Liputan6.com, Jakarta - Mitos soal virus Nipah mencuat seiring peningkatan kasus di India. Menurut dokter konsultan dan ahli diabetes di Regency Health, Lucknow, India, Akanksha Gupta, ketakutan berlebihan soal Nipah kerap berasal dari informasi yang keliru.
"Sebagian besar ketakutan seputar Nipah berasal dari informasi yang salah. Ketika orang memahami bagaimana virus ini sebenarnya menyebar dan bagaimana cara mengatasinya, kecemasan akan berkurang secara signifikan," kata Akanksha Gupta mengutip India TV, Kamis (29/1/2026).
Beberapa mitos virus Nipah yang beredar terutama di tengah masyarakat India adalah:
Mitos 1: Nipah Mudah Menyebar Lewat Udara
Salah satu kesalahpahaman yang paling umum adalah bahwa Nipah mudah menular melalui udara dan dapat menyebar hanya dengan berada di ruangan yang sama dengan orang yang terinfeksi.
Faktanya, Nipah tidak menyebar melalui udara seperti virus pernapasan. Menurut dokter, virus ini terutama menular melalui kontak langsung dengan air liur atau urine kelelawar, atau melalui paparan cairan tubuh orang yang terinfeksi dalam waktu lama dan tanpa perlindungan.
"Tidak ada bukti penularan jarak pendek melalui udara. Penularan dari manusia ke manusia hanya terjadi setelah kontak dekat yang lama, terutama di lingkungan perawatan kesehatan atau perawatan," kata Gupta.
Inilah mengapa isolasi dini efektif. Wabah Nipah di Kerala tahun 2018 sering dikutip sebagai contoh nyata dari penanganan yang efektif. Isolasi ketat di rumah sakit, pelacakan, dan pengendalian publik membatasi wabah hanya pada 19 kasus.
Mitos 2: Infeksi Nipah Selalu Berakhir Kematian
Tingkat kematian yang terkait dengan Nipah seringkali memberi kesan kepada seseorang bahwa jika mereka terinfeksi, itu adalah vonis mati.Faktanya, tidak semua infeksi Nipah mengakibatkan kematian.
Studi menunjukkan tingkat kematian berkisar antara 40 hingga 75 persen, artinya banyak pasien yang selamat, terutama dengan diagnosis dini dan perawatan medis yang mendukung.
"Beberapa pasien telah pulih sepenuhnya dengan perawatan rumah sakit tepat waktu, termasuk dukungan ventilasi dan hidrasi," kata Gupta.
"Kuncinya adalah deteksi dini, bukan penundaan yang didorong oleh rasa takut," tambahnya.
Dokter mencatat bahwa beberapa pasien, terutama mereka yang mengalami ensefalitis (peradangan otak akibt infeksi virus), mungkin mengalami komplikasi jangka panjang seperti kejang. Namun, ini tidak berarti kematian tidak dapat dihindari.
"Kepanikan memperburuk hasil, perawatan medis yang tepat menyelamatkan nyawa," kata Gupta.
Mitos 3: Tak Mungkin Dicegah Tanpa Vaksin
Karena belum ada vaksin yang tersedia secara luas, banyak orang berasumsi bahwa hanya sedikit yang dapat mereka lakukan untuk melindungi diri mereka sendiri.
Faktanya, langkah-langkah pencegahan praktis sehari-hari sangat efektif dalam mengurangi risiko penularan Nipah.
Dokter menekankan langkah-langkah sederhana namun terbukti efektif, seperti:
- Menghindari buah atau daging yang mungkin telah terpapar kelelawar
- Menjaga kebersihan tangan yang ketat
- Memastikan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tepat di lingkungan perawatan kesehatan.
"Langkah-langkah ini secara langsung mengganggu jalur penularan utama," ujar Gupta.
"Vaksin itu penting, tetapi pencegahan tidak dimulai, atau berakhir, dengan vaksin." tambahnya.
Sejarah medis menunjukkan bahwa dengan kesadaran, isolasi dini, dan perilaku bertanggung jawab, wabah dapat dikendalikan dan nyawa dapat diselamatkan.
Mengenal Virus Nipah
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa virus Nipah (NiV) adalah virus zoonosis (ditularkan dari hewan ke manusia) dan juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi atau langsung antar manusia.
Pada orang yang terinfeksi, virus ini menyebabkan berbagai penyakit mulai dari infeksi tanpa gejala (subklinis) hingga penyakit pernapasan akut dan ensefalitis fatal.
Virus ini juga dapat menyebabkan penyakit parah pada hewan seperti babi, yang mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi para petani.
Meskipun virus Nipah hanya menyebabkan beberapa wabah yang diketahui di Asia, virus ini menginfeksi berbagai macam hewan dan menyebabkan penyakit parah serta kematian pada manusia, sehingga menjadi perhatian kesehatan masyarakat.
Virus Nipah pertama kali dikenali pada 1999 selama wabah di antara peternak babi di Malaysia. Tidak ada wabah baru yang dilaporkan di Malaysia sejak tahun 1999.
Virus ini juga dikenali di Banglades pada 2001 dan hampir setiap tahun terjadi wabah di negara tersebut sejak saat itu. Penyakit ini juga telah diidentifikasi secara berkala di India bagian timur.
Wilayah lain mungkin berisiko terinfeksi, karena bukti keberadaan virus telah ditemukan pada reservoir alami yang diketahui (spesies kelelawar Pteropus) dan beberapa spesies kelelawar lainnya di sejumlah negara, termasuk Kamboja, Ghana, Indonesia, Madagaskar, Filipina, dan Thailand.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5037622/original/051541100_1733400208-fotor-ai-20241205185327.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5084078/original/023228500_1736310369-98619557-f0cd-4788-a9f2-6ed62edf2792.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1782531/original/038164500_1511764090-Pengemis-di-India3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5053524/original/014596800_1734344070-1734338750654_ciri-virus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5486971/original/031412300_1769651868-omc.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5486404/original/056990000_1769585641-ghufron_mukti.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1773618/original/083337700_1510914819-20150922_malaysiaflag_afp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470656/original/014155400_1768213817-jajanan_sehat__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5244561/original/042428800_1749194595-f340ce6b-659b-44f4-8173-c5158b20b87d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485887/original/050037700_1769567850-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161817/original/063955100_1741847724-1741841515641_penyebab-demam-tinggi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4961457/original/096374900_1728224007-fotor-ai-20241006205116.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3524251/original/038263600_1627479870-wes-hicks-Xg_LGdZVPe0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485858/original/007017800_1769566397-Gemini_Generated_Image_ga2j8dga2j8dga2j.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485154/original/028256900_1769496101-siti_nadia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485457/original/070806700_1769507349-bgs_jkn.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448808/original/032087500_1620206402-stethoscope-decorative-kidneys-gray_185193-30956.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3563902/original/063957200_1631001469-todd-cravens-IY1sRDxNWN4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485548/original/063674100_1769511840-closeup-shot-sleeping-bat-wrapped-its-wings.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4717453/original/031148700_1705391334-fotor-ai-20240116142033.jpg)










:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5259334/original/038943500_1750422150-20250620BL_Latihan_Timnas_Indonesia_Putri_19.JPG)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249587/original/051099500_1749649587-BRI_Liga_1_-_Ilustrasi_Persijap_Jepara_copy.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428483/original/072885400_1764511063-SnapInsta.to_588546973_18548895427014746_5234810774496989034_n.jpg)
