-soy-milk-soy-food-beverage-products-food-nutrition-concept.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5128815/original/071800800_1739261225-ice-cube-background-still-life.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475603/original/012255900_1768632585-budi_kusta.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477081/original/014158100_1768808089-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_14.25.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476271/original/086422600_1768722671-grooming_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2704958/original/079413100_1547609204-shutterstock_1075628237.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5476713/original/009189600_1768795926-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_11.08.44_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476591/original/017873400_1768792124-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_10.05.50_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452448/original/040555200_1766400118-Arifah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475667/original/021958400_1768638501-pelanggaran_hak_anak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4875110/original/018653800_1719377744-IMG_2886.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475432/original/038112800_1768615917-lansia_sembelit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4558345/original/040206100_1693462552-Sequence_02.00_12_43_04.Still004R.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474996/original/058742900_1768546902-ruang_aman_anak.jpeg)











:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5360701/original/072243700_1758720836-20250924_120820.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241362/original/019283600_1748948311-heart-attack-concept-asian-woman-is-unable-work-today-so-tired-she-is-sick-serious-acute-high-heart-rate-attack-bed-young-woman-pajamas-having-heart-attack-her-bedroom.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5259334/original/038943500_1750422150-20250620BL_Latihan_Timnas_Indonesia_Putri_19.JPG)


