Virus Nipah adalah Penyakit dari Hewan yang Bisa Menyerang Otak Manusia

6 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Virus Nipah adalah penyakit Zoonotik, yakni infeksi yang menular dari hewan ke manusia, dan dikenal sebagai salah satu virus paling berbahaya karena dapat menyerang otak manusia. Virus ini pertama kali teridentifikasi pada 1999 di Malaysia, tepatnya di sebuah peternakan babi, ketika hewan ternak mengalami demam tinggi, gangguan pernapasan, dan kejang-kejang.

Dari kejadian tersebut, dunia mulai menyadari ancaman serius virus Nipah terhadap kesehatan global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa kelelawar buah merupakan reservoir alami virus Nipah.

Artinya, virus ini hidup secara alami pada kelelawar tanpa menimbulkan gejala penyakit, namun dapat menular ke hewan lain seperti babi, lalu berpindah ke manusia, dikutip dari ayosehat.kemkes.go.id pada Kamis, 29 Januari 2026.

Virus Nipah adalah Penyakit karena Kerusakan Lingkungan

Penularan virus Nipah tidak dapat dilepaskan dari faktor lingkungan. Penebangan hutan dan rusaknya habitat alami memaksa kelelawar berpindah mendekati pemukiman manusia dan area peternakan. Kondisi ini meningkatkan risiko kontak antara kelelawar, hewan ternak, dan manusia.

Ketika babi terpapar virus dari air liur atau urine kelelawar, virus dapat berkembang dan menyebar dengan cepat di peternakan. Dari sinilah virus Nipah kemudian menginfeksi manusia, terutama mereka yang sering berinteraksi langsung dengan hewan ternak.

Cara Penularan Virus Nipah Adalah

Virus Nipah termasuk kelompok Paramyxovirus, yaitu virus RNA yang juga berkaitan dengan penyakit lain seperti gondongan dan campak. Namun, karakteristik virus Nipah jauh lebih berbahaya karena kemampuannya menyerang sistem saraf pusat.

Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui:

  1. Kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, seperti air liur, darah, atau urine
  2. Konsumsi daging hewan terinfeksi yang dimasak kurang matang
  3. Kontak langsung dengan manusia yang terinfeksi, terutama melalui cairan tubuh seperti air liur
  4. Penularan antar manusia telah dilaporkan, khususnya pada anggota keluarga dan tenaga kesehatan yang merawat pasien tanpa perlindungan memadai.

Gejala Virus Nipah yang Perlu Diwaspadai

Setelah terinfeksi, virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4 hingga 14 hari. Gejalanya bervariasi, mulai dari ringan hingga berat dan mengancam jiwa. Gejala awal yang sering muncul meliputi demam, sakit kepala, batuk, nyeri otot, sakit tenggorokan, mual, dan muntah.

Pada kondisi yang lebih serius, virus Nipah dapat menyebabkan sesak napas, kesulitan menelan, hingga peradangan otak atau ensefalitis.

Ensefalitis akibat virus Nipah dapat memicu kantuk berlebihan, disorientasi, gangguan konsentrasi, perubahan perilaku, kejang, bahkan koma. Pada kasus berat, infeksi ini dapat berujung pada kematian.

Langkah Pencegahan Virus Nipah

Hingga kini, belum tersedia vaksin khusus untuk virus Nipah. Oleh sebab itu, pencegahan menjadi langkah paling penting.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko seperti kelelawar dan babi, mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi, serta memastikan daging dimasak hingga matang sempurna.

Penggunaan alat pelindung diri saat berinteraksi dengan hewan atau membersihkan kotorannya juga sangat dianjurkan.

Selain itu, menjaga kebersihan tangan dengan mencuci menggunakan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah beraktivitas menjadi langkah sederhana namun efektif.

Meskipun kasus virus Nipah belum dilaporkan di Indonesia, kewaspadaan tetap diperlukan. Dengan memahami cara penularan, gejala, dan pencegahannya, masyarakat dapat melindungi diri dari ancaman virus Nipah yang berpotensi menyerang otak manusia dan berdampak fatal.

Read Entire Article
Helath | Pilkada |